Motorola Memotong Keunggulan Samsung, Peta Pasar Foldable Menjelang iPhone Fold

Pasar ponsel lipat di Amerika Utara mulai berubah cepat. Samsung memang masih memimpin, tetapi keunggulannya atas para pesaing kini semakin menipis seiring pertumbuhan agresif Motorola dan persiapan masuknya Apple ke segmen ini.

Laporan terbaru Counterpoint Research menunjukkan pengiriman ponsel lipat di kawasan itu naik 28% secara tahunan. Kenaikan ini menandakan minat konsumen tetap kuat, namun perubahan yang paling menonjol justru terjadi pada pembagian pangsa pasar.

Samsung Masih Terdepan, tetapi Tekanan Semakin Besar

Samsung mencatat penurunan pangsa dari 65% pada 2024 menjadi sekitar 51% pada 2025. Posisi itu masih membuat Samsung berada di puncak, terutama di kategori foldable bergaya buku atau book-style, tetapi pasar model clamshell kini jauh lebih ramai.

Motorola menjadi penantang paling serius di segmen tersebut. Permintaan tinggi terhadap seri Razr 60, ditambah strategi harga agresif dan kerja sama dengan operator, mendorong pertumbuhan bisnis lipat Motorola secara signifikan.

Motorola Menjadi Pendorong Perubahan Pasar

Menurut Counterpoint, Motorola berhasil merebut sekitar 44% pangsa pasar foldable di Amerika Utara. Angka itu menunjukkan bagaimana model clamshell berhasil menarik pembeli yang sebelumnya cenderung memilih Samsung.

Ada beberapa alasan yang membuat Motorola cepat menanjak:

  1. Harga yang lebih kompetitif dibanding banyak rival.
  2. Penawaran operator yang memudahkan konsumen membeli lewat skema cicilan.
  3. Desain Razr yang ikonik dan familiar bagi pembeli lama.
  4. Fokus yang kuat pada segmen clamshell, yang kini menjadi arena persaingan utama.

Dengan kombinasi itu, Motorola mengubah pasar yang sebelumnya cenderung satu arah menjadi pertarungan dua pemain besar.

Google Ikut Tumbuh, meski Masih Kecil

Di luar Samsung dan Motorola, Google juga mencatat perkembangan positif. Pengiriman perangkat lipat Pixel naik 52% secara tahunan setelah peluncuran Pixel 10 Pro Fold pada akhir 2025.

Meski tumbuh cepat, pangsa Google masih sekitar 5%. Itu berarti Google masih bermain di level kecil, tetapi momentum pertumbuhannya menunjukkan bahwa pasar foldable tidak lagi hanya dikuasai dua merek besar.

Apple Siap Masuk ke Pasar Foldable

Perubahan lanskap ini terjadi menjelang masuknya Apple ke kategori ponsel lipat. iPhone Fold yang sudah lama dirumorkan disebut akan meluncur bersama seri iPhone 18 pada akhir tahun ini, meski ketersediaannya bisa berbeda di tiap pasar.

Kehadiran Apple diperkirakan akan mengubah perilaku konsumen secara lebih luas. Selama ini, Apple menunggu hingga teknologi foldable dinilai lebih matang, sehingga perusahaan bisa masuk saat kekhawatiran soal daya tahan dan keandalan perangkat sudah lebih rendah dibanding fase awal pasar.

Mengapa Momentum Ini Penting

Masuknya Apple saat pasar mulai stabil bisa membuat foldable lebih mudah diterima pengguna umum. Kondisi itu juga dapat mempercepat adopsi di luar komunitas penggemar teknologi, terutama jika Apple menghadirkan pengalaman yang konsisten dengan ekosistem iPhone.

Berikut gambaran singkat kondisi pasar foldable di Amerika Utara: Merek Pangsa Pasar Tren Utama
Samsung sekitar 51% Masih memimpin, tetapi turun
Motorola sekitar 44% Naik pesat berkat Razr 60
Google sekitar 5% Bertumbuh cepat dari basis kecil

Samsung juga dikabarkan menyiapkan pembaruan produknya, termasuk foldable book-style dengan layar lebih lebar. Langkah itu tampak diarahkan untuk menjaga posisi perusahaan saat kompetitor baru masuk dan persaingan makin ketat.

Jika tren saat ini berlanjut, pasar foldable pada 2026 berpotensi memasuki fase baru. Samsung masih kuat, tetapi Motorola sudah mulai menggerus dominasinya, dan kehadiran iPhone Fold bisa membuat kategori ini bergerak lebih cepat menuju arus utama.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button