Samsung dikabarkan mencatat lonjakan penting dalam produksi chip 2 nanometer. Berdasarkan laporan Hankyung yang dikutip SammyGuru, tingkat hasil produksi atau yield proses 2nm Samsung kini sudah melampaui 60 persen.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena yield adalah salah satu penentu utama efisiensi manufaktur semikonduktor. Semakin tinggi yield, semakin banyak chip layak pakai yang bisa dihasilkan dari satu wafer, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan kapasitas komersial meningkat.
Yield 2nm Samsung melonjak tajam
Laporan tersebut menyebut yield 2nm Samsung telah meningkat lebih dari tiga kali lipat hanya dalam dua kuartal. Pada paruh kedua tahun lalu, yield proses ini masih berada di kisaran 20 persen, level yang membuat sebagian besar chip dalam wafer belum bisa digunakan secara optimal.
Kini, saat yield sudah menembus 60 persen, posisi Samsung dinilai semakin dekat dengan TSMC. Pemimpin industri foundry itu disebut berada di kisaran 60 hingga 70 persen untuk proses 2nm, sehingga jarak teknologinya tidak lagi sejauh sebelumnya.
Kenaikan ini penting karena node 2nm termasuk tahap produksi paling rumit dalam industri chip. Pada skala tersebut, toleransi kesalahan sangat kecil dan setiap peningkatan yield biasanya membutuhkan optimasi desain, material, serta proses litografi yang sangat presisi.
Apa arti angka yield di atas 60 persen
Dalam industri semikonduktor, yield menggambarkan persentase chip yang lolos standar kualitas dari total chip yang diproduksi pada satu wafer. Jika yield rendah, biaya per chip efektif menjadi lebih mahal karena banyak unit harus dibuang atau tidak memenuhi spesifikasi.
Saat yield naik ke atas 60 persen, produsen punya peluang lebih besar untuk meningkatkan volume pasokan tanpa lonjakan biaya yang sama besar. Kondisi ini juga memberi sinyal bahwa teknologi produksi mulai bergerak dari tahap sangat eksperimental menuju fase yang lebih siap untuk pesanan skala besar.
Secara sederhana, dampak kenaikan yield dapat dilihat pada poin berikut:
- Lebih banyak chip layak pakai dari setiap wafer.
- Biaya produksi per chip berpotensi turun.
- Jadwal pasokan ke klien bisa lebih stabil.
- Daya tarik foundry terhadap pelanggan global meningkat.
Dipakai untuk Exynos dan klien eksternal
Samsung disebut tidak hanya menyiapkan node 2nm untuk kebutuhan internal. Proses ini juga digunakan untuk memproduksi chip Exynos 2600 serta pesanan dari perusahaan penambangan Bitcoin asal China, yaitu Canaan dan MicroBT.
Exynos 2600 dilaporkan akan menjadi otak bagi sebagian model Galaxy S26 dan S26+, tergantung pasar. Informasi ini menunjukkan bahwa kemajuan yield 2nm bukan sekadar pencapaian laboratorium, tetapi mulai terkait dengan produk konsumen dan pelanggan komersial.
Meski begitu, laporan yang sama menyebut yield khusus Exynos 2600 masih berada di bawah 50 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa tidak semua desain chip menikmati tingkat keberhasilan produksi yang sama, karena kompleksitas tiap rancangan dapat memengaruhi hasil akhir.
Untuk klien seperti Canaan dan MicroBT, yield disebut membaik secara substansial. Ini mengindikasikan bahwa Samsung mulai menemukan kombinasi proses yang lebih matang untuk jenis chip tertentu, terutama pada desain yang mungkin lebih mudah dioptimalkan dibanding prosesor ponsel kelas atas.
Dampaknya bagi persaingan dengan TSMC
Kemajuan yield 2nm membuka peluang Samsung untuk memperkuat posisi bisnis foundry-nya. Selama ini, TSMC masih memimpin pasar manufaktur chip global, terutama pada node canggih di bawah 5nm yang semakin banyak dipakai di perangkat teknologi modern.
Pengamat industri menilai chip dengan proses lebih kecil dari 5nm akan makin dominan di berbagai perangkat IT. Jika Samsung mampu menjaga yield 2nm tetap stabil dan meningkatkan performa produksinya, perusahaan asal Korea Selatan itu berpotensi menarik lebih banyak pelanggan yang membutuhkan solusi semikonduktor mutakhir.
Faktor kepercayaan pasar juga ikut berperan besar. Samsung sebelumnya telah menunjukkan kemampuan mengamankan kontrak besar senilai $16.5 billion dengan Tesla untuk memproduksi chip AI6 generasi berikutnya, yang dilaporkan akan dibuat di pabrik Taylor.
Kontrak tersebut belum otomatis menjadi bukti bahwa semua tantangan manufaktur sudah selesai. Namun, dalam bisnis foundry, kombinasi antara kemajuan yield dan keberhasilan mengamankan pelanggan besar biasanya menjadi indikator kuat bahwa kapasitas teknologi dan skala produksi mulai mendapat pengakuan pasar.
Tantangan berikutnya untuk Samsung
Meski capaian di atas 60 persen tergolong signifikan, Samsung masih menghadapi pekerjaan lanjutan. Yield perlu dijaga tetap konsisten dalam jangka panjang, terutama ketika volume produksi meningkat dan desain chip yang diproses semakin beragam.
Selain itu, keberhasilan komersial node 2nm tidak hanya ditentukan oleh satu angka yield. Pelanggan juga menilai performa daya, kecepatan, kestabilan pasokan, serta kemampuan foundry memenuhi target produksi massal untuk perangkat seperti ponsel pintar, akselerator AI, dan chip otomotif.
Jika tren perbaikan ini berlanjut, Samsung berpeluang mempersempit selisih pangsa pasar dengan TSMC di segmen manufaktur chip canggih. Bagi industri semikonduktor global, lonjakan yield 2nm Samsung menandai bahwa persaingan pada generasi proses berikutnya akan semakin ketat, terutama saat permintaan chip berperforma tinggi terus meningkat.
Source: sammyguru.com