Usai PHK 700 Karyawan, Zuckerberg Siapkan Bonus Rp15 Triliun untuk Eksekutif Meta

Meta kembali menjadi sorotan setelah kabar pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap sekitar 700 karyawan mencuat. Di saat yang sama, CEO Meta Mark Zuckerberg disebut menyiapkan paket bonus saham jumbo untuk enam eksekutif puncak perusahaan dengan nilai yang bisa mendekati USD 1 miliar per orang.

Langkah itu langsung memunculkan perdebatan karena terjadi di tengah restrukturisasi besar yang juga menyentuh tim Reality Labs. Perusahaan menegaskan bahwa paket tersebut dirancang sebagai taruhan jangka panjang, yang hanya akan bernilai penuh jika Meta mencapai target pertumbuhan dan kinerja yang ambisius.

Bonus jumbo untuk jajaran C-level

Berdasarkan laporan yang dikutip dari data kompensasi Equilar, tiga eksekutif senior Meta berpeluang menerima nilai terbesar, yaitu Chief Technology Officer Andrew Bosworth, Chief Product Officer Chris Cox, dan Chief Operating Officer Javier Olivian. Masing-masing disebut memiliki potensi pembayaran hingga USD 921 juta atau sekitar Rp. 14,28 triliun.

Sementara itu, Chief Financial Officer Sussan Li diperkirakan menerima paket lebih kecil dibanding nama lain dalam daftar tersebut. Nilainya disebut sekitar USD 161 juta atau sekitar Rp. 2,5 triliun, sedangkan President and Vice Chairman Dina Powell McCormick serta Chief Legal Officer Chris Mahoney juga masuk dalam kelompok penerima opsi saham.

Paket ini bukan sekadar bonus tunai, melainkan opsi saham yang nilainya bergantung pada performa perusahaan. Dengan skema seperti ini, Meta baru akan mengucurkan manfaat penuh jika target strategis yang ditetapkan benar-benar tercapai.

Target besar Meta di tengah tekanan AI

Menurut laporan The Times, para eksekutif juga berpeluang membeli opsi saham tambahan bila perusahaan berhasil memenuhi target pertumbuhan. Salah satu sasaran paling ambisius adalah mengubah Meta menjadi perusahaan senilai USD 9 triliun pada tahun 2031.

Target itu berarti valuasi Meta harus naik sekitar enam kali lipat dari posisi yang ada saat ini. Angka tersebut menunjukkan betapa agresifnya strategi perusahaan dalam mengejar pertumbuhan di sektor kecerdasan buatan dan teknologi masa depan.

Juru bicara Meta yang dikutip Daily Mail menyebut paket gaji itu sebagai pertaruhan besar. “Ini adalah pertaruhan besar. Paket gaji ini tidak akan terwujud kecuali Meta mencapai kesuksesan besar di masa depan, yang menguntungkan semua pemegang saham kami,” ujarnya.

PHK, restrukturisasi, dan fokus ke AI

Di sisi lain, Meta juga sedang mengerek belanja besar-besaran untuk AI. Zuckerberg mengisyaratkan bahwa perusahaan diperkirakan menghabiskan sekitar USD 115 miliar atau sekitar Rp. 1.782 triliun tahun ini, dengan porsi terbesar diarahkan ke pengembangan teknologi AI.

Dalam pernyataannya, Zuckerberg menegaskan bahwa AI akan mengubah cara kerja secara dramatis mulai tahun ini. Ia juga mengakui perubahan itu akan berdampak pada tenaga kerja, termasuk kemungkinan PHK di sejumlah lini bisnis.

Langkah efisiensi pun sudah terlihat di beberapa bagian perusahaan. Ratusan karyawan dari tim Reality Labs diberhentikan, terutama pada unit yang membangun produk VR dan metaverse.

Rangkuman informasi penting

  1. Meta memberhentikan sekitar 700 karyawan.
  2. Enam eksekutif puncak Meta akan menerima skema bonus saham bernilai sangat besar.
  3. Tiga nama teratas berpotensi menerima hingga USD 921 juta per orang.
  4. Sussan Li disebut mendapat paket sekitar USD 161 juta.
  5. Meta menargetkan valuasi USD 9 triliun pada tahun 2031.
  6. Perusahaan diperkirakan membelanjakan sekitar USD 115 miliar untuk AI tahun ini.

Seorang juru bicara Meta mengatakan bahwa tim-tim perusahaan memang secara rutin melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan posisi terbaik dalam mencapai tujuan bisnis. Dalam konteks itu, kombinasi antara PHK, insentif besar bagi eksekutif, dan investasi agresif ke AI memperlihatkan arah baru Meta yang makin menekankan pertumbuhan jangka panjang di tengah tekanan perubahan industri teknologi.

Source: www.gadgetdiva.id
Exit mobile version