Harga RAM Meledak Lalu Rontok, Saat AI Menguras Pasokan dan Pembeli Akhirnya Menolak

Lonjakan harga RAM global dalam setahun terakhir tidak terjadi karena satu penyebab tunggal. Kenaikan tajam itu dipicu pergeseran besar di industri memori, ketika permintaan pusat data AI menyerap pasokan yang sebelumnya banyak dialokasikan untuk pasar konsumen.

Dampaknya terasa luas karena harga DRAM sempat melonjak sekitar 80 hingga 90 persen hanya dalam satu kuartal, dan lebih dari 200 persen secara tahunan menurut artikel referensi. Namun setelah pasar memanas terlalu cepat, harga mulai terkoreksi ketika pembeli menahan belanja dan produsen menghadapi tanda-tanda pelemahan permintaan.

Apa yang memicu lonjakan harga RAM

Kenaikan harga paling besar datang dari ledakan pembangunan infrastruktur AI. Pusat data membutuhkan memori dalam volume sangat besar, terutama untuk beban kerja komputasi tinggi dan akselerator AI modern.

Situasi itu mendorong produsen seperti Samsung dan SK hynix memprioritaskan produksi chip memori dengan margin lebih tinggi. Ketika kapasitas dialihkan ke segmen tersebut, pasokan DDR dan LPDDR untuk laptop, desktop, dan ponsel menjadi lebih ketat.

Artikel referensi mencatat bahwa harga DRAM dan NAND di beberapa segmen bahkan naik sekitar 200 hingga 400 persen dari pertengahan periode lonjakan hingga awal fase koreksi. Ini menunjukkan bahwa tekanan pasar bukan sekadar fluktuasi musiman, melainkan perubahan struktural pada rantai pasok memori.

DigiTimes juga disebut dalam referensi sebagai sumber yang menyoroti kompetisi baru atas jenis memori yang sama. LPDDR yang selama ini identik dengan smartphone mulai dipakai juga dalam sistem AI tertentu, sehingga pembeli dari dua industri berbeda berebut output yang terbatas.

Tekanan itu diperparah oleh strategi produksi yang lebih disiplin dari pabrikan. Setelah periode kelebihan stok pada masa pandemi dan sesudahnya, banyak produsen memilih membatasi ekspansi output untuk menguras inventaris lama dan menjaga harga tetap kuat.

Akibatnya, pasar kehilangan bantalan pasokan. Ketika permintaan melonjak mendadak dari sektor AI, ruang untuk merespons menjadi sangat sempit dan harga langsung terdorong naik.

Peran raksasa teknologi dalam menyerap pasokan

Permintaan dari perusahaan teknologi besar ikut memperkuat lonjakan harga. Artikel referensi menyebut hyperscaler seperti OpenAI, Microsoft, dan Google mengamankan porsi besar pasokan global melalui kontrak jangka panjang.

Laporan CIO global yang dirujuk sumber itu menyatakan proyek AI saja telah mengunci sekitar 40 persen pasokan DRAM dunia. Pola ini membuat pembeli kecil dan produsen perangkat konsumen lebih rentan terhadap harga spot yang bergejolak.

Ketika pasokan utama sudah diamankan lewat kontrak besar, sisa pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi seperti itu, sedikit gangguan saja bisa memicu kenaikan harga yang jauh lebih tajam daripada normal.

Mengapa harga tiba-tiba turun

Penurunan harga RAM yang mulai terlihat pada Maret bukan berarti pasar langsung pulih penuh. Koreksi ini lebih tepat dibaca sebagai pendinginan awal setelah periode pembelian agresif dan harga yang terlalu tinggi.

Penyebab utamanya adalah kelelahan permintaan. Saat harga memori naik, harga PC dan smartphone ikut terdorong sehingga konsumen menunda pembelian dan produsen perangkat mengurangi pesanan baru.

Referensi juga menyinggung laporan PC Gamer yang menilai kenaikan biaya komponen dapat menekan pengiriman PC global. Ketika merek melihat risiko penjualan melemah, mereka cenderung menata ulang inventaris dan tidak lagi membeli RAM secara agresif.

Tekanan berkurang bukan hanya karena pasar konsumen melemah. Perubahan kebijakan perdagangan dan peningkatan efisiensi penggunaan memori di sistem AI juga ikut menurunkan kebutuhan DRAM jangka pendek.

Artikel referensi menyebut analis Jason England melihat fase ini sebagai munculnya “retakan” pertama pada tren kenaikan harga. Artinya, permintaan AI masih kuat, tetapi tidak lagi cukup untuk mendorong semua segmen memori naik tanpa henti.

Gambaran perubahan harga yang terlihat

Beberapa tanda koreksi mulai muncul di pasar ritel DDR5. Dalam referensi, kit Corsair Vengeance 32GB 6000MHz disebut tersedia di kisaran 370 dollars di peritel besar seperti Amazon dan Newegg, turun sekitar 40 hingga 100 dollars dari level sebelumnya pada sejumlah kasus.

Perubahan itu penting karena pasar ritel biasanya lambat menyesuaikan harga. Jika koreksi sudah terlihat di etalase konsumen, berarti tekanan di tingkat distribusi mulai mereda walau belum sepenuhnya hilang.

Berikut faktor utama yang menjelaskan lonjakan lalu penurunan harga RAM:

  1. Permintaan pusat data AI melonjak sangat cepat.
  2. Produsen mengalihkan kapasitas ke chip memori bernilai tinggi.
  3. Pasokan DDR dan LPDDR untuk konsumen menjadi lebih sempit.
  4. Kontrak jangka panjang hyperscaler menyerap porsi besar output global.
  5. Harga tinggi melemahkan permintaan PC dan smartphone.
  6. OEM mengurangi pembelian baru sehingga pasar mulai terkoreksi.

Apakah harga RAM akan kembali normal

Arah harga berikutnya sangat bergantung pada keseimbangan baru antara AI dan pasar konsumen. Jika investasi pusat data tetap tinggi dan produsen tidak menambah kapasitas konvensional secara signifikan, harga RAM bisa tetap volatil meski sudah turun dari puncaknya.

Di sisi lain, tanda-tanda pelemahan permintaan perangkat konsumen memberi ruang bagi harga untuk lebih stabil. Untuk pembeli PC, laptop, dan ponsel, pergerakan selanjutnya akan ditentukan oleh seberapa cepat pasokan kembali longgar dan apakah pemain besar AI terus menyerap bagian terbesar memori global.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait

Back to top button