Pasar smartphone kelas menengah atas kini makin padat karena dua nama yang sama-sama serius mengejar performa dan fitur, yaitu Redmi Note 15 Pro+ 5G dan iQOO Neo 10. Keduanya sama-sama hadir di rentang harga yang saling berdekatan, sehingga banyak calon pembeli mencari pembanding yang jelas sebelum memilih.
Jika dilihat dari data spesifikasi, keduanya menawarkan nilai jual yang berbeda. Redmi Note 15 Pro+ 5G terlihat lebih seimbang untuk penggunaan harian, sementara iQOO Neo 10 lebih agresif di performa, layar, dan daya tahan baterai.
Perbedaan inti yang paling terasa
Redmi Note 15 Pro+ 5G membawa layar CrystalRes AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1.5K, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan puncak 3200 nits. iQOO Neo 10 memakai layar AMOLED 6,78 inci 1.5K dengan refresh rate hingga 144Hz dan kecerahan puncak sekitar 5500 nits, sehingga unggul untuk penggunaan di luar ruangan dan gameplay yang lebih mulus.
Dari sisi perlindungan, keduanya sama-sama mendapat perhatian serius. Redmi Note 15 Pro+ 5G dibekali Corning Gorilla Glass Victus 2, sedangkan iQOO Neo 10 mengusung kaca pelindung dan sertifikasi SGS seperti Five Star Sunlight Display, Low Blue Light, dan Low Flicker.
Kamera: Redmi lebih besar resolusinya, iQOO tetap praktis
Redmi Note 15 Pro+ 5G mengandalkan kamera utama 200MP dengan sensor HPE, OIS, serta kamera ultrawide 8MP. Kamera depannya 32MP, dan ponsel ini mendukung perekaman hingga 4K 30fps, AI Film Camera, AI Remove Reflection, AI Image Enhancement, dan AI Beautify.
iQOO Neo 10 memilih pendekatan yang berbeda dengan kamera utama 50MP memakai sensor IMX882 dan OIS. Kamera ultrawide 8MP dan kamera depan 32MP tetap mirip, namun iQOO menonjol lewat algoritma NICE, Live Photo, dan pengolahan gambar berbasis AI yang lebih sederhana untuk penggunaan cepat.
Performa harian dan gaming jadi pembeda besar
Di sektor chipset, iQOO Neo 10 jelas lebih unggul karena memakai Snapdragon 8s Gen 4 dengan fabrikasi 4nm dan kecepatan CPU hingga 3,21GHz. Ponsel ini juga memakai Supercomputing Chip Q1, RAM LPDDR5X Ultra, dan penyimpanan UFS 4.1, lalu mencatat skor AnTuTu 2.426.162 pada varian 16/512GB menurut data yang disebutkan sumber.
Redmi Note 15 Pro+ 5G justru memakai Snapdragon 7s Gen 4 dengan kecepatan CPU hingga 2,7GHz. RAM-nya masih LPDDR4X dan penyimpanan internalnya UFS 2.2, tetapi Xiaomi menambahkan T1S Tuner untuk membantu performa Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS.
Daya tahan baterai dan pengisian daya
iQOO Neo 10 membawa baterai BlueVolt Silikon Gen 3 berkapasitas 7000mAh dengan FlashCharge 120W. Dalam data referensi, pengisian dari 1% ke 100% hanya butuh 36 menit, dan ponsel ini juga mendukung Bypass Charging, PPS, serta PD Dua Arah 100W.
Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir dengan baterai silikon karbon 6500mAh dan 100W HyperCharge. Pengisian penuhnya disebut selesai dalam 40 menit, plus ada reverse charge 22,5W untuk kebutuhan tambahan.
Harga dan positioning
Berikut ringkasan harga yang disebutkan sumber:
| Model | Varian | Harga |
|---|---|---|
| iQOO Neo 10 | 8/256GB | Rp6 juta |
| iQOO Neo 10 | 12/256GB | Rp6,5 juta |
| iQOO Neo 10 | 12/512GB | Rp7 juta |
| iQOO Neo 10 | 16/512GB | Rp7,5 juta |
| Redmi Note 15 Pro+ 5G | 8/256GB | Rp6 juta |
| Redmi Note 15 Pro+ 5G | 12/512GB | Rp6,8 juta |
Secara posisi pasar, Redmi Note 15 Pro+ 5G lebih menonjol sebagai ponsel serbabisa dengan kamera resolusi tinggi, perlindungan bodi yang sangat agresif, dan paket fitur yang lengkap. iQOO Neo 10 lebih cocok untuk pengguna yang memprioritaskan performa mentah, layar lebih terang dan lebih cepat, serta baterai yang lebih besar untuk bermain game dan pemakaian berat.
Source: www.idntimes.com








