Asumsi bahwa tablet lokal selalu kalah kelas dari produk impor mulai sulit dipertahankan. Advan Tab VX Lite hadir membawa kombinasi harga terjangkau, fitur lengkap, dan dukungan purna jual yang membuatnya relevan bagi pelajar, keluarga, hingga pengguna kasual.
Perangkat ini diposisikan sebagai tablet fungsional untuk aktivitas harian tanpa menuntut biaya besar. Dengan banderol mulai Rp 1.699.000, Advan mencoba menjawab kebutuhan pasar yang mencari tablet dengan layar lega, baterai besar, dan konektivitas yang fleksibel.
Tablet lokal yang makin percaya diri di pasar
Persaingan tablet murah kini tidak lagi hanya soal spesifikasi di atas kertas. Konsumen juga menilai layanan servis, kemudahan perbaikan, dan ketersediaan dukungan setelah pembelian, area yang sering menjadi kelemahan produk impor murah.
Advan mengandalkan jaringan servis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memberi rasa aman bagi pengguna. Keunggulan ini penting karena tablet kerap dipakai intensif untuk belajar, hiburan, dan komunikasi, sehingga risiko kerusakan atau kebutuhan perawatan tidak bisa diabaikan.
Layar besar yang nyaman untuk belajar dan hiburan
Advan Tab VX Lite memakai panel IPS LCD 10,4 inci dengan resolusi 2K WUXGA+ 1200 x 2000 piksel. Kerapatan 224 ppi membuat tampilan teks dan gambar terlihat cukup tajam untuk membaca materi, menonton video, atau membuka dokumen dalam waktu lama.
Fitur anti-silau juga membantu mengurangi pantulan cahaya saat dipakai di ruangan terang. Bagi pelajar dan pengguna yang sering menatap layar berjam-jam, aspek ini memberi nilai tambah yang terasa langsung dalam penggunaan sehari-hari.
Performa cukup untuk kelasnya
Di sektor dapur pacu, Advan membekali tablet ini dengan chipset UNISOC Tiger T618 octa-core. Chipset tersebut dipadukan dengan GPU Mali-G52 MP2 serta pilihan RAM 6GB atau 8GB, sehingga perangkat masih sanggup menjalankan banyak aplikasi ringan secara bersamaan.
Untuk penyimpanan, pengguna mendapat opsi 128GB atau 256GB yang masih bisa diperluas lewat slot microSD hybrid. Skor AnTuTu sekitar 300.000 poin menempatkan tablet ini pada level yang cukup untuk game kasual seperti Free Fire di setelan grafis menengah.
Baterai besar jadi daya tarik utama
Salah satu kekuatan paling mencolok ada pada baterai Li-Po 6000mAh. Kapasitas ini diklaim mampu mendukung penggunaan campuran hingga sekitar 10 jam, sehingga cocok untuk aktivitas sekolah, kerja ringan, maupun hiburan di luar rumah.
Kecepatan pengisian 10W memang bukan yang tercepat di kelasnya. Namun, kapasitas baterai besar tetap memberi keuntungan praktis karena pengguna tidak perlu terlalu sering mencari sumber listrik saat mobilitas sedang tinggi.
Fitur konektivitas yang tetap relevan
Advan Tab VX Lite membawa dukungan dual SIM 4G hybrid, Wi-Fi ac dual-band, Bluetooth 5.0, GPS, dan USB Type-C 2.0. Kombinasi ini membuat tablet lebih fleksibel dipakai di berbagai situasi, terutama saat akses internet tidak selalu tersedia lewat Wi-Fi.
Berikut beberapa fitur konektivitas yang menonjol:
- Dual SIM 4G hybrid untuk akses data seluler yang lebih fleksibel.
- Wi-Fi ac dual-band untuk koneksi internet rumah atau kantor yang lebih stabil.
- Bluetooth 5.0 untuk aksesori nirkabel.
- GPS untuk kebutuhan navigasi.
- USB Type-C 2.0 agar pengisian dan transfer data lebih praktis.
Speaker stereo ganda juga disematkan untuk mendukung konsumsi konten multimedia. Sementara itu, port audio 3,5mm masih dipertahankan, yang menjadi kabar baik bagi pengguna headset berkabel.
Harga bersaing dengan nilai tambah layanan lokal
Varian 6/128GB dijual Rp 1.699.000, sedangkan varian 8/256GB dibanderol Rp 2.499.000. Pada kisaran harga tersebut, Advan menawarkan desain punggung metal berwarna abu-abu dengan ketebalan tipis sekitar 7–8 mm, sehingga tampil lebih premium dari angka jualnya.
Tablet ini juga menjalankan Android 13 dan dibekali sensor akselerometer serta proximity untuk mendukung navigasi. Dalam praktiknya, kombinasi harga, fitur, dan dukungan servis lokal membuat Advan Tab VX Lite menjadi contoh bahwa tablet buatan dalam negeri kini punya posisi yang lebih percaya diri di tengah gempuran produk impor.








