One UI 8.5 Buka Wajah Baru Linux Terminal, Aplikasi Grafis Hadir tapi Tak untuk Semua

Fitur Linux Terminal di Android mulai menunjukkan perkembangan yang lebih serius lewat One UI 8.5. Pembaruan ini membuat pengalaman menjalankan Linux di ponsel Samsung tidak lagi sebatas alat baris perintah, tetapi bergerak menuju lingkungan kerja yang lebih lengkap.

Bagi pengguna yang mencari jawaban sederhana, inti kabarnya ada dua. One UI 8.5 membawa dukungan aplikasi grafis untuk Linux Terminal dan memperluas akses penyimpanan, tetapi fitur ini masih terbatas pada perangkat Samsung tertentu.

Linux Terminal di Samsung kini lebih berguna

Linux Terminal pertama kali diperkenalkan Google di Android 16. Fitur ini memungkinkan perangkat menjalankan sistem Linux penuh di dalam mesin virtual dengan dukungan Android Virtualization Framework, atau AVF, yang hadir sejak Android 13.

Informasi dari SammyGuru menyebut Samsung kini menyiapkan peningkatan tersebut melalui One UI 8.5 yang dibangun di atas Android 16 QPR2. Laporan itu merujuk temuan dari Android Authority yang lebih dulu menyoroti hadirnya dukungan aplikasi grafis dan akses penyimpanan yang lebih luas.

Pada versi sebelumnya, pengalaman Linux Terminal di perangkat Galaxy masih cukup terbatas. Pengguna pada dasarnya hanya bisa mengandalkan perintah terminal tanpa antarmuka visual seperti aplikasi desktop pada umumnya.

Dengan One UI 8.5, kondisi itu berubah. Pengguna disebut dapat membuka aplikasi grafis melalui ikon tampilan di bagian kanan atas antarmuka Linux Terminal.

Perubahan ini penting karena membuka jalan untuk menjalankan aplikasi Linux yang memiliki antarmuka visual. Contoh yang disebut dalam laporan mencakup Chromium Browser dan gim Doom, selain berbagai aplikasi lain yang sebelumnya tidak praktis digunakan dalam mode terminal murni.

Apa yang berubah di One UI 8.5

Dua peningkatan utama di One UI 8.5 cukup jelas terlihat. Keduanya berkaitan langsung dengan kenyamanan penggunaan Linux di perangkat mobile.

  1. Dukungan aplikasi grafis
    Pengguna bisa menjalankan aplikasi Linux berbasis GUI, bukan hanya alat command-line.

  2. Akses penyimpanan lebih luas
    Linux Terminal kini dapat mengakses lebih banyak folder penyimpanan perangkat, termasuk Screenshots, Videos, dan Photos.

  3. Storage ballooning
    Fitur ini memungkinkan Linux Terminal memanfaatkan ruang penyimpanan yang tersedia di ponsel secara lebih fleksibel.

Secara praktis, perubahan ini membuat Linux Terminal terasa lebih dekat ke pengalaman desktop ringan. Bagi pengembang, peneliti keamanan, atau pengguna tingkat lanjut, akses file yang lebih luas dapat mempercepat alur kerja tanpa harus memindahkan data secara manual.

Masih ada batasan perangkat

Meski peningkatannya menarik, ketersediaan fitur ini belum merata. Menurut artikel referensi, Samsung tahun lalu hanya menghadirkan dukungan Linux Terminal pada Galaxy Z Flip 7.

Pola serupa disebut berlanjut pada generasi berikutnya. Laporan tersebut menyebut hanya Galaxy S26 dan Galaxy S26+ yang memakai chipset Exynos 2600 yang dapat menjalankan Linux Terminal.

Galaxy S26 Ultra justru tidak mendukung fitur ini. Penyebab utamanya bukan pada kelas perangkat, melainkan pada jenis virtualisasi yang didukung chipset.

Qualcomm disebut hanya mendukung Protected Virtual Machines. Sementara Linux Terminal memerlukan dukungan Non-protected Virtual Machines, yang tersedia pada sejumlah chipset Exynos, MediaTek, dan Google Tensor.

Perbedaan teknis ini menjelaskan kenapa tidak semua flagship Samsung otomatis kompatibel. Dengan kata lain, dukungan Linux Terminal lebih ditentukan oleh fondasi virtualisasi hardware daripada harga atau posisi model di lini produk.

Ada kendala akses yang belum rapi

Laporan yang sama juga menyinggung perubahan lain yang bisa membingungkan pengguna. Pada One UI 8.5, aplikasi Linux Terminal disebut tidak lagi bisa diakses langsung lewat Developer Options.

Fitur itu masih ada, tetapi untuk sementara hanya dapat dibuka melalui perintah ADB. Bagi pengguna umum, langkah ini jelas kurang praktis karena membutuhkan koneksi ke komputer dan pemahaman teknis tambahan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi Samsung belum sepenuhnya matang untuk pasar luas. Sangat mungkin fitur ini masih diposisikan untuk pengguna mahir, setidaknya sampai Samsung merapikan jalur aksesnya dalam pembaruan berikutnya.

Mengapa pembaruan ini penting

Perubahan pada One UI 8.5 memperlihatkan arah baru Android sebagai platform komputasi yang lebih fleksibel. Jika sebelumnya Linux di ponsel terdengar seperti eksperimen, kini ekosistemnya mulai mendekati fungsi nyata untuk pekerjaan teknis dan produktivitas ringan.

Dukungan aplikasi grafis adalah langkah paling menonjol karena memperluas jenis software yang bisa dipakai. Sementara akses penyimpanan yang lebih terbuka membuat integrasi antara lingkungan Android dan Linux terasa lebih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, pembaca tetap perlu mencatat bahwa tidak semua perangkat Galaxy akan mendapat manfaat yang sama. Selama dukungan masih tergantung pada chipset dengan kemampuan Non-protected Virtual Machines, Linux Terminal di One UI 8.5 akan tetap menjadi fitur yang menarik tetapi eksklusif bagi sebagian kecil perangkat Samsung.

Source: sammyguru.com
Exit mobile version