
Lonjakan kebutuhan chip memori untuk komputasi AI mendorong Samsung menambah belanja modal di pabrik Xi’an, China. Langkah ini menunjukkan bahwa pasar NAND masih sangat penting bagi strategi produksi global perusahaan.
Data yang dikutip dari Financial Supervisory Service melalui Sedaily menyebut Samsung menginvestasikan 465,4 miliar won di fasilitas Xi’an pada 2025. Angka itu naik 67,5 persen dibanding 277,8 miliar won yang dikeluarkan pada 2024.
Investasi Xi’an kembali dipercepat
Pabrik Xi’an memiliki posisi kunci dalam rantai pasok Samsung. Fasilitas ini disebut sebagai satu-satunya pabrik NAND flash Samsung di luar negeri dan menyumbang hampir 40 persen dari total output NAND perusahaan.
Nilai investasi terbaru memperlihatkan perubahan arah yang jelas. Setelah sempat menggelontorkan sekitar 698,4 miliar won pada 2019, Samsung tidak mencatat investasi besar di Xi’an dalam periode 2020 hingga 2023.
Belanja modal kembali berjalan pada 2024 lalu meningkat lagi pada 2025. Fokus utamanya adalah peningkatan lini produksi lokal agar kapasitas dan efisiensi pabrik bisa mengikuti permintaan pasar yang terus tumbuh.
Kenaikan belanja ini juga menarik karena terjadi di tengah pembatasan ekspor dari Amerika Serikat terhadap industri chip di China. Namun, tingginya kebutuhan memori global tampaknya membuat ekspansi di Xi’an tetap dianggap strategis.
Permintaan memori didorong AI
Kebutuhan chip memori saat ini sangat dipengaruhi ekspansi layanan AI, pusat data, dan komputasi berkinerja tinggi. Produk seperti DRAM dan NAND dibutuhkan untuk server AI, penyimpanan data skala besar, serta perangkat yang memproses model generatif.
Artikel referensi menyebut produksi DRAM dan NAND flash tahun ini sudah habis terjual. Kondisi itu menandakan pasokan ketat masih terjadi di tengah upaya produsen besar meningkatkan output.
UBS Securities memperkirakan pasar semikonduktor global akan mencapai $1 trillion pada 2026. Proyeksi itu berarti nilainya lebih dari 40 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sehingga produsen memori berpeluang menikmati siklus permintaan yang lebih panjang.
Bagi Samsung, momentum ini penting untuk mempertahankan posisi di bisnis memori yang sangat kompetitif. Persaingan tidak hanya datang dari SK Hynix dan Micron, tetapi juga dari perubahan cepat kebutuhan teknologi pada segmen AI.
Target upgrade teknologi NAND
Samsung berencana meningkatkan teknologi di Xi’an dari NAND 128-layer generasi keenam ke NAND 236-layer generasi kedelapan. Modernisasi ini penting karena jumlah layer yang lebih tinggi umumnya meningkatkan kepadatan penyimpanan dan efisiensi produksi.
Meski begitu, peningkatan di pabrik luar negeri tetap mengikuti batas strategi teknologi perusahaan. Seorang pejabat industri yang dikutip dalam referensi mengatakan, “To prevent the leakage of national core technologies, overseas factories will have a process difference of about two generations compared to domestic ones.”
Sumber yang sama menambahkan, “As Samsung is scheduled to produce 400-layer (10th generation) NAND products domestically this year, the transition of its Chinese factories to the 8th generation will accelerate.” Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Samsung tetap menjaga jarak teknologi antara fasilitas domestik dan luar negeri.
Skema tersebut sejalan dengan praktik industri chip Korea Selatan yang berupaya melindungi teknologi inti. Di sisi lain, pendekatan itu tetap memungkinkan pabrik luar negeri seperti Xi’an beroperasi pada level yang cukup kompetitif untuk memenuhi permintaan pasar global.
Mengapa pabrik China tetap penting
Xi’an tetap berperan besar dalam strategi pasokan Samsung karena skala produksinya sudah mapan. Infrastruktur, tenaga kerja, dan posisi fasilitas itu di rantai pasok NAND membuat peningkatan investasi menjadi langkah yang lebih cepat dibanding membangun kapasitas baru dari nol.
Berikut faktor utama yang membuat fasilitas ini penting:
- Menyumbang hampir 40 persen output NAND Samsung.
- Menjadi satu-satunya pabrik NAND Samsung di luar negeri.
- Dapat membantu memenuhi lonjakan permintaan memori global.
- Mendukung transisi ke generasi NAND yang lebih tinggi.
Ketergantungan pasar global pada pasokan NAND dalam volume besar membuat optimalisasi Xi’an sulit diabaikan. Karena itu, belanja modal yang meningkat dapat dibaca sebagai respons langsung terhadap kebutuhan pelanggan pusat data dan perangkat elektronik skala global.
Persaingan dengan SK Hynix ikut memanas
Samsung bukan satu-satunya pemain yang agresif memperluas kapasitas di China. Artikel referensi menyebut SK Hynix juga menambah investasi besar untuk memperkuat produksi dan teknologi di fasilitas China.
Pada tahun lalu, SK Hynix menggelontorkan lebih dari 1 triliun won untuk pabrik DRAM di Wuxi dan unit usaha NAND flash di Dalian. Data itu menegaskan bahwa produsen besar Korea Selatan masih memandang fasilitas di China sebagai aset penting untuk menopang volume produksi memori.
Kompetisi semacam ini berpotensi mempercepat pembaruan teknologi dan penyesuaian kapasitas. Bagi pembeli chip memori, kondisi tersebut bisa membantu menjaga ketersediaan pasokan saat permintaan AI terus meningkat.
Bagi Samsung, investasi 465,4 miliar won di Xi’an bukan sekadar tambahan belanja pabrik. Langkah itu menjadi sinyal bahwa perusahaan ingin mengunci peluang dari ledakan kebutuhan memori, sambil memastikan fasilitas yang sudah menyumbang porsi besar output NAND tetap relevan di tengah pergeseran industri semikonduktor global.
Source: sammyguru.com








