
Samsung resmi memperkenalkan Exynos 1680 sebagai chipset kelas menengah terbaru untuk smartphone Galaxy. Chip ini dirancang untuk memperkecil jarak performa dengan prosesor kelas flagship, terutama pada grafis, AI, dan kemampuan multimedia.
Berdasarkan informasi yang dibagikan Samsung dan dirangkum dari laporan SammyGuru, Exynos 1680 dibuat dengan proses fabrikasi 4nm yang ditingkatkan. Fokus utamanya terlihat pada CPU baru, GPU berbasis AMD RDNA 3, serta NPU yang lebih kencang untuk pemrosesan AI di perangkat.
CPU baru dengan fokus pada efisiensi dan performa stabil
Exynos 1680 memakai desain CPU octa-core dengan susunan 1+4+3. Konfigurasinya terdiri dari satu inti Cortex-A720 2.9GHz, empat inti Cortex-A720 2.6GHz, dan tiga inti Cortex-A520 1.95GHz.
Susunan ini menunjukkan pendekatan yang berbeda untuk kelas menengah Samsung. Penambahan lebih banyak inti performa menengah diperkirakan membantu multitasking dan menjaga performa tetap stabil dalam penggunaan panjang, tanpa lonjakan konsumsi daya yang terlalu besar.
Secara teknis, Cortex-A720 memang diposisikan Arm sebagai inti yang menyeimbangkan performa dan efisiensi. Dengan komposisi tersebut, Exynos 1680 berpotensi memberi pengalaman yang lebih mulus saat membuka banyak aplikasi, bermain gim, dan menjalankan fitur kamera berbasis komputasi.
GPU Xclipse 550 bawa arsitektur AMD RDNA 3
Pada sektor grafis, Samsung memasangkan GPU Xclipse 550 yang berbasis arsitektur AMD RDNA 3. GPU ini disebut memiliki dua Work Group Processors dan dua Render Blocks.
Samsung mengklaim ada peningkatan performa grafis sekitar 15 hingga 16 persen dibanding pendahulunya. Klaim ini penting karena lini Exynos kelas menengah sebelumnya sering dinilai tertinggal dalam beban grafis berat dan gaming jangka panjang.
Dukungan layar juga ikut ditingkatkan. Exynos 1680 mendukung panel Full HD+ dengan refresh rate hingga 144Hz, yang membuka peluang hadirnya animasi lebih halus pada ponsel kelas menengah premium.
Untuk pengguna, peningkatan GPU seperti ini biasanya terasa pada tiga area utama:
- Frame rate gim yang lebih stabil.
- Respons antarmuka yang lebih mulus.
- Pemrosesan efek visual yang lebih cepat.
Kemampuan AI naik lewat NPU 19.6 TOPS
Samsung juga menonjolkan peningkatan pada unit pemrosesan neural atau NPU. Exynos 1680 diklaim mampu mencapai performa AI hingga 19.6 TOPS.
Angka ini menunjukkan lompatan yang jelas dari generasi sebelumnya. Dalam praktiknya, performa AI yang lebih tinggi dapat mempercepat pemrosesan di perangkat untuk fitur seperti peningkatan foto, pemisahan objek, optimasi adegan, dan fungsi pintar lain yang tidak selalu perlu diproses di cloud.
Tren industri memang bergerak ke arah AI on-device. Pendekatan ini penting karena bisa mempercepat respons, mengurangi ketergantungan pada koneksi internet, dan dalam banyak kasus membantu menjaga privasi data pengguna.
Memori, penyimpanan, dan kamera ikut ditingkatkan
Exynos 1680 sudah mendukung RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi ini biasanya berdampak langsung pada waktu buka aplikasi, kecepatan transfer data, dan respons sistem secara keseluruhan.
Samsung juga memperbarui image signal processor atau ISP pada chip ini. Penyempurnaan tersebut disebut membawa pengurangan noise yang lebih baik, kontras yang meningkat, dan reproduksi warna yang lebih akurat, terutama dalam kondisi minim cahaya.
Untuk kemampuan kamera, Exynos 1680 mendukung sensor hingga 200MP. Chip ini juga mendukung perekaman video 4K 60fps serta 10-bit HDR untuk foto dan video, spesifikasi yang mulai menjadi pembeda penting di kelas menengah atas.
Berikut ringkasan kemampuan utamanya:
| Komponen | Spesifikasi utama |
|---|---|
| Fabrikasi | 4nm yang ditingkatkan |
| CPU | 1x Cortex-A720 2.9GHz, 4x Cortex-A720 2.6GHz, 3x Cortex-A520 1.95GHz |
| GPU | Xclipse 550 berbasis AMD RDNA 3 |
| Peningkatan grafis | Sekitar 15–16% |
| AI/NPU | Hingga 19.6 TOPS |
| RAM | LPDDR5X |
| Storage | UFS 4.1 |
| Kamera | Hingga 200MP |
| Video | 4K 60fps, 10-bit HDR |
| Layar | Full HD+ hingga 144Hz |
Konektivitas modern untuk kelas menengah baru
Di sisi konektivitas, Exynos 1680 membawa modem 5G dengan kecepatan unduh hingga 5.1Gbps dan unggah hingga 1.28Gbps pada jaringan sub-6GHz. Chip ini juga tetap mendukung LTE sebagai fallback saat jaringan 5G tidak tersedia.
Fitur konektivitas lain yang ikut dibawa meliputi Wi-Fi 6E, NFC, Bluetooth 6.1, dan dukungan multi-system GNSS. Paket ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya mengejar angka performa mentah, tetapi juga pengalaman penggunaan yang lebih lengkap di perangkat sehari-hari.
Exynos 1680 disebut sudah dipakai oleh Galaxy A57 yang telah diperkenalkan di pasar tertentu. Kehadiran chip ini memberi sinyal bahwa persaingan ponsel kelas menengah kini tidak lagi hanya soal baterai dan kamera, tetapi juga soal grafis yang lebih kuat, AI yang lebih cepat, dan dukungan fitur premium yang semakin merata.
Source: sammyguru.com







