
Samsung mulai menyiapkan langkah berikutnya di lini chip Exynos dengan mengembangkan Exynos 2800 yang digadang-gadang akan menjadi otak Galaxy S28. Informasi awal yang beredar menunjukkan chip ini sedang diposisikan sebagai penerus strategi performa dan efisiensi Samsung, setelah perusahaan lebih dulu mengenalkan Exynos 2600 sebagai chip smartphone 2nm pertama di dunia.
Laporan terbaru menyebut Exynos 2800 menargetkan proses tape out sebelum akhir tahun ini. Tahap tersebut menandai selesainya desain chip sebelum masuk ke fabrikasi, sehingga menjadi salah satu indikator awal bahwa pengembangan berjalan sesuai jadwal sebelum perangkat massal memasuki rantai produksi.
Arah baru Exynos 2800
Menurut laporan ZDNet Korea yang dikutip lewat akun @jukan05, Exynos 2800 diperkirakan akan dipakai di seri Galaxy S28 dan berpotensi meluncur pada awal 2028. Chip ini membawa nama sandi Vanguard dan akan dibuat oleh Samsung Foundry dengan proses 2nm, tetapi bukan generasi yang sama seperti Exynos 2600.
Samsung disebut memilih SF2P+, yaitu proses 2nm generasi ketiga milik Samsung Foundry. Langkah ini menarik karena sebelumnya Exynos 2600 memakai proses 2nm generasi pertama, sementara Exynos 2700 yang diprediksi hadir di Galaxy S27 kabarnya akan menggunakan SF2P, alias proses 2nm generasi kedua.
Mengapa Samsung tidak buru-buru ke 1.4nm
Sumber yang sama juga menyebut Samsung sempat merencanakan penggunaan proses fabrikasi 1.4nm untuk Exynos 2800. Namun, perusahaan kemudian mengubah arah dan memprioritaskan peningkatan tingkat hasil produksi, stabilitas, dan efisiensi ketimbang melompat terlalu cepat ke node yang lebih baru.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung menilai kematangan produksi lebih penting daripada sekadar mengejar angka proses terkecil. Di industri semikonduktor, hasil produksi yang rendah bisa berdampak besar pada biaya, pasokan, dan konsistensi performa chip di perangkat konsumen.
SF2P sendiri sudah diklaim menawarkan peningkatan yang cukup jelas dibanding SF2. Proses ini disebut mampu memberi performa hingga 12 persen lebih baik, pengurangan area 8 persen, dan efisiensi daya 25 persen lebih tinggi dibanding proses 2nm generasi pertama.
Posisi Exynos 2700 dan Exynos 2800
Perubahan strategi Samsung juga terlihat dari jadwal lini Exynos yang kini lebih bertahap. Berikut gambaran singkatnya:
- Exynos 2600: chip 2nm pertama Samsung, dipakai di Galaxy S26 dan S26+ di banyak pasar.
- Exynos 2700: diperkirakan hadir di Galaxy S27, memakai SF2P.
- Exynos 2800: ditargetkan untuk Galaxy S28, memakai SF2P+.
Polanya menunjukkan Samsung tidak lagi berusaha memaksa satu generasi baru setiap tahun. Sebaliknya, perusahaan tampak ingin membangun transisi yang lebih stabil agar kinerja dan efisiensi meningkat secara konsisten.
Kemungkinan konfigurasi chip
Laporan tersebut juga menyebut Exynos 2800 dapat memakai CPU kustom dari System LSI dan GPU yang sepenuhnya dikembangkan internal. Jika benar, kombinasi ini bisa memberi Samsung kontrol yang lebih besar terhadap optimasi performa dan manajemen daya di perangkat Galaxy mendatang.
Pendekatan semacam itu juga sejalan dengan strategi Design-Technology Co-Optimization atau DTCO. Metode ini memadukan desain chip dan proses manufaktur secara lebih erat, sehingga peningkatan efisiensi tidak hanya bergantung pada ukuran node yang makin kecil.
Dampak untuk Galaxy S28
Bagi pengguna, detail awal ini penting karena Exynos sering menjadi salah satu faktor pembeda paling besar di seri flagship Samsung. Jika SF2P+ benar digunakan, Exynos 2800 berpeluang membawa peningkatan efisiensi yang lebih matang, sekaligus membantu Samsung menjaga suhu dan daya tahan baterai di perangkat kelas atas.
Di sisi lain, keputusan menunda node 1.4nm hingga sekitar 2029 juga menandakan Samsung lebih fokus pada kesiapan produksi jangka menengah. Dalam konteks persaingan chip premium, langkah itu bisa menjadi cara untuk menekan risiko dan memastikan Exynos 2800 hadir dengan performa yang lebih stabil saat Galaxy S28 masuk pasar.
Source: www.sammobile.com








