
Samsung disebut siap mempercepat pengisian daya pada lini ponsel lipatnya setelah lebih dulu meningkatkan kemampuan isi ulang di Galaxy S26 Ultra. Indikasi itu muncul dari dokumen sertifikasi yang beredar dan mengarah pada perubahan penting untuk seri Galaxy Z Fold generasi berikutnya.
Informasi ini menarik karena pengisian daya pada ponsel lipat Samsung cenderung stagnan selama bertahun-tahun. Jika data tersebut akurat, Galaxy Z Fold 8 bisa menjadi model foldable Samsung pertama dalam hampir enam tahun yang naik dari 25W ke 45W.
Sertifikasi mengarah ke upgrade 45W
Laporan dari SammyGuru menemukan kemunculan dugaan Galaxy Z Fold 8 dan model lain yang disebut Wide Fold di basis data 3C China. Dokumen regulator seperti ini memang kerap muncul menjelang peluncuran dan sering dipakai untuk mengungkap nomor model serta dukungan pengisian daya.
Berdasarkan listing tersebut, Galaxy Z Fold 8 dan Wide Fold sama-sama diduga mendukung fast charging 45W. Angka ini penting karena seri Galaxy Z Fold sejak Galaxy Z Fold 2 disebut bertahan di 25W hingga Galaxy Z Fold 7.
Jika peningkatan ini benar, Samsung akhirnya mengejar salah satu keluhan lama pengguna foldable premium. Di kelas harga flagship, banyak pesaing sudah menawarkan kecepatan isi ulang yang lebih agresif dibanding ponsel lipat Samsung.
Efeknya lebih terasa jika baterai ikut membesar
Kabar soal charging 45W ini juga muncul bersamaan dengan rumor baterai yang lebih besar. Galaxy Z Fold 8 disebut-sebut akan membawa baterai 5.000 mAh, naik dari 4.400 mAh pada Galaxy Z Fold 7.
Kombinasi baterai lebih besar dan pengisian lebih cepat bisa memberi dampak nyata dalam penggunaan harian. Pengguna foldable umumnya membutuhkan daya lebih besar karena layar utama yang luas, refresh rate tinggi, dan skenario multitasking yang lebih berat.
Dari sisi strategi produk, langkah ini juga selaras dengan arah yang lebih dulu terlihat pada lini Galaxy S. Artikel referensi menyebut Samsung menaikkan kecepatan charging Galaxy S26 Ultra dari 45W pada Galaxy S25 Ultra menjadi 60W, meski kapasitas baterainya tetap 5.000 mAh.
Artinya, Samsung tampak mulai memberi perhatian lebih besar pada pengalaman isi ulang, bukan hanya pada kapasitas baterai. Bagi pasar premium, waktu pengisian yang lebih singkat kini menjadi faktor penting selain kamera, performa, dan ketahanan desain.
Galaxy Z Flip 8 belum ikut berubah
Tidak semua foldable Samsung tampaknya akan mendapat peningkatan yang sama. Listing yang sama justru mengindikasikan Galaxy Z Flip 8 masih bertahan di 25W, sama seperti Galaxy Z Flip 7.
Hal ini menunjukkan Samsung mungkin memprioritaskan model Fold untuk upgrade lebih dulu. Alasannya masuk akal karena seri Fold memiliki ukuran lebih besar, pola penggunaan lebih intens, dan posisi produk yang lebih dekat ke kategori perangkat kerja premium.
Bagi calon pembeli Z Flip 8, kabar ini bisa terasa kurang menggembirakan. Di segmen clamshell foldable, kecepatan charging sering menjadi faktor pembeda yang cukup diperhatikan, terutama karena ukuran bodinya yang ringkas biasanya membatasi kapasitas baterai.
Apa arti temuan dari 3C
Sertifikasi 3C tidak selalu mengungkap seluruh spesifikasi final perangkat. Namun, dokumen regulator sering dianggap sebagai petunjuk awal yang cukup kredibel karena berkaitan dengan persyaratan legal sebelum perangkat dipasarkan.
Meski begitu, ada beberapa hal yang tetap perlu dicermati:
- Dukungan 45W tidak selalu berarti charger 45W akan disertakan dalam kotak penjualan.
- Kecepatan aktual bisa berbeda tergantung adaptor, kabel, suhu, dan manajemen baterai.
- Samsung masih bisa mengubah detail komersial sebelum peluncuran resmi.
Karena itu, informasi ini masih perlu menunggu konfirmasi langsung dari Samsung. Namun, arah perubahannya sudah memberi sinyal bahwa perusahaan mulai lebih serius merespons kebutuhan pengguna untuk pengisian daya yang lebih cepat.
Posisi Samsung di pasar foldable
Samsung masih menjadi salah satu nama terbesar di kategori ponsel lipat global. Namun, persaingan kini makin ketat karena sejumlah merek lain menawarkan bodi lebih tipis, baterai lebih besar, dan charging lebih kencang.
Dalam konteks itu, upgrade ke 45W pada Galaxy Z Fold 8 akan menjadi langkah yang relevan, meski belum tergolong paling agresif di industri. Minimal, perubahan ini bisa menutup jarak dengan kompetitor dan membuat pengalaman memakai perangkat flagship lipat Samsung terasa lebih modern.
Bila rumor baterai 5.000 mAh dan charging 45W terealisasi bersamaan, Galaxy Z Fold 8 berpotensi menjadi salah satu pembaruan paling praktis pada lini Fold dalam beberapa generasi terakhir. Sementara itu, perhatian pasar juga akan tertuju pada apakah Samsung hanya berhenti di Fold, atau nantinya ikut membawa peningkatan serupa ke seri Galaxy Z Flip pada generasi berikutnya.
Source: www.androidcentral.com








