Krisis pasokan RAM diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. SK Hynix menilai ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi chip memori bisa berlanjut hingga 2030, terutama karena ledakan kebutuhan AI.
Peringatan itu penting karena RAM kini bukan lagi sekadar komponen PC dan ponsel. Memori menjadi tulang punggung server, pusat data, dan infrastruktur AI yang dipakai perusahaan teknologi besar di seluruh dunia.
Permintaan AI Mendorong Krisis Memori
Lonjakan penggunaan AI generatif membuat kebutuhan chip memori naik tajam. Beban paling besar datang dari data center AI yang memerlukan memori berkecepatan tinggi untuk melatih dan menjalankan model.
Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengatakan rantai pasok memori dan chip silikon belum akan kembali normal dalam waktu dekat. Dalam pernyataannya di sela NVIDIA GTC di San Jose, ia memprediksi kekurangan pasokan bisa berlangsung sampai 2030.
Pernyataan itu menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya tingginya permintaan. Industri juga belum mampu menambah kapasitas secepat pertumbuhan kebutuhan dari perusahaan cloud, vendor AI, dan operator pusat data.
SK Hynix Jadi Indikator Penting Pasar RAM
SK Hynix merupakan salah satu pemain utama di industri memori global. Berdasarkan data yang dikutip dari artikel referensi, perusahaan ini menguasai lebih dari 50% pasar HBM dan sekitar 32% pasar DRAM dunia.
Posisi itu membuat sinyal dari SK Hynix sangat diperhatikan pasar. Jika produsen sebesar ini masih melihat hambatan pasokan jangka panjang, tekanan serupa sangat mungkin dirasakan ekosistem semikonduktor secara lebih luas.
HBM atau high bandwidth memory menjadi jenis memori yang paling diburu saat ini. Komponen ini banyak dipakai untuk GPU AI karena mampu menangani transfer data besar dengan konsumsi daya dan latensi yang lebih efisien dibanding solusi memori biasa.
Backlog Masih Terjadi
SK Hynix juga mengungkap masih ada backlog sekitar 20% untuk pesanan wafer dasar. Wafer merupakan komponen penting dalam produksi chip memori, sehingga hambatan di titik ini langsung memengaruhi kemampuan perusahaan memenuhi permintaan pasar.
Artinya, persoalan tidak berhenti di tahap perakitan akhir. Gangguan sudah terasa sejak bahan dan komponen inti, sehingga ekspansi pabrik saja belum cukup jika pasokan hulu masih ketat.
Sebelumnya, SK Hynix juga menyebut kapasitas produksinya untuk tahun depan telah habis terjual. Fakta ini menunjukkan permintaan datang lebih cepat daripada kemampuan industri menambah output baru.
Dampak yang Mulai Terlihat
Krisis RAM berpotensi memengaruhi banyak sektor teknologi. Kenaikan harga memori dapat menaikkan biaya produksi server AI, kartu grafis, laptop, hingga perangkat elektronik lain yang bergantung pada DRAM dan HBM.
Bagi perusahaan teknologi, kondisi ini bisa menekan margin dan memperlambat ekspansi layanan AI. Bagi konsumen, efek akhirnya dapat muncul dalam bentuk harga perangkat yang lebih tinggi atau ketersediaan produk yang lebih terbatas.
Menurut artikel referensi, tekanan pasokan bahkan mulai memengaruhi margin keuntungan perusahaan. Ini menunjukkan bahwa tingginya penjualan tidak otomatis berarti operasi menjadi lebih mudah, karena biaya, ketersediaan bahan, dan efisiensi produksi ikut tertekan.
Faktor yang Memperburuk Situasi
Ada beberapa penyebab yang membuat krisis memori diperkirakan berlangsung panjang:
- Permintaan AI tumbuh sangat cepat dari hyperscaler dan data center.
- Kapasitas produksi chip membutuhkan waktu lama untuk dibangun dan dioptimalkan.
- HBM lebih rumit diproduksi dibanding memori konvensional.
- Rantai pasok global masih rentan terhadap gangguan bahan baku dan logistik.
- Ketegangan geopolitik menambah risiko distribusi dan produksi.
Artikel referensi juga menyoroti gangguan pada fasilitas gas helium sebagai salah satu faktor tambahan. Helium merupakan komponen penting dalam proses produksi chip, sehingga gangguan pasokannya bisa menambah tekanan pada industri semikonduktor.
Kenapa DRAM dan HBM Sama-Sama Penting
Untuk memahami dampaknya, pembaca perlu membedakan dua segmen utama memori berikut:
| Jenis memori | Fungsi utama | Dampak krisis |
|---|---|---|
| DRAM | Dipakai luas di PC, laptop, server, dan perangkat elektronik | Berpotensi memengaruhi harga dan ketersediaan perangkat umum |
| HBM | Dipakai pada GPU dan akselerator AI berperforma tinggi | Sangat menentukan laju ekspansi infrastruktur AI |
Karena AI modern memakai GPU dalam jumlah besar, HBM menjadi titik kritis. Jika HBM terbatas, maka pengiriman akselerator AI juga bisa tertahan meski permintaan pasar sangat tinggi.
Di sisi lain, DRAM tetap penting untuk server dan sistem komputasi umum. Ketika dua jenis memori ini sama-sama tertekan, dampaknya bisa menjalar dari pusat data sampai perangkat konsumen.
Industri Belum Bisa Menjanjikan Solusi Cepat
Produsen memori memang terus menambah investasi dan memperluas fasilitas produksi. Namun, artikel referensi menyebut SK Hynix belum merinci langkah konkret yang bisa segera menyeimbangkan pasar dalam jangka pendek.
Itu sebabnya peringatan tentang potensi krisis hingga 2030 tidak bisa dianggap berlebihan. Selama pertumbuhan AI masih agresif dan hambatan pasokan belum terurai, pasar RAM akan tetap berada dalam tekanan, dengan efek yang bisa terasa pada harga, pasokan, dan laju pengembangan teknologi berbasis AI di berbagai sektor.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com








