
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan pembaruan yang terasa selektif, bukan revolusioner. Di sisi lain, Galaxy S25 Ultra tetap menawarkan pengalaman yang sangat dekat, apalagi Samsung menjanjikan dukungan perangkat lunak hingga 7 tahun untuk pembaruan OS dan patch keamanan.
Bagi banyak pengguna, pertanyaan utamanya sederhana: apakah selisih harga sekitar $200/€200 di pasar Amerika Serikat dan Eropa sepadan dengan peningkatan yang dibawa Galaxy S26 Ultra. Dari pengujian yang dirujuk, jawabannya bergantung pada prioritas, karena beberapa aspek memang naik kelas, tetapi tidak semuanya.
Desain dan kenyamanan genggam
Galaxy S26 Ultra membawa bodi yang lebih tipis dengan bobot 214 gram, turun dari 218 gram pada S25 Ultra. Desain sudut yang lebih membulat juga membuat ponsel baru ini terasa lebih nyaman di tangan, terutama saat dipakai lama.
Ukuran fisiknya sedikit berubah menjadi 163.6 x 78.1 x 7.9 mm, sedangkan S25 Ultra berukuran 162.8 x 77.6 x 8.2 mm. Meski S26 Ultra sedikit lebih besar secara dimensi, perbedaan itu belum tentu terasa dalam pemakaian harian karena ukuran layar keduanya sama.
Ada satu perubahan yang kurang menguntungkan di S26 Ultra, yaitu tonjolan modul kamera yang lebih menonjol. Selain itu, pergantian material frame dari titanium pada S25 Ultra ke Armor aluminum 2 di S26 Ultra bisa dianggap langkah mundur bagi pengguna yang mengutamakan kesan premium dan daya tahan.
Layar: hampir identik, dengan fitur privasi baru
Kedua model sama-sama memakai panel LTPO OLED 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1440 x 3120 piksel. Tingkat kecerahan maksimalnya juga sangat dekat, dengan S26 Ultra di 1480 nits dan S25 Ultra di 1417 nits, sehingga visibilitas luar ruang tetap sangat baik pada keduanya.
Perbedaan paling menonjol ada pada fitur Privacy Display di S26 Ultra. Fitur ini membatasi sudut pandang orang lain agar isi layar lebih sulit dilihat dari samping, mirip pelindung layar privat, tetapi bisa dimatikan kapan saja.
Namun ada konsekuensinya, karena kecerahan maksimum akan turun setengah saat fitur itu aktif. Saat Privacy Display dimatikan, tidak ada perbedaan yang berarti dalam ketajaman, sudut pandang, atau tingkat terang layar dibandingkan S25 Ultra.
Performa dan baterai
S26 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sedangkan S25 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite for Galaxy. Keduanya sama-sama dipasangkan dengan RAM 12GB pada varian 256GB dan 512GB, sementara model 1TB mendapat RAM 16GB pada generasi baru.
Dalam pengujian sintetis, S26 Ultra unggul, termasuk sekitar 17% di Geekbench, 19% di AnTuTu, dan 16% di 3DMark Wild Life Extreme. Artinya, ponsel baru ini memang lebih kencang, tetapi S25 Ultra tetap sangat bertenaga untuk game berat dan aplikasi intensif.
Daya tahan baterai juga sedikit lebih baik di S26 Ultra, meski sama-sama memakai baterai 5.000 mAh. Peningkatan ini terlihat pada tes browsing web dan streaming video, jadi pengguna mendapat waktu pakai layar yang lebih panjang tanpa perubahan kapasitas baterai.
Pengisian daya dan audio
Perubahan paling terasa justru ada di pengisian daya, karena S26 Ultra kini mendukung fast charging kabel 60W, naik dari 45W pada S25 Ultra. Dalam pengujian, S26 Ultra mencapai 51% dalam 15 menit, 84% dalam 30 menit, dan penuh dalam 43 menit, sedangkan S25 Ultra baru mencapai 41%, 72%, dan penuh dalam 59 menit.
Di sektor speaker, S26 Ultra terdengar sedikit lebih pelan, tetapi tuning-nya dinilai lebih seimbang. Vokal terdengar lebih natural dan treble tidak terlalu tajam, meski S25 Ultra masih unggul untuk volume suara yang lebih kencang.
Kamera: peningkatan kecil, bukan lompatan besar
S16 Ultra tidak membawa perubahan hardware yang benar-benar besar pada sistem kamera. Lensa utama dan telefoto 5x mendapat aperture yang lebih terang, sementara kamera selfie tetap memakai sensor yang sama tetapi dengan lensa yang lebih lebar.
Hasil foto siang hari menunjukkan perbedaan yang tipis, dan pada banyak skenario keduanya terlihat sangat mirip. S25 Ultra justru masih lebih baik untuk close-up, sedangkan S26 Ultra unggul di selfie karena bidang pandangnya lebih luas dan bisa menampung lebih banyak subjek dalam frame.
Pada malam hari, S26 Ultra lebih konsisten di beberapa situasi, terutama pada detail tekstur dan hasil Night mode yang lebih rapi. Meski begitu, telefoto 3x masih sedikit lebih baik di S25 Ultra dalam kondisi gelap, sehingga kamera lama belum bisa disebut kalah total.
Pilih yang mana?
- Pilih Galaxy S26 Ultra jika prioritas utama adalah pengisian daya lebih cepat, desain yang lebih nyaman, baterai sedikit lebih awet, performa lebih tinggi, dan fitur Privacy Display.
- Pilih Galaxy S25 Ultra jika menginginkan harga lebih rendah, close-up kamera yang lebih baik, speaker yang lebih keras, dan frame titanium yang terasa lebih premium.
- Untuk pengguna umum, pengalaman kedua ponsel ini tetap sangat dekat, sehingga selisih harga menjadi faktor penentu yang paling besar.
Dengan paket fitur yang ditawarkan, Galaxy S26 Ultra terasa seperti penyempurnaan yang berguna, bukan lompatan besar yang wajib diburu semua orang. Galaxy S25 Ultra masih sangat masuk akal bagi pembeli yang ingin flagship Samsung kelas atas tanpa membayar lebih untuk peningkatan yang sifatnya bertahap.
Source: www.gsmarena.com








