Cellebrite dan Misteri Pembobolan IPhone, Saat FBI Butuh Bantuan Pihak Ketiga

Kasus pembobolan iPhone milik tersangka penembakan San Bernardino kembali menyorot peran perusahaan forensik digital Cellebrite. Firma asal Israel ini disebut-sebut sebagai pihak ketiga yang membantu FBI saat Apple menolak membuka akses ke perangkat tersebut.

Nama Cellebrite memang tidak pernah diumumkan secara resmi sebagai penyedia “kunci” pembobol iPhone. Namun, riwayat perusahaan, teknologi yang mereka tunjukkan, dan kontraknya dengan aparat penegak hukum membuat nama itu kuat dikaitkan dengan operasi tersebut.

Siapa Cellebrite dan mengapa namanya penting

Cellebrite berbasis di Petah Tikva, Israel, dan merupakan bagian dari Sun Corporation. Perusahaan ini bergerak di bidang akuisisi, transfer, dan analisis data dari ponsel serta perangkat bergerak.

Awalnya, Cellebrite tidak dibangun untuk membobol perangkat. Perusahaan yang berdiri pada 1999 itu fokus membantu pemindahan data saat pelanggan mengganti ponsel, termasuk untuk retailer seluler dan operator besar.

Berikut perkembangan peran Cellebrite dari waktu ke waktu:

  1. Awal bisnis: transfer data antar ponsel.
  2. Klien besar: Motorola, Nokia, dan Verizon.
  3. Ekspansi: alat ekstraksi data untuk forensik dan penegakan hukum.
  4. Posisi saat ini: penyedia solusi ketika vendor perangkat menolak memberi akses.

Alat UFED Touch menjadi sorotan

Produk yang paling sering dikaitkan dengan kemampuan Cellebrite adalah Universal Forensics Extraction Device atau UFED Touch. Alat ini berbentuk seperti tablet dan dirancang dengan antarmuka layar sentuh agar mudah dipakai oleh penyidik di lapangan.

Dalam demonstrasi kepada BBC, perwakilan Cellebrite, Yuval Ben Moshe, menunjukkan bagaimana perangkat Galaxy S5 yang terkunci sidik jari dan PIN dapat dibuka setelah dihubungkan ke alat tersebut. Moshe juga mengklaim alat itu mampu menembus sistem operasi yang lebih baru dan mengakses percakapan dari aplikasi pesan instan.

Cellebrite menyebut produknya dapat membantu “pengungkapan fakta yang diperlukan untuk mempercepat proses investigasi.” Klaim itu mencerminkan kebutuhan aparat ketika data penting tersimpan di perangkat yang dilindungi sandi kuat.

Mengapa iPhone San Bernardino sulit dibuka

Tantangan terbesar muncul saat Apple meningkatkan keamanan iPhone pada 2014. Sistem operasi iOS 8 memperkenalkan enkripsi baru yang terikat pada kode sandi, sehingga data perangkat makin sulit diakses bahkan oleh pihak berwenang.

Apple menegaskan bahwa mereka tidak bisa secara teknis melewati kode sandi atau mengambil isi perangkat. Perusahaan itu juga menolak membuat “backdoor” karena dinilai berisiko melemahkan keamanan jutaan pengguna lain.

Situasi makin rumit karena iPhone memiliki fitur penghapusan data otomatis setelah 10 kali PIN salah. Mekanisme itu membuat pendekatan penyidik tradisional menjadi tidak efektif.

Fakta penting soal alat dan kontrak FBI

Cellebrite mengklaim perangkatnya dapat digunakan untuk lebih dari 1.000 model ponsel dan PDA sejak awal 2007. Perusahaan itu juga menyebut UFED berada di kisaran harga lebih dari 10.000 dollar AS dan dapat membobol sekitar 8.000 jenis perangkat elektronik.

Dokumen pemerintah yang dikutip CNN menunjukkan FBI menandatangani kontrak sebanyak 187 kali dengan Cellebrite untuk penyediaan UFED dalam rentang tujuh tahun. Data ini memperlihatkan bahwa kerja sama antara lembaga penegak hukum dan perusahaan forensik digital sudah berlangsung lama.

Mengapa identitas pihak ketiga tetap kabur

Walau banyak spekulasi mengarah ke Cellebrite, identitas resmi pihak yang membantu FBI tidak pernah dibuka. Washington Post sempat melaporkan dugaan bahwa FBI memakai bantuan “grey hacker”, yakni pihak yang menemukan dan menjual celah keamanan tanpa melaporkannya ke vendor.

Direktur FBI James Comey juga pernah menyebut bahwa pihaknya membayar mahal untuk “kunci” pembobol iPhone itu, bahkan melebihi total gajinya selama tujuh tahun masa jabatan yang mencapai 1,34 juta dollar AS. Menurut Comey, alat yang didapat hanya efektif untuk iPhone 5C dengan iOS 9, model yang dipakai tersangka dalam kasus San Bernardino.

Meski demikian, Cellebrite tetap menjadi nama yang paling sering disebut karena rekam jejak dan kemampuannya yang terus berkembang. Dalam wawancara dengan BBC, Moshe bahkan menyatakan perusahaannya dapat mengakses data dari iPhone 7 dan model yang lebih baru, meski ia menekankan bahwa hasilnya bergantung pada “data yang mana” dan “situasinya seperti apa.”

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.harianbasis.co

Berita Terkait

Back to top button