
Apple MacBook Neo dan Samsung Galaxy Book4 sama-sama membidik pembeli laptop tipis di kelas harga menengah. Pertanyaan utamanya sederhana, apakah laptop Windows dari Samsung ini benar-benar bisa menandingi MacBook Neo dalam penggunaan harian, kerja produktif, dan daya tahan baterai.
Data dari artikel referensi menunjukkan persaingan keduanya terlihat ketat di atas kertas. Namun, ketika spesifikasi, benchmark, kualitas layar, dan efisiensi daya dibandingkan lebih rinci, MacBook Neo masih unggul di lebih banyak aspek penting.
Perbandingan spesifikasi utama
Berikut gambaran spesifikasi yang disebut dalam artikel referensi. Tabel ini memudahkan pembaca melihat perbedaan paling relevan.
| Komponen | Apple MacBook Neo | Samsung Galaxy Book4 |
|---|---|---|
| Layar | 13 inci Liquid Retina, 2408×1506, 500 nits | 15,6 inci IPS, 1920×1080, 300 nits |
| Prosesor | Apple A18 Pro 6-core | Intel Core i7 1355U |
| RAM | 8GB LPDDR5 | 16GB LPDDR5 |
| Grafis | Apple 5-core GPU | Intel Arc iGPU |
| Penyimpanan | 256GB/512GB PCIe Gen 4 SSD | 512GB PCIe Gen 4 SSD |
| Baterai | 36.5Wh | 55Wh |
| Harga acuan | 66,900 rupees | 66,900 rupees |
Secara angka, Galaxy Book4 menawarkan RAM lebih besar dan SSD 512GB sebagai nilai tambah yang menarik. Namun, MacBook Neo membawa layar dengan resolusi lebih tinggi, tingkat kecerahan lebih baik, dan desain yang lebih ringkas.
Desain dan kualitas layar
Artikel referensi menyebut MacBook Neo memakai bodi aluminium unibody. Konstruksi seperti ini umumnya memberi rigiditas lebih baik dan membuat bodi terasa lebih kokoh saat dibawa atau digunakan di meja sempit.
Galaxy Book4 juga memakai material aluminium, tetapi bukan desain unibody. Karena itu, tingkat fleksi bodinya disebut sedikit lebih terasa dibanding MacBook Neo.
Untuk portabilitas, MacBook Neo dinilai lebih tipis, lebih ringan, dan lebih kompak. Ini penting bagi pengguna yang sering berpindah tempat, bekerja di kafe, atau membawa laptop setiap hari.
Layar menjadi salah satu area pembeda terbesar. MacBook Neo unggul dalam resolusi, akurasi warna, brightness, dan sudut pandang, sementara Galaxy Book4 mengandalkan panel lebih besar yang bisa terasa nyaman untuk kerja spreadsheet atau multitasking.
Performa: tipis selisihnya atau cukup jauh?
Perbandingan benchmark di artikel referensi menunjukkan hasil yang tidak sepenuhnya seimbang. Apple A18 Pro unggul cukup jelas pada beban single-core, sedangkan Intel Core i7 1355U masih bisa menjaga persaingan pada skenario tertentu.
Berikut data benchmark yang dicantumkan sumber referensi:
-
Cinebench R23 single-core
- Intel Core i7 1355U: 1799
- Apple A18 Pro: 2109
-
Cinebench R23 multi-core
- Intel Core i7 1355U: 9273
- Apple A18 Pro: 9088
-
Geekbench 6 single-core
- Intel Core i7 1355U: 2466
- Apple A18 Pro: 3615
- Geekbench 6 multi-core
- Intel Core i7 1355U: 7553
- Apple A18 Pro: 9225
Berdasarkan data itu, MacBook Neo lebih unggul untuk tugas ringan sampai menengah yang mengandalkan respons single-core. Kategori ini biasanya mencakup browsing, mengetik, presentasi, editing foto ringan, dan kerja kantoran umum.
Galaxy Book4 masih kompetitif untuk pekerjaan multi-thread tertentu. Namun, keunggulan Apple di Geekbench single-core dan multi-core memberi sinyal bahwa pengalaman penggunaan harian bisa terasa lebih cepat dan lebih konsisten di MacBook Neo.
Baterai dan pengalaman pakai
Salah satu poin terkuat MacBook Neo ada pada efisiensi daya. Artikel referensi menyebut laptop ini bisa bertahan sekitar 11 sampai 14 jam untuk pemakaian ringan hingga sedang, meski kapasitas baterainya hanya 36.5Wh.
Galaxy Book4 membawa baterai lebih besar, yakni 55Wh. Namun, kombinasi prosesor Intel yang lebih boros membuat daya tahannya disebut berada di kisaran enam sampai delapan jam untuk pola penggunaan serupa.
Ini menunjukkan kapasitas baterai tidak selalu menentukan hasil akhir. Efisiensi chipset dan optimasi sistem tetap menjadi faktor yang sangat menentukan pada laptop tipis modern.
Nilai beli di harga yang sama
Kedua laptop disebut dijual pada harga awal yang sama, yaitu 66,900 rupees. Dalam kondisi harga setara, pembeli biasanya akan melihat perangkat yang memberi lebih banyak keunggulan nyata dalam penggunaan sehari-hari.
Galaxy Book4 punya beberapa nilai jual yang tidak bisa diabaikan. RAM 16GB, SSD 512GB, dan ekosistem Windows masih relevan bagi pengguna yang membutuhkan kompatibilitas software lebih luas atau terbiasa dengan alur kerja Microsoft.
Namun, MacBook Neo dinilai lebih unggul dalam build quality, kualitas layar, portabilitas, performa umum, speaker, dan terutama baterai. Dengan dasar data benchmark dan spesifikasi dari artikel referensi, laptop Apple ini masih tampak lebih sulit dikalahkan di kelas harga yang sama.
Bagi calon pembeli yang memprioritaskan layar, mobilitas, daya tahan baterai, dan performa responsif untuk kerja harian, MacBook Neo terlihat lebih kuat. Sementara itu, Samsung Galaxy Book4 masih lebih masuk akal bagi pengguna yang membutuhkan Windows, RAM lebih besar sejak awal, dan ruang penyimpanan 512GB tanpa harus naik konfigurasi.
Source: tech.sportskeeda.com








