Google dikabarkan akan membuat proses instal aplikasi di luar toko resmi Android jauh lebih ketat. Melalui sistem baru bernama Advanced Flow, pengguna nantinya tidak lagi bisa memasang aplikasi pihak ketiga secara instan karena ada serangkaian verifikasi, termasuk masa tunggu wajib selama 24 jam.
Kebijakan ini disiapkan untuk menekan risiko penipuan dan aplikasi berbahaya yang kerap lolos lewat sideloading. Google juga mulai memberi sinyal bahwa kontrol keamanan Android akan makin agresif, bukan hanya pada instalasi aplikasi, tetapi juga pada perilaku aplikasi yang membebani baterai dan kinerja perangkat.
Apa yang berubah pada sideloading Android
Sideloading selama ini menjadi salah satu keunggulan Android karena pengguna bisa memasang aplikasi dari luar Play Store. Namun, Google kini ingin menutup celah yang kerap dipakai untuk menyebarkan aplikasi berisiko, terutama dari pengembang yang belum terverifikasi.
Dalam skema Advanced Flow, pengguna harus melewati beberapa lapis persetujuan sebelum instalasi selesai. Alur ini tidak sekadar menampilkan peringatan biasa, tetapi memaksa pengguna membuktikan bahwa mereka benar-benar ingin memasang aplikasi tersebut.
Empat tahap yang harus dilewati pengguna
Berdasarkan informasi yang beredar, proses ini mencakup empat langkah utama sebelum aplikasi pihak ketiga bisa dipasang. Tahapan itu dibuat untuk memberi jeda dan mengurangi instalasi impulsif yang sering dimanfaatkan penjahat siber.
- Mengaktifkan Developer Mode lebih dulu.
- Mengonfirmasi bahwa pengguna tidak sedang dipaksa mematikan perlindungan keamanan ponsel.
- Menunggu selama 24 jam.
- Melakukan autentikasi biometrik atau memasukkan PIN perangkat.
Masa tunggu 24 jam menjadi bagian yang paling menonjol dari aturan baru ini. Google tampaknya ingin memastikan pengguna punya waktu untuk berpikir ulang sebelum mengambil keputusan yang bisa berisiko pada keamanan perangkat.
Mengapa Google memperketat instal aplikasi pihak ketiga
Google menyebut langkah ini sebagai upaya memperkuat keamanan pengguna Android. Perusahaan ingin mencegah maraknya penipuan berbasis aplikasi berbahaya yang bisa mencuri data, memalsukan identitas layanan, atau mengganggu sistem ponsel.
Kebijakan tersebut juga sejalan dengan tren terbaru Google yang makin fokus pada perlindungan pengguna dari aplikasi bermasalah. Sebelumnya, Google sudah menyorot aplikasi yang boros baterai di Play Store agar pengguna mendapat informasi lebih awal sebelum mengunduh.
Pengembang juga ikut terdampak
Google tidak hanya mengatur sisi pengguna. Pengembang yang belum terdaftar juga akan diwajibkan mengikuti program verifikasi identitas, meski ada pengecualian untuk pelajar dan pegiat hobi.
Langkah ini penting karena sideloading bukan hanya soal cara instalasi, tetapi juga soal siapa pembuat aplikasinya. Dengan identitas pengembang yang lebih jelas, Google berharap ekosistem Android bisa lebih sulit dimanfaatkan untuk menyebar aplikasi palsu atau berbahaya.
Daftar poin penting kebijakan baru Google
| Aspek | Perubahan |
|---|---|
| Sideloading | Dibuat lebih ketat melalui Advanced Flow |
| Verifikasi pengguna | Ada beberapa tahap sebelum instalasi |
| Masa tunggu | Wajib 24 jam |
| Komponen keamanan | Butuh autentikasi biometrik atau PIN |
| Pengembang | Wajib verifikasi identitas untuk yang tidak terdaftar |
Meski terdengar rumit, ada celah teknis yang disebut bisa melewati masa tunggu 24 jam. Android Community Engagement Manager Mishaal Rahman menyebut sideloading lewat Android Debug Bridge dapat menghindari aturan tersebut, sehingga pengguna tidak perlu menunggu selama itu.
Namun, bagi sebagian besar pengguna biasa, perubahan ini tetap akan terasa signifikan. Jika kebijakan ini diterapkan penuh pada paruh kedua tahun depan, instal aplikasi dari luar toko resmi Android kemungkinan tidak lagi menjadi proses yang cepat dan sederhana seperti sebelumnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com