
Netmarble resmi membuka akses awal The Seven Deadly Sins: Origin pada 16 Maret. Kehadiran game ini langsung menarik perhatian karena menawarkan pengalaman open-world yang jauh lebih luas dibanding adaptasi anime pada umumnya.
Game ini hadir lebih dulu di PC melalui Steam dan PlayStation 5. Dengan dunia Britannia yang dibangun memakai Unreal Engine 5, Origin diposisikan sebagai salah satu penantang serius di genre open-world RPG yang selama ini didominasi gim besar lain seperti Genshin Impact.
Dunia Britannia yang lebih bebas dijelajahi
The Seven Deadly Sins: Origin membawa pemain masuk ke Britannia dengan skala peta sekitar 30 kilometer persegi. Area ini dirancang agar terasa hidup, detail, dan interaktif saat pemain menjelajahi berbagai wilayah.
Pemain bisa memanjat tebing, menyelam ke dasar danau, hingga terbang melintasi medan terbuka dengan kemampuan karakter tertentu. Siklus siang dan malam serta cuaca dinamis juga ikut memengaruhi kondisi lingkungan dan kemunculan monster.
Tristan jadi pusat cerita baru
Berbeda dari banyak adaptasi anime lain yang bertumpu pada tokoh utama lama, Origin menempatkan Pangeran Tristan sebagai karakter sentral. Ia adalah putra dari Meliodas dan Elizabeth, dua sosok utama yang sudah dikenal penggemar serial aslinya.
Cerita game ini membawa tema multiverse, dengan ruang dan waktu di Britannia yang saling bertabrakan. Situasi itu membuka peluang pertemuan lintas karakter dari berbagai garis waktu, sehingga pemain bisa melihat lebih banyak tokoh ikonik dalam satu petualangan.
Pemain juga tidak hanya menggunakan Tristan. Sistem permainan memungkinkan pergantian karakter secara real-time dengan tokoh lain seperti Meliodas, King, dan Diane untuk menyesuaikan kebutuhan eksplorasi maupun pertarungan.
Sistem pertarungan mengandalkan kerja sama karakter
Netmarble memilih pendekatan hack-and-slash berbasis tag-team untuk Origin. Format ini membuat pertempuran berjalan cepat dan menuntut pemain menyusun combo antar karakter secara tepat.
Setiap karakter memiliki gaya bertarung dan elemen senjata berbeda. Kombinasi itu memberi ruang strategi yang lebih besar karena pemain harus memilih karakter yang paling efektif untuk menghadapi lawan tertentu.
Uniknya, kemampuan karakter tidak hanya dipakai saat bertarung. Keterampilan mereka juga berperan dalam memecahkan puzzle di lingkungan sekitar, sehingga eksplorasi terasa lebih variatif dan tidak berulang.
Fitur yang membedakan dari game adaptasi anime lain
Berikut beberapa fitur utama yang paling menonjol dari The Seven Deadly Sins: Origin:
- Peta open-world Britannia seluas sekitar 30 kilometer persegi.
- Visual dibangun dengan Unreal Engine 5.
- Sistem pergantian karakter real-time.
- Pertarungan hack-and-slash berbasis tag-team.
- Dukungan puzzle yang memanfaatkan kekuatan tiap karakter.
- Cuaca dinamis dan siklus siang-malam.
- Cross-play dan cross-progression antar platform.
Early Access lebih dulu hadir di PC dan PS5
Akses awal game ini dibuka global pada 16 Maret untuk pengguna PC dan PlayStation 5. Untuk PS5, Netmarble juga menambahkan dukungan haptic feedback dan adaptive triggers di controller DualSense.
Fitur tersebut dirancang agar sensasi serangan, benturan senjata, dan penggunaan sihir terasa lebih imersif. Sementara itu, perilisan penuh untuk Android dan iOS dijadwalkan hadir pada 23 Maret.
Kehadiran cross-play dan cross-progression menjadi nilai tambah penting. Fitur ini memungkinkan pemain berpindah platform tanpa kehilangan progres, sesuatu yang kini semakin dicari dalam game multiplatform.
Dengan pendekatan dunia terbuka, cerita multiverse, dan sistem pertarungan yang aktif, The Seven Deadly Sins: Origin tampak ingin masuk ke persaingan kelas atas di ranah open-world RPG. Posisi game ini pun menarik untuk diikuti karena menggabungkan kekuatan IP anime populer dengan ambisi teknis yang jarang ditemui pada adaptasi sejenis.









