
Bab penting dalam sejarah Android resmi berakhir ketika Xiaomi menghentikan pembaruan untuk dua perangkat terakhir yang masih memakai MIUI, yakni Redmi A2 dan Redmi A2+. Keputusan ini membuat MIUI benar-benar berstatus selesai untuk selamanya, setelah lebih dari satu dekade menjadi identitas software utama di ekosistem ponsel Xiaomi.
Penghentian dukungan itu diumumkan setelah firmware terakhir V14.0.44.0.TGOMIXM dirilis sebagai pembaruan penutup. Bagi pengguna lama, kabar ini bukan hanya soal dua model entry-level, tetapi juga penanda bahwa era skin Android yang pernah sangat dominan itu sudah resmi memasuki arsip sejarah.
MIUI dari custom ROM ke platform raksasa
MIUI pertama kali lahir pada Agustus 2010, bahkan sebelum Xiaomi memiliki lini ponsel sendiri. Awalnya, MIUI dikembangkan sebagai custom ROM berbasis Android 2.2 Froyo untuk perangkat Android pihak ketiga, lalu tumbuh lewat komunitas pengguna yang aktif dan loyal.
Strategi itu terbukti efektif karena Xiaomi tidak langsung bertarung di pasar hardware, melainkan membangun basis penggemar lebih dulu. MIUI menawarkan pembaruan mingguan, tema yang fleksibel, dan dukungan modifikasi yang luas, sehingga cepat dikenal sebagai salah satu skin Android paling ramah personalisasi.
Dalam perjalanannya, MIUI melahirkan sejumlah fitur yang kemudian identik dengan Xiaomi, seperti Second Space, Dual Apps, App Lock, dan perekaman telepon bawaan. Popularitasnya juga melonjak tajam, dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan pada masa puncaknya.
Jejak panjang sebelum akhirnya ditutup
Peralihan Xiaomi ke HyperOS sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2023, namun MIUI masih bertahan di sejumlah perangkat lama sampai fase akhirnya. Redmi A2 dan A2+ menjadi model terakhir yang tetap menerima patch keamanan dan pembaruan minor hingga penghujung masa dukungannya.
Berikut garis besar perjalanan MIUI yang paling menonjol:
| Tahap | Peristiwa |
|---|---|
| Awal kelahiran | Diluncurkan sebagai custom ROM berbasis Android |
| Pertumbuhan awal | Menarik komunitas modding dan pengguna enthusiast |
| Puncak adopsi | Menembus lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan |
| Transisi | Xiaomi mulai mengalihkan fokus ke HyperOS |
| Akhir dukungan | Pembaruan untuk Redmi A2 dan A2+ dihentikan |
Bagi pengguna, penutupan ini berarti tidak ada lagi update keamanan maupun peningkatan sistem untuk perangkat yang masih bergantung pada MIUI. Kondisi ini penting dicermati karena perangkat tanpa dukungan software biasanya lebih rentan terhadap celah keamanan dan masalah kompatibilitas aplikasi.
Mengapa Xiaomi meninggalkan MIUI
Langkah Xiaomi menutup MIUI berkaitan erat dengan arah bisnis yang lebih luas. MIUI memang sangat kuat untuk smartphone, tetapi Xiaomi kini mengelola ekosistem yang jauh lebih besar, mulai dari perangkat rumah pintar hingga mobil listrik.
Xiaomi membutuhkan sistem yang bisa menghubungkan ratusan juta perangkat lintas kategori dengan lebih konsisten. Karena itu, HyperOS diposisikan sebagai platform baru yang dirancang agar lebih ringan, lebih efisien, dan lebih siap mendukung konsep “Human x Car x Home”.
Xiaomi menyebut pengembangan eksploratif sistem itu sudah dimulai sejak 2014, lalu riset serius berjalan sejak 2017. HyperOS juga memadukan Android yang dikembangkan lebih dalam dengan Vela, sistem IoT buatan Xiaomi yang berjalan di atas kernel Linux.
Dampak bagi ekosistem Xiaomi
HyperOS tidak sekadar mengganti nama antarmuka. Sistem ini membawa integrasi yang lebih luas lewat HyperConnect, yang memungkinkan perangkat saling terhubung secara real-time dengan lebih mudah.
Melalui pendekatan itu, ponsel bisa berperan sebagai penghubung ke perangkat lain, mulai dari smart TV hingga mobil dan perangkat rumah pintar. Xiaomi juga tetap mempertahankan banyak elemen visual dan pola interaksi khas MIUI agar pengguna lama tidak merasa terlalu asing saat berpindah.
Di sisi pasar, langkah ini menandai perubahan besar dalam cara produsen Android membangun identitas software. Jika dulu tiap merek berlomba membuat skin yang berbeda-beda, kini arah industrinya bergerak ke sistem yang lebih ringkas, terintegrasi, dan lintas perangkat.
Bagi pemilik Redmi A2 dan A2+, akhir dukungan MIUI menjadi penutup resmi dari sebuah era yang sempat membentuk budaya Android modern. Warisan MIUI tetap terasa kuat karena sistem itulah yang dulu membantu Xiaomi tumbuh dari pembuat custom ROM menjadi salah satu pemain teknologi terbesar di dunia.
Source: telset.id








