Samsung dilaporkan sudah mulai menggarap Exynos 2800, chipset yang disebut-sebut akan menjadi otak seri Galaxy S28. Laporan dari Korea menyebut chip ini diproyeksikan debut pada 2028 dan akan dibuat dengan proses 2nm SF2P+ milik Samsung Foundry.
Fokus awal Samsung saat ini bukan sekadar mengejar ukuran fabrikasi yang lebih kecil, tetapi juga menjaga kestabilan tingkat hasil produksi atau yield. Pendekatan itu penting karena pada tahap awal adopsi proses baru, kualitas produksi sering menjadi tantangan utama untuk chipset kelas flagship.
Arah baru Samsung di lini Exynos
Menurut laporan tersebut, Samsung ingin menyelesaikan desain Exynos 2800 dan menyerahkan skematik ke divisi foundry “dalam tahun ini”. Setelah itu, foundry akan membuat beberapa generasi sampel untuk menyempurnakan desain sebelum masuk ke tahap produksi massal.
Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung menyiapkan Exynos 2800 sebagai proyek jangka panjang, bukan sekadar penerus langsung. Dengan target peluncuran yang masih berada beberapa generasi perangkat lagi, perusahaan punya ruang lebih besar untuk menguji performa, efisiensi daya, dan stabilitas chip.
Nama internal Exynos 2800 juga disebut telah beredar, yakni “Vanguard”. Sementara itu, Exynos 2700 dilaporkan memakai nama sandi “Ulysses” dan sama-sama tetap mengandalkan proses 2nm.
Fokus ke yield, bukan sekadar mengejar node terbaru
Laporan yang sama menyebut Samsung sempat berencana memakai proses 1.4nm pada 2027, tetapi kemudian mengubah strategi. Perusahaan kini lebih memilih stabilisasi hasil produksi dan optimalisasi proses daripada mengejar miniaturisasi agresif setiap tahun.
Perubahan arah ini memperlihatkan bahwa Samsung menyesuaikan strategi dengan kondisi industri semikonduktor yang makin kompleks. Di segmen chipset mobile, node yang lebih kecil tidak selalu langsung menjamin hasil produksi yang baik, terutama jika kematangan teknologinya belum optimal.
Untuk itu, SF2P+ disebut menjadi tahap peralihan sebelum teknologi 1.4nm benar-benar hadir pada 2029. Pendekatan bertahap seperti ini umum dipakai produsen chip agar transisi generasi berjalan lebih aman dan efisien.
Mengapa langkah ini penting bagi Galaxy S28
Exynos 2800 diperkirakan akan menjadi salah satu komponen kunci untuk keluarga Galaxy S28. Jika Samsung berhasil menjaga performa dan efisiensi chip ini, perusahaan bisa memperkuat posisinya di pasar smartphone flagship dengan solusi buatan sendiri.
Selain itu, keberhasilan Exynos 2800 juga akan berdampak pada citra Samsung Foundry. Selama ini, kemampuan Samsung memproduksi chip kelas atas dengan tingkat yield yang kompetitif menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan industri.
Berikut poin penting dari laporan tersebut:
- Exynos 2800 dikabarkan akan tampil di seri Galaxy S28.
- Chip ini disebut memakai proses 2nm SF2P+.
- Samsung menargetkan desain selesai dan skema diserahkan ke foundry “dalam tahun ini”.
- Nama sandi Exynos 2800 adalah Vanguard.
- Samsung kini memprioritaskan stabilitas produksi dan optimalisasi desain.
Ekosistem Exynos tetap bergerak maju
Laporan itu juga menegaskan bahwa Exynos 2700 berjalan mulus karena tetap memakai teknologi 2nm. Hal ini memberi gambaran bahwa Samsung tidak sedang berhenti di satu generasi, melainkan membangun jalur pengembangan berlapis untuk beberapa tahun ke depan.
Seorang pejabat industri semikonduktor yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut Samsung menilai miniaturisasi proses chip mobile setiap tahun sudah tidak lagi realistis seperti dulu. Karena itu, perusahaan kini menaruh perhatian lebih besar pada design technology co-optimization, yaitu penyelarasan antara desain chip dan proses manufaktur agar hasil akhir lebih matang.
Jika strategi ini berhasil, Exynos 2800 bisa menjadi pembuktian bahwa Samsung mampu bersaing bukan hanya lewat skala produksi, tetapi juga lewat kualitas implementasi teknologi. Untuk pengguna Galaxy S28, hasil akhirnya akan sangat bergantung pada seberapa baik Samsung menyeimbangkan performa tinggi, efisiensi daya, dan kestabilan produksi pada generasi Exynos berikutnya.
Source: www.gsmarena.com