Sejak peluncuran iPhone pertama, desain layar dengan notch telah menjadi ciri khas yang sulit dilepaskan. Meskipun notch awalnya dianggap sebagai kompromi, Apple berhasil mengubahnya menjadi fitur dinamis bernama Dynamic Island. Namun, pertanyaan besar yang muncul kini adalah apakah iPhone generasi 20 akan tampil dengan layar penuh tanpa adanya notch atau Dynamic Island sama sekali.
Notch hadir pertama kali pada iPhone X dan berfungsi sebagai rumah untuk beragam sensor penting. Komponen seperti kamera depan, sensor inframerah, dot projector, flood illuminator, dan earpiece memerlukan ruang yang cukup besar di bagian atas layar. Oleh karena itu, Apple memotong layar OLED untuk menampung komponen ini, menghasilkan desain yang sempat menuai kritik dan ejekan. Dengan inovasi Dynamic Island di iPhone 14 Pro, Apple menambahkan sentuhan interaktif yang menggabungkan perangkat keras dan lunak untuk notifikasi dan aktivitas langsung, meski tetap ada cutout yang tampak.
Teknologi kamera depan di bawah layar atau under-display camera (UDC) sudah diterapkan oleh beberapa produsen Android seperti Samsung dan Honor. Namun, teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan. Kualitas gambar dari kamera bawah layar cenderung lebih lembut dan kurang tajam karena cahaya harus menembus lapisan piksel OLED. Selain itu, performa kamera pada kondisi cahaya rendah masih jauh di bawah standar. Ketidakseragaman tampilan area layar di atas sensor juga menyebabkan percepatan kerusakan piksel sehingga tampilan menjadi lebih terang atau redup seiring waktu.
Apple dikenal sangat mengutamakan kualitas dan keamanan, khususnya dengan sistem Face ID yang menggunakan teknologi structured light, memproyeksikan 30.000 titik inframerah untuk autentikasi wajah 3D. Menyembunyikan seluruh sistem ini di bawah layar sambil mempertahankan akurasi sangat sulit. Maka dari itu, meskipun inovasi UDC berkembang, Apple belum mengadopsinya karena belum sesuai standar ketat yang diterapkan.
Tahun 2027 menandai ulang tahun ke-20 iPhone. Momentum ini ideal bagi Apple untuk memperkenalkan lompatan desain terbesar, seperti iPhone tanpa notch. Ada beberapa alasan mengapa momen ini penting:
1. Nilai pemasaran yang besar untuk produk ikonik tanpa notch.
2. Teknologi under-display camera kemungkinan mencapai kualitas mendekati standar Apple.
3. Tekanan persaingan dari produsen lain yang terus memperbaiki desain layar penuh.
Namun, prinsip Apple “It’s not ready until it’s right” membuat mereka cenderung menunda jika teknologi belum siap sempurna. Alternatif yang mungkin diambil adalah memperkecil Dynamic Island menjadi ukuran sangat kecil, fokus pada inovasi lain, atau menunda layar penuh sejati hingga perangkat generasi selanjutnya.
Dalam dunia industri, pendapat terbagi antara optimisme dan realisme. Pengamat optimis percaya Apple telah melakukan pengembangan teknologi UDC bersama pemasok panel seperti BOE dan LG Display, sehingga iPhone 20 bisa memecahkan rekor layar penuh. Sebaliknya, kubu realistis berpendapat kombinasi Face ID dan UDC dalam satu modul masih terlalu sulit dan berpotensi menurunkan performa. Solusinya mungkin adalah Dynamic Island yang lebih kecil dan tidak mencolok.
Apple sendiri belum memberikan konfirmasi resmi soal desain iPhone 20. Namun, sejarah perusahaan ini menunjukkan bahwa mereka kerap melakukan perubahan besar tanpa pemberitahuan mendahului peluncuran, seperti penghapusan jack audio atau port charger. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa perubahan radikal untuk notch bisa terjadi kapan saja.
Notch yang ada selama dua dekade adalah simbol dan tantangan besar dalam pencarian kesempurnaan desain Apple. Meski tombol home, bezel tebal, port charger, dan slot SIM telah dihilangkan, notch tetap bertahan karena memastikan fungsionalitas dan keamanan. Jika benar iPhone 2027 hadir tanpa notch, ini bukan hanya pencapaian estetika tapi juga bukti bahwa Apple berhasil menyelesaikan teka-teki desain yang mereka mulai sejak 2017.
Selama teknologi belum sempurna, Dynamic Island tetap menjadi solusi kreatif yang mengingatkan bahwa inovasi memerlukan waktu dan kesempurnaan bukan hal yang bisa dilakukan secara terburu-buru, bahkan untuk perusahaan teknologi terbesar sekalipun.









