Xiaomi 12 Series Masuk Ujung Jalan, Ini Daftar HP Xiaomi yang Tak Lagi Dapat Update

Xiaomi memperbarui daftar perangkat yang masuk status End of Life atau EOL. Status ini menandai berakhirnya dukungan pembaruan sistem operasi Android, antarmuka HyperOS, dan patch keamanan untuk sejumlah ponsel lama.

Bagi pengguna, informasi ini penting karena menyangkut keamanan dan kelangsungan pemakaian harian. Mengacu pada pengumuman resmi Xiaomi yang dirangkum KompasTekno dari Gizmo China, ada empat model yang tak lagi kebagian update software.

Daftar HP Xiaomi yang masuk EOL

Perangkat yang masuk daftar ini berasal dari lini Xiaomi 12 dan Redmi Note. Sebagian besar model tersebut memang sudah mendekati akhir siklus dukungan yang dijanjikan Xiaomi saat pertama kali diluncurkan.

  1. Xiaomi 12
  2. Xiaomi 12 Pro
  3. Xiaomi 12 Lite
  4. Redmi Note 12 5G

Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro dirilis bersamaan pada 7 April. Sementara Xiaomi 12 Lite meluncul menyusul pada 16 Juli.

Menurut laporan Kompas.com, Xiaomi sebelumnya menjanjikan pembaruan untuk seri Xiaomi 12 selama empat tahun setelah perangkat dirilis. Dengan skema itu, periode terakhir dukungan untuk ketiga model tersebut berakhir pada 2026.

Update terakhir yang masih diterima

Meski masuk daftar EOL, beberapa model masih sempat memperoleh versi software terakhir. Detail ini penting karena menunjukkan posisi perangkat saat meninggalkan masa dukungan resmi.

Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro masih kebagian HyperOS 3.0 berbasis Android 15. Sementara Xiaomi 12 Lite disebut berhenti di HyperOS 1.0 berbasis Android 14.

Redmi Note 12 5G juga termasuk dalam daftar yang dihentikan pembaruannya. Ponsel ini pertama kali hadir dengan Android 12 dan kemudian diperbarui hingga Android 14 dengan lapisan HyperOS 2.0.

Perbedaan versi akhir ini menunjukkan kebijakan update Xiaomi tidak selalu sama di semua model. Faktor kelas perangkat, jadwal rilis, dan roadmap software biasanya ikut memengaruhi panjang dukungan.

Mengapa penghentian update ini dianggap wajar

Penghentian pembaruan untuk ponsel-ponsel tersebut dinilai sejalan dengan usia perangkat. KompasTekno mencatat, sebagian besar model dalam daftar itu sudah mendekati empat tahun sejak peluncuran awal.

Pada periode peluncurannya, Xiaomi umumnya memberi jaminan update OS hingga tiga tahun dan pembaruan keamanan hingga empat tahun. Kebijakan itu berbeda dengan beberapa model Xiaomi yang lebih baru, karena kini ada perangkat tertentu yang dijanjikan mendapat update sampai lima tahun.

Artinya, status EOL bukan kejutan besar untuk lini ini. Ini lebih mencerminkan berakhirnya masa dukungan resmi sesuai komitmen software saat produk pertama kali dipasarkan.

Apa dampaknya bagi pengguna

Ponsel yang masuk EOL tidak langsung mati atau tidak bisa dipakai. Pengguna tetap dapat menelepon, berkirim pesan, membuka media sosial, menonton video, dan menjalankan banyak aplikasi seperti biasa.

Risiko utamanya terletak pada keamanan digital. Tanpa patch keamanan terbaru, perangkat menjadi lebih rentan terhadap bug, eksploitasi celah sistem, dan ancaman siber yang terus berkembang.

Dampak lain bisa muncul pada aplikasi yang sensitif terhadap keamanan. Layanan seperti mobile banking, dompet digital, atau aplikasi kantor tertentu berpotensi memberi peringatan bahwa perangkat tidak lagi memenuhi standar keamanan.

Dalam jangka panjang, kompatibilitas aplikasi juga dapat menurun. Pengembang aplikasi biasanya menyesuaikan dukungan dengan versi Android dan patch keamanan yang lebih baru.

Yang perlu diperhatikan pengguna

Pengguna perangkat dalam daftar EOL belum tentu harus langsung ganti ponsel. Namun, tingkat kehati-hatian sebaiknya ditingkatkan, terutama jika perangkat dipakai untuk menyimpan data pribadi dan transaksi keuangan.

Berikut langkah yang relevan untuk mengurangi risiko:

  1. Hindari memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi.
  2. Perbarui semua aplikasi yang masih tersedia di Play Store.
  3. Aktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting.
  4. Batasi penyimpanan data sensitif di perangkat lama.
  5. Pertimbangkan upgrade perangkat bila ponsel dipakai untuk mobile banking dan kerja.

Langkah-langkah itu tidak menggantikan patch keamanan dari vendor. Namun, tindakan tersebut bisa membantu menekan risiko selama perangkat masih digunakan.

Informasi EOL juga penting bagi calon pembeli ponsel bekas. Jika sebuah model sudah tidak menerima update resmi, nilai fungsionalnya untuk pemakaian jangka panjang tentu berbeda dibanding perangkat yang masih masuk siklus dukungan aktif.

Bagi pengguna Xiaomi 12, Xiaomi 12 Pro, Xiaomi 12 Lite, dan Redmi Note 12 5G, fokus utama kini bukan lagi menunggu pembaruan besar berikutnya. Yang lebih penting adalah memahami bahwa perangkat masih bisa dipakai, tetapi tidak lagi mendapat perlindungan software terbaru dari Xiaomi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com
Exit mobile version