
Apple disebut berhasil menutup jarak dengan Qualcomm lewat modem C1X yang dipakai di iPhone Air dan iPhone 17e. Data pengujian jaringan dari Ookla menunjukkan modem buatan Apple itu mampu menandingi performa modem Qualcomm X80 dalam penggunaan nyata, terutama pada latensi dan kecepatan unduh.
Temuan ini penting karena modem internal Apple sempat dipertanyakan setelah ada laporan satu unit iPhone Air tiba-tiba kehilangan sinyal. Meski ada kekhawatiran soal reliabilitas, rangkuman hasil uji lintas perangkat dari Ookla memberi gambaran bahwa C1X bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pesaing serius di kelas modem flagship.
C1X disebut setara dengan modem terbaik Qualcomm
Ookla, perusahaan intelijen jaringan dan pengujian konektivitas yang berbasis di Seattle, melaporkan bahwa C1X pada iPhone Air dan iPhone 17e mencapai “real-world parity” dengan Qualcomm X80. Modem X80 sendiri digunakan pada ponsel Android flagship dan juga model iPhone kelas atas, termasuk iPhone 17 Pro Max.
Menurut laporan itu, C1X mampu memberi performa yang mirip pada berbagai jaringan, baik dalam kondisi ideal maupun saat jaringan menantang. Penilaian tersebut menandakan bahwa modem buatan Apple tidak lagi diposisikan sebagai kompromi dibanding solusi dari Qualcomm.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, pengguna umum kemungkinan tidak akan melihat perbedaan besar saat mengakses internet, membuka aplikasi, atau menjalankan layanan yang bergantung pada koneksi data. Di titik ini, integrasi perangkat keras dan perangkat lunak Apple mulai terlihat sebagai faktor yang memberi keuntungan nyata.
Unggul pada latensi di banyak pasar
Salah satu sorotan utama dari laporan Ookla adalah keunggulan iPhone Air pada latensi. Berdasarkan data Speedtest yang dianalisis, iPhone Air dengan modem C1X melampaui iPhone 17 Pro Max pada berbagai metrik latensi di 19 dari 22 pasar.
Latensi yang lebih rendah biasanya berarti respons jaringan lebih cepat. Dampaknya terasa pada panggilan video, gim online, browsing, dan berbagai layanan real-time yang menuntut koneksi stabil dan cepat merespons.
Ookla menilai hasil tersebut bisa terkait dengan integrasi modem dan prosesor yang lebih baik di perangkat Apple Silicon. Integrasi semacam ini disebut sebagai salah satu pembeda utama yang makin penting dalam performa smartphone modern.
Masih tertinggal di kecepatan unggah
Meski kompetitif pada latensi dan unduhan, C1X belum unggul di semua aspek. Laporan yang sama menyebut iPhone 17 Pro Max dengan Qualcomm X80 masih mempertahankan keunggulan hingga 32 persen dalam kecepatan upload.
Perbedaan ini diduga berkaitan dengan kemampuan carrier aggregation yang lebih sempit pada modem C1X. Qualcomm X80 disebut masih unggul berkat fitur Uplink Carrier Aggregation atau UL-CA, yang oleh Ookla dinilai tetap menjadi tolok ukur industri untuk performa upload.
Kondisi ini relevan bagi pengguna yang sering mengunggah video resolusi tinggi, mengirim file besar, atau melakukan siaran langsung dari ponsel. Dalam skenario seperti itu, modem Qualcomm masih menawarkan kelebihan teknis yang jelas.
Apa arti hasil ini bagi pengguna iPhone
Bagi pasar, laporan ini menandai tahap penting dalam strategi Apple membangun modem sendiri. Selama bertahun-tahun, Qualcomm menjadi acuan utama untuk konektivitas seluler premium, sehingga kemampuan C1X untuk menyamai X80 pada area penting menjadi sinyal kuat bahwa Apple mulai berhasil mengurangi ketergantungan teknologi eksternal.
Namun, hasil ini juga perlu dibaca secara berimbang. Performa modem di dunia nyata sangat dipengaruhi operator, kualitas cakupan jaringan, kepadatan pengguna, spektrum frekuensi, hingga lokasi penggunaan.
Karena itu, keunggulan satu perangkat di pasar tertentu belum tentu identik di semua negara. Meski begitu, data Ookla tetap punya bobot karena bersumber dari pengujian jaringan nyata di banyak pasar, bukan hanya simulasi laboratorium.
Poin utama dari laporan Ookla
- C1X di iPhone Air dan iPhone 17e mencapai performa yang setara dengan Qualcomm X80 dalam latensi dan download.
- iPhone Air unggul atas iPhone 17 Pro Max dalam metrik latensi di 19 dari 22 pasar.
- Qualcomm X80 masih memimpin dalam upload dengan keunggulan hingga 32 persen.
- Integrasi modem dan prosesor Apple diduga menjadi faktor penting di balik hasil C1X.
- Modem Qualcomm generasi berikutnya, X85, diperkirakan akan membawa peningkatan performa lebih lanjut pada ponsel Android flagship mendatang.
Adopsi iPhone Air juga disebut lebih tinggi dari model Plus
Selain membahas performa modem, Ookla juga mencatat tren pasar yang menarik. Data Speedtest menunjukkan iPhone Air yang meluncur bersama lini iPhone 17 mencatat tingkat adopsi lebih tinggi dibanding model Plus.
Korea Selatan disebut sebagai pasar terbesar untuk iPhone Air. Setelah itu, pasar yang juga menonjol antara lain Jepang, Swedia, Singapura, Italia, Spanyol, dan UEA.
Temuan ini memberi konteks tambahan bahwa daya tarik iPhone Air bukan hanya pada desain tipis dan ringan, tetapi juga pada kemampuan perangkat keras yang dinilai cukup kompetitif. Jika tren ini berlanjut, modem C1X berpotensi menjadi fondasi penting bagi langkah Apple memperluas penggunaan chip jaringan buatannya di lebih banyak model iPhone pada generasi berikutnya.
Source: www.gadgets360.com







