
Samsung sejak lama membentuk kelas Ultra lewat Galaxy S20 Ultra, yang dulu membawa kamera 108MP, dua telephoto, baterai 5.000 mAh, perekaman 8K, dan RAM hingga 16GB. Tetapi lanskap kini berubah, dan penerus Galaxy S26 Ultra perlu belajar dari tiga ponsel Ultra lain yang mulai mendorong standar baru di fotografi mobile.
Tiga model yang paling relevan adalah Xiaomi 17 Ultra, Vivo X300 Ultra, dan Oppo Find X9 Ultra. Ketiganya tidak hanya mengejar spesifikasi kamera tinggi, tetapi juga menawarkan pendekatan yang lebih serius untuk pengambilan gambar dan video, termasuk aksesori foto tambahan yang membuat pengalaman memakai ponsel terasa lebih dekat ke kamera profesional.
Mengapa Galaxy S26 Ultra perlu menyesuaikan diri
Galaxy S26 Ultra masih punya sistem kamera yang kuat, tetapi persaingan di kelas premium bergerak lebih cepat. Lensa telephoto Samsung yang terdiri dari sensor 10MP 3x dan 50MP 5x memang berguna, namun rival-rival utamanya sudah bermain di level yang lebih agresif dengan sensor lebih besar dan dukungan aksesori yang memperluas kemampuan optik.
Dalam konteks itu, Samsung tidak cukup hanya mengandalkan reputasi dan pemrosesan gambar. Pasar flagship kini menilai nilai sebuah Ultra dari fleksibilitas kamera, hasil zoom jarak jauh, kualitas video, dan kelengkapan alat bantu yang memberi kontrol lebih besar kepada pengguna.
1. Xiaomi 17 Ultra: photography kit yang layak ditiru
Xiaomi mendapat kredit karena lebih dulu mendorong tren photography kit di kelas Ultra. Pendekatan ini penting karena memberi pegangan, tombol kontrol, dan ekstensi lensa yang membuat ponsel lebih cocok dipakai saat memotret dalam waktu lama.
Bila Samsung ingin menghidupkan kembali identitas kamera ala Galaxy S4 Zoom, aksesori seperti ini bisa menjadi langkah yang masuk akal. Photography kit juga memberi nilai tambah komersial karena membuka lini aksesori premium tanpa harus mengubah desain utama ponsel secara ekstrem.
2. Vivo X300 Ultra: fokus serius pada video
Vivo X300 Ultra menjadi contoh paling jelas bahwa kamera flagship kini tidak hanya soal foto. Dalam hands-on di MWC, perangkat ini disebut mampu merekam 4K 120 fps dari semua kamera belakang dalam 10-bit Log dan Dolby Vision, sesuatu yang terdengar sangat ambisius untuk ukuran smartphone.
Vivo juga menambahkan mode Pro video, color science yang lebih matang, dan rig perekaman khusus. Bagi Samsung, ini menunjukkan pentingnya memperluas narasi Ultra ke arah pembuatan konten video, bukan hanya fotografi diam yang selama ini mendominasi diskusi kamera ponsel.
3. Oppo Find X9 Ultra: zoom ekstrem dan fleksibilitas optik
Oppo Find X9 Ultra menjadi rival yang paling menekan Samsung dari sisi telephoto. Bocoran yang beredar menyebut perangkat ini akan membawa kamera utama 200MP, periscope telephoto 200MP dengan 3x optical zoom, periscope telephoto 50MP dengan 10x zoom, serta ultrawide 50MP.
Model seperti ini menunjukkan satu arah yang jelas, yaitu zoom optic yang lebih panjang, lebih berguna, dan lebih relevan untuk penggunaan nyata. Jika Samsung ingin mempertahankan posisi di kelas Ultra, peningkatan sensor telephoto dan kemampuan zoom jarak jauh harus menjadi prioritas utama pada generasi berikutnya.
Fitur yang sebaiknya diadopsi Samsung
- Photography kit resmi yang memperluas kontrol pemotretan.
- Peningkatan telephoto dengan zoom optik yang lebih panjang.
- Peningkatan serius pada video, termasuk mode profesional yang lebih lengkap.
- Dukungan aksesori kamera yang terasa premium dan praktis.
- Sensor telephoto baru yang lebih besar untuk hasil zoom yang lebih stabil.
Samsung masih unggul dalam hal pemasaran, distribusi global, dan ekosistem perangkat. Namun untuk mempertahankan status Ultra yang benar-benar layak disebut terbaik, penerus Galaxy S26 Ultra perlu mengambil pelajaran dari tiga kompetitor ini dan mengubah kamera menjadi alasan utama untuk memilihnya, bukan sekadar fitur pendukung.
Source: www.androidcentral.com







