Samsung Siapkan Galaxy Z TriFold 2, Lebih Ringan atau Makin Tebal?

Samsung dikabarkan tengah menyiapkan penerus ponsel lipat tiga Galaxy Z TriFold. Perangkat ini disebut sedang diuji kelayakannya dengan fokus utama pada desain yang lebih ringan dari generasi sebelumnya.

Informasi itu muncul dari tipster yeux1122 di Naver yang dikutip Detik iNET. Bocoran tersebut menyebut Samsung juga menyiapkan perangkat hibrida lain dengan konsep layar slideable yang bisa digeser.

Galaxy Z TriFold 2 Disebut Lebih Ringan

Berdasarkan bocoran yang beredar, Galaxy Z TriFold 2 akan membawa perubahan pada sektor konstruksi. Samsung disebut berupaya memangkas bobot perangkat agar lebih nyaman digunakan dalam skenario harian.

Langkah ini cukup masuk akal karena salah satu tantangan utama ponsel lipat, terutama model lipat tiga, adalah ukuran dan berat. Pengurangan bobot dapat menjadi nilai penting bagi pengguna yang menginginkan layar besar tanpa mengorbankan kenyamanan saat dibawa.

Namun, desain yang lebih ringan itu disebut datang dengan kompromi tertentu. Perangkat penerus Galaxy Z TriFold ini dikabarkan bisa sedikit lebih tebal dibanding generasi pertama.

Ketebalan tambahan kemungkinan berkaitan dengan struktur internal dan penguatan bodi. Pada perangkat lipat, Samsung harus menjaga keseimbangan antara daya tahan, mekanisme engsel, dan efisiensi ruang komponen.

Engsel Baru Lolos Verifikasi

Poin penting lain dari bocoran ini ada pada komponen engsel. Engsel baru untuk Galaxy Z TriFold 2 dikabarkan telah lolos proses verifikasi.

Informasi tersebut mengindikasikan bahwa Samsung tidak hanya menguji konsep, tetapi juga mulai mematangkan elemen hardware inti. Pada perangkat lipat, engsel menjadi komponen paling krusial karena menentukan pengalaman membuka, menutup, sekaligus umur pakai produk.

Menurut bocoran yang sama, perangkat ini diprediksi meluncur pada pertengahan tahun 2027. Jadwal itu masih berupa perkiraan dan belum diumumkan resmi oleh Samsung.

Jika benar dirilis pada rentang tersebut, Samsung akan memiliki waktu yang cukup untuk menyempurnakan desain generasi berikutnya. Perusahaan juga bisa memakai periode itu untuk mengatasi kelemahan yang mungkin muncul pada generasi awal perangkat lipat tiga.

Samsung Juga Siapkan Perangkat Slideable

Selain Galaxy Z TriFold 2, Samsung disebut sedang mengembangkan perangkat dengan layar OLED slideable. Teknologi ini memungkinkan layar bertambah luas saat digeser, sehingga perangkat bisa berubah dari ukuran ringkas ke area tampilan yang lebih besar.

Bocoran menyebut perangkat itu kemungkinan menggunakan panel Slideable Flex dari Samsung Display. Nama ini sebelumnya lekat dengan berbagai demonstrasi teknologi layar masa depan yang dipamerkan Samsung Display di ajang industri.

Yang menarik, prototipe ponsel slideable pertama Samsung dikabarkan tidak memakai sistem motor otomatis. Samsung justru disebut memilih mekanisme geser manual.

Pendekatan manual dapat memberi beberapa keuntungan. Desain seperti ini berpotensi lebih sederhana, lebih tipis, dan mungkin lebih mudah dikontrol dari sisi daya tahan ketimbang mekanisme bermotor.

Saat dibuka penuh, layar perangkat slideable ini diperkirakan mencapai 7 inch. Ukuran tersebut menempatkannya di antara ponsel besar dan tablet mini, segmen yang selama ini menjadi daya tarik perangkat foldable.

Bocoran juga menyebut desainnya lebih tipis dibanding prototipe OLED slideable yang pernah dipamerkan di CES dan MWC. Ini menunjukkan Samsung tampaknya ingin membawa konsep yang lebih realistis untuk produk komersial.

Arah Baru Pasar Ponsel Premium

Perkembangan ini memperlihatkan arah riset Samsung yang tidak berhenti pada ponsel lipat konvensional. Setelah model lipat seperti Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip makin dikenal luas, perusahaan tampak membuka peluang form factor baru untuk pasar premium.

Saat ini, ponsel lipat memang mulai bergerak ke pasar yang lebih umum. Namun, perangkat yang bisa digeser atau digulung masih berada pada tahap eksperimen dan belum hadir luas untuk publik.

Berikut poin utama dari bocoran yang beredar:

  1. Samsung disebut menguji kelayakan Galaxy Z TriFold 2.
  2. Desainnya diklaim lebih ringan dari generasi pertama.
  3. Bodinya berpotensi sedikit lebih tebal.
  4. Engsel baru dikabarkan sudah lolos verifikasi.
  5. Perkiraan rilisnya pada pertengahan 2027.
  6. Samsung juga mengembangkan perangkat OLED slideable.
  7. Prototipe awal slideable disebut memakai mekanisme geser manual.
  8. Layar saat dibuka penuh diperkirakan berukuran 7 inch.
  9. Peluncuran perangkat slideable kemungkinan pada akhir 2027 atau awal 2028.

Secara industri, strategi ini juga mempertegas peran Samsung Display sebagai pemasok teknologi panel canggih. Integrasi antara pengembangan layar dan perangkat jadi modal penting bagi Samsung untuk mempercepat komersialisasi desain baru.

Meski begitu, semua informasi ini masih sebatas bocoran dari sumber tidak resmi. Samsung belum memberikan konfirmasi publik mengenai nama final produk, spesifikasi lengkap, maupun jadwal peluncuran kedua perangkat tersebut.

Bagi pasar, kabar ini menjadi sinyal bahwa persaingan ponsel premium akan makin bertumpu pada inovasi bentuk dan pengalaman pakai. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, penerus Galaxy Z TriFold dan perangkat slideable Samsung bisa menjadi penanda fase baru dalam evolusi smartphone layar fleksibel.

Berita Terkait

Back to top button