Harga HP Xiaomi Siap Naik Tajam Mulai Q2 2026, Stok Murah Habis!

Harga HP Xiaomi diperkirakan naik tajam mulai kuartal berikutnya karena biaya komponen memori global terus melonjak. Informasi dari analis rantai pasok Digital Chat Station menyebut, kenaikan ini sudah mulai terasa setelah stok cadangan memori murah yang dipakai Xiaomi untuk menjaga harga di kuartal awal menipis.

Fenomena ini berkaitan dengan lonjakan biaya RAM dan penyimpanan internal yang disebut pelaku industri sebagai “Gold Memory”. Kondisi tersebut membuat produsen ponsel, termasuk Xiaomi, harus menyesuaikan strategi harga pada perangkat baru agar margin bisnis tetap terjaga.

Mengapa harga Xiaomi berpotensi naik

Lonjakan harga komponen memori terjadi di tengah permintaan global yang tinggi dan pasokan yang ketat. RAM dan flash storage kini dijual pada level yang jauh lebih mahal dibanding periode sebelumnya, sehingga biaya produksi ponsel ikut terdorong naik.

Menurut laporan yang beredar di Weibo melalui Digital Chat Station, Xiaomi masih sempat menahan harga di kuartal pertama karena membeli memori dalam jumlah besar lebih awal. Namun, stok itu diperkirakan habis pada akhir Maret, sehingga tekanan biaya akan lebih terasa pada perangkat yang dirilis setelahnya.

Dampak ke lini produk Xiaomi

Xiaomi disebut sulit mengurangi spesifikasi memori untuk menekan harga, karena sistem HyperOS membutuhkan kapasitas RAM yang besar agar antarmuka tetap lancar. Dalam kondisi seperti ini, produsen biasanya memilih dua opsi, yaitu menanggung biaya tambahan atau meneruskannya ke harga jual.

Berikut pembagian model yang disebut masih relatif aman dan yang berpotensi terdampak kenaikan harga:

  1. Rilisan kuartal pertama

    • Seri Xiaomi 17T untuk pasar global
    • Redmi K90 Ultra yang disebut sebagai Xiaomi 17T Pro di pasar global
    • Xiaomi CIVI 6
  2. Rilisan kuartal berikutnya dan setelahnya
    • Seri Xiaomi 18
    • Xiaomi 17 Fold dan Xiaomi 17 Flip
    • Seri REDMI K100 yang disebut akan hadir sebagai POCO F9 di pasar global
    • Seri Redmi Note 17

Daftar tersebut menunjukkan bahwa konsumen yang mengejar harga stabil kemungkinan lebih aman memilih model yang sudah masuk gelombang awal peluncuran.

Berapa besar kenaikan yang mungkin terjadi

Sumber yang sama menyebut, model kelas atas dapat mengalami kenaikan harga hingga USD 100. Angka itu dinilai cukup besar karena akan langsung memengaruhi harga akhir konsumen, terutama pada varian dengan kapasitas memori besar.

Kenaikan seperti ini biasanya paling terasa pada seri flagship dan ponsel lipat, karena kedua kategori itu sangat bergantung pada komponen premium. Di sisi lain, seri menengah juga tidak kebal terhadap dampak tersebut bila biaya memori terus bertahan di level tinggi.

Apa yang perlu diperhatikan konsumen

Kondisi pasar saat ini membuat waktu pembelian menjadi faktor penting. Konsumen yang sudah berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat disarankan memantau jadwal rilis dan memilih model yang masih berada di gelombang awal agar terhindar dari harga baru yang lebih mahal.

Bagi pengguna yang menunggu seri terbaru Xiaomi, risiko kenaikan harga akan semakin besar jika status pasokan memori belum membaik. Selama biaya RAM dan storage masih tinggi, harga HP Xiaomi untuk perangkat rilisan berikutnya kemungkinan tetap bergerak naik dan memberi tekanan pada pasar smartphone global.

Berita Terkait

Back to top button