Apple Hampir Kuasai Halide, Rencana Tingkatkan Kamera iPhone Gagal di Detik Terakhir

Apple dikabarkan hampir mengakuisisi Halide, aplikasi kamera populer yang banyak dipakai pengguna iPhone, tetapi kesepakatan itu gagal pada detik terakhir. Informasi ini muncul setelah konflik hukum di internal Lux Optics, perusahaan pengembang Halide, memunculkan detail baru tentang negosiasi yang sempat berjalan dengan Apple.

Laporan The Information menyebut pembicaraan akuisisi terjadi pada musim panas 2025. Dalam negosiasi itu, Apple disebut ingin memanfaatkan teknologi Halide untuk memperkuat aplikasi kamera bawaan iPhone, terutama saat perusahaan terus menjadikan fotografi sebagai salah satu daya tarik utama produknya.

Mengapa Apple tertarik ke Halide

Halide dikenal sebagai aplikasi kamera pihak ketiga yang memberi kontrol manual jauh lebih lengkap dibanding aplikasi kamera standar iPhone. Pengguna bisa mengatur ISO, shutter speed, hingga fokus secara lebih detail, sehingga aplikasi ini kerap dipilih oleh pengguna yang ingin hasil foto lebih presisi.

Bagi Apple, ketertarikan pada Halide masuk akal karena perusahaan memang sedang mendorong peningkatan besar di sisi kamera. Di saat perangkat keras terus berkembang, dukungan perangkat lunak juga harus ikut naik agar pengalaman pengguna tetap konsisten dan lebih canggih.

Negosiasi yang sempat tampak menjanjikan

Pembicaraan antara Apple dan Lux Optics awalnya berjalan positif. Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut Apple melihat potensi besar jika teknologi Halide diintegrasikan langsung ke iOS, sehingga fitur fotografi bisa hadir tanpa perlu bergantung pada aplikasi tambahan dari pihak ketiga.

Namun, kesepakatan itu tidak pernah benar-benar jadi. Negosiasi akhirnya kandas pada September 2025, meski alasan detailnya tidak dijelaskan secara terbuka dalam laporan yang beredar.

Fokus Apple pada kamera iPhone makin kuat

Rumor yang ikut menguatkan minat Apple terhadap Halide datang dari kabar soal fitur aperture variabel untuk lini iPhone 18 Pro. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur bukaan lensa secara fleksibel, sesuatu yang selama ini lebih sering ditemukan pada kamera profesional.

Jika fitur itu benar hadir, Apple tentu membutuhkan software yang mampu mengikuti kemampuan hardware baru tersebut. Dalam konteks itu, Halide bisa menjadi pasangan yang relevan karena menawarkan kontrol fotografi yang lebih dalam dan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna profesional maupun kreator konten.

Berikut alasan utama kenapa Halide dinilai menarik bagi Apple:

  1. Kontrol manual kamera lebih lengkap.
  2. Integrasi software bisa memperkuat kamera bawaan iPhone.
  3. Apple berpeluang menutup celah antara hardware dan software.
  4. Pengalaman fotografi bisa lebih konsisten di ekosistem iOS.

Pendiri Lux Optics memilih bertahan

Meski Apple menunjukkan minat kuat, dua pendiri Lux Optics, Ben Sandofsky dan Sebastiaan de With, memutuskan untuk tidak melanjutkan kesepakatan. Mereka menilai pengembangan Halide masih bisa meningkatkan valuasi perusahaan di masa depan, sehingga menjualnya saat itu dianggap bukan pilihan terbaik.

Keputusan itu justru memicu dinamika internal di perusahaan. Setelah pembicaraan dengan Apple berakhir, konflik antara kedua pendiri mulai mencuat ke publik melalui dokumen gugatan yang beredar.

Konflik internal berujung perubahan besar

Berdasarkan dokumen yang disebut dalam laporan, Ben Sandofsky melakukan investigasi terhadap Sebastiaan de With atas dugaan penyalahgunaan dana perusahaan. Situasi tersebut kemudian memburuk dan berakhir dengan diberhentikannya de With dari Lux Optics.

Perkembangan itu menarik perhatian karena de With adalah salah satu figur penting di balik Halide. Setelah keluar dari Lux Optics, ia justru bergabung dengan Apple dan masuk ke tim desain perusahaan tersebut.

Halide tetap berjalan sebagai aplikasi pihak ketiga

Meski akuisisi gagal, Halide diperkirakan tetap tersedia di iPhone dan iPad sebagai aplikasi pihak ketiga. Di sisi lain, Apple juga disebut masih memprioritaskan pengembangan software kamera agar pengalaman fotografi di iPhone terus membaik.

Situasi ini menunjukkan bahwa Apple tetap serius mendorong inovasi kamera, baik lewat dukungan perangkat keras maupun perangkat lunak. Dengan persaingan smartphone yang makin ketat, setiap peningkatan kecil di sektor kamera bisa menjadi pembeda penting bagi pengguna yang mengutamakan kualitas foto dan video.

Source: www.gadgetdiva.id

Berita Terkait

Back to top button