Apple Hentikan Mac Pro, Penutup Era Desktop Paling Bertenaga

Apple diam-diam menghentikan penjualan Mac Pro di seluruh toko resminya, menandai berakhirnya desktop paling bertenaga yang pernah diposisikan untuk pengguna profesional. Langkah ini terlihat jelas karena Mac Pro sudah tidak lagi muncul di etalase Apple di semua wilayah, tanpa halaman produk dan tanpa label “out of stock”.

Keputusan itu menjadi sinyal kuat bahwa Apple tidak hanya menghentikan penjualan sementara, tetapi benar-benar menutup babak untuk lini desktop modular kelas atas tersebut. Mengacu pada laporan 9to5Mac, Apple mengonfirmasi bahwa Mac Pro telah dihentikan dan tidak ada rencana perangkat keras baru untuk model itu.

Mengapa Mac Pro dihentikan

Mac Pro selama ini ditujukan untuk kelompok profesional yang membutuhkan tenaga besar, termasuk editor video, animator, dan pekerja 3D. Perangkat ini dikenal sebagai mesin kerja kelas premium yang menawarkan performa tinggi dan opsi ekspansi yang luas.

Model terakhirnya meluncur pada 2023 dengan chip M2 Ultra. Apple membekalinya dengan hingga 192GB unified memory dan sejumlah slot PCIe, sementara generasi Intel sebelumnya bahkan menawarkan prosesor Xeon hingga 28-core serta kartu grafis kelas berat.

Namun, arah pengembangan Apple berubah setelah transisi ke Apple Silicon. Chip buatan Apple ini lebih menekankan efisiensi, integrasi, dan performa per watt, tetapi membawa konsekuensi pada fleksibilitas upgrade yang dulu menjadi nilai utama Mac Pro.

Faktor yang membuat Mac Pro makin kehilangan posisi

Salah satu perbedaan terbesar ada pada keterbatasan ekspansi. Apple Silicon tidak mendukung external GPU dan memori yang bisa diganti pengguna, sehingga sebagian keunggulan khas desktop profesional semakin berkurang.

Di saat yang sama, Mac Studio mulai mengisi ruang yang sama dengan bentuk yang lebih kecil dan harga yang lebih rendah. Bagi banyak profesional, selisih performa antara Mac Studio dan Mac Pro tidak lagi cukup besar untuk membenarkan perangkat yang jauh lebih mahal dan lebih besar.

Berikut faktor utama yang paling sering dikaitkan dengan penghentian Mac Pro:

  1. Peralihan Apple ke Apple Silicon mengubah prioritas desain perangkat.
  2. Dukungan upgrade hardware menjadi lebih terbatas dibanding era Intel.
  3. Mac Studio menawarkan performa mendekati Mac Pro dalam bodi yang lebih ringkas.
  4. Basis pengguna Mac Pro tergolong niche, sehingga siklus pembaruan menjadi sulit dipertahankan.

Apa artinya bagi pengguna profesional

Bagi pengguna yang masih mengandalkan Mac Pro, penghentian ini tidak berarti perangkat tersebut langsung berhenti bekerja. Unit yang sudah dibeli tetap dapat digunakan seperti biasa, selama dukungan perangkat lunak dan kebutuhan kerja masih terpenuhi.

Meski begitu, keputusan Apple menunjukkan bahwa strategi desktop profesional perusahaan tampaknya kini berpusat pada perangkat yang lebih efisien dan lebih sederhana dalam desain. Dalam konteks ini, Mac Studio berpotensi menjadi pilihan utama Apple untuk sebagian besar kebutuhan kerja berat yang sebelumnya diarahkan ke Mac Pro.

Perubahan ini juga memperlihatkan bagaimana definisi “pro” di ekosistem Apple bergeser. Jika dulu profesional identik dengan sistem modular dan kemampuan upgrade luas, kini Apple lebih memilih integrasi chip, optimasi daya, dan desain kompak sebagai nilai jual utama.

Apa yang perlu diperhatikan setelah ini

Mac Pro tetap punya tempat penting dalam sejarah Apple karena sempat menjadi simbol desktop paling kuat untuk kreator dan teknisi kelas profesional. Tetapi dengan dihapusnya produk itu dari toko resmi, Apple tampak sedang menegaskan bahwa generasi desktop profesional berikutnya tidak lagi akan berbentuk tower besar seperti Mac Pro.

Ke depan, pengamat industri akan melihat apakah Apple benar-benar menutup total kategori tersebut atau justru menyiapkan pendekatan baru untuk workstation kelas atas dengan filosofi yang berbeda dari Mac Pro lama. Saat ini, yang jelas, era desktop Apple paling powerful dengan nama Mac Pro tampaknya sudah resmi mencapai ujungnya.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait

Back to top button