OpenAI dilaporkan menghentikan langkah pengembangan Sora, alat pembuat video berbasis AI yang sempat menarik perhatian besar sejak diperkenalkan sebagai cara menghasilkan klip realistis dari prompt teks sederhana. Perubahan arah ini menunjukkan bahwa OpenAI kini menilai video generatif bukan lagi fokus utama, meski akses terhadap Sora belum langsung hilang sepenuhnya.
Langkah tersebut juga menandai pergeseran strategi perusahaan ke bidang lain yang dinilai lebih menjanjikan, termasuk robotika dan AI “agentic”. Dalam fase transisi ini, aplikasi web Sora masih dapat diakses untuk sementara, tetapi belum ada batas waktu penutupan yang diumumkan secara jelas.
Mengapa Sora Ditinggalkan
Sora sempat mencuri perhatian saat demo awalnya beredar luas dan memicu ekspektasi tinggi atas kualitas video yang terus membaik. Namun, antusiasme itu tampaknya tidak berkembang menjadi daya tarik jangka panjang yang cukup kuat untuk menopang produk sebagai prioritas bisnis.
Menurut laporan yang beredar, performa komersial Sora juga jauh di bawah layanan utama OpenAI lainnya. Platform ini disebut hanya menghasilkan sekitar US$1,4 juta pendapatan in-app secara global, jauh lebih kecil dibandingkan ChatGPT yang meraih sekitar US$1,9 miliar dalam periode yang sebanding.
Faktor Bisnis dan Risiko yang Membayangi
OpenAI tidak hanya melihat aspek pendapatan saat mengevaluasi Sora. Biaya infrastruktur yang besar, kebutuhan komputasi tinggi, dan kompetisi ketat dari pemain lain ikut menekan kelayakan bisnis produk video generatif tersebut.
Isu moderasi juga menjadi beban serius karena teknologi ini rawan disalahgunakan. Kekhawatiran terkait deepfake, konten berhak cipta, dan gambar non-konsensual membuat pengembangan produk seperti Sora menghadapi risiko reputasi dan hukum yang tinggi.
Daftar faktor utama yang disebut memengaruhi keputusan OpenAI:
- Pendapatan Sora yang relatif kecil dibanding produk inti OpenAI.
- Risiko penyalahgunaan melalui deepfake dan konten tanpa izin.
- Biaya operasional dan komputasi yang tinggi.
- Persaingan yang makin ketat di pasar video AI.
- Pergeseran fokus perusahaan ke robotika dan AI agentic.
Dampak pada Kemitraan Disney
Keputusan ini juga berdampak pada kemitraan besar dengan The Walt Disney Company yang sebelumnya diumumkan sebagai peluang strategis. Laporan menyebut nilai kesepakatan itu sekitar US$1 miliar, dan rencananya Sora akan memungkinkan pengguna membuat video berisi karakter Disney yang dikenal luas.
Namun, kesepakatan tersebut disebut belum bergerak cukup jauh hingga ada pembayaran yang benar-benar dilakukan. Disney juga dilaporkan tidak menyangka keputusan OpenAI datang begitu cepat, meski perusahaan itu tetap menyatakan akan terus menjajaki kerja sama AI lain sambil melindungi kekayaan intelektualnya.
Apa Artinya bagi Pasar AI Video
Keputusan OpenAI ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa pasar video generatif belum otomatis menjamin model bisnis yang stabil. Banyak perusahaan mampu memamerkan demo yang impresif, tetapi tidak semuanya berhasil mengubah perhatian publik menjadi pendapatan dan penggunaan yang berkelanjutan.
Tiga pelajaran penting dari kasus Sora:
| Aspek | Implikasi |
|---|---|
| Produk | Demo yang viral belum tentu jadi produk berumur panjang |
| Bisnis | Monetisasi harus sejalan dengan biaya dan risiko |
| Regulasi | Moderasi dan perlindungan hak cipta makin menentukan arah produk |
Persaingan di bidang ini juga semakin padat karena sejumlah perusahaan lain terus meluncurkan alat video AI baru. Dalam kondisi seperti itu, OpenAI tampaknya memilih memusatkan sumber daya pada area yang dinilai lebih strategis dan berpeluang memberi dampak bisnis lebih besar dalam jangka panjang, sementara Sora masuk ke fase reduksi peran yang masih menyisakan akses terbatas untuk pengguna saat ini.
Source: www.gizmochina.com