Honor disebut-sebut bisa lebih dulu meluncurkan sistem pemindai wajah 3D yang tersembunyi di bawah layar dibanding Apple. Klaim itu muncul setelah rumor terbaru menyebut Honor Magic 9 Pro Max tengah disiapkan dengan under-display Face ID penuh pada layar 6,9 inci beresolusi 2K.
Isu ini langsung menarik perhatian karena Apple masih dilaporkan kesulitan menyempurnakan teknologi serupa. Jika rumor tersebut akurat, Honor berpeluang menjadi merek yang lebih dulu menghadirkan desain layar bersih tanpa punch-hole atau cutout untuk sistem pengenalan wajah tingkat lanjut.
Rumor Honor dan tekanan pada Apple
Informasi mengenai Honor datang dari akun Tech_Voyager di X, yang menyebut Magic 9 Pro Max bakal membawa “under screen Face ID display”, sensor sidik jari ultrasonik 3D, dan privacy display. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Honor soal fitur tersebut.
Di sisi lain, laporan dari pembocor Weibo Fixed Focus Digital menyebut Apple masih berkutat dengan pengembangan Face ID di bawah layar. Laporan itu juga mengatakan perusahaan tersebut tetap fokus menyempurnakan Dynamic Island sambil menunda adopsi teknologi yang sepenuhnya tersembunyi.
Rumor senada juga datang dari pengguna Weibo lain, Smart Pikachu. Menurut unggahan tersebut, Apple masih menguji teknologi under-display untuk kebutuhan pemetaan wajah 3D yang akurat.
Tantangan utama Apple bukan sekadar menyembunyikan sensor. Sistem TrueDepth miliknya membutuhkan kinerja tinggi agar proyeksi titik inframerah, kamera, dan sensor lain tetap bisa membaca wajah dengan presisi meski terhalang lapisan panel layar.
Mengapa teknologi ini sulit diwujudkan
Under-display camera untuk kamera depan biasa sudah pernah dipakai beberapa merek Android. Namun, under-display Face ID jauh lebih rumit karena sistem ini harus menjaga keamanan biometrik tingkat tinggi, bukan hanya menangkap gambar selfie.
Pada sistem pemindaian wajah 3D, sensor harus bekerja konsisten dalam berbagai kondisi cahaya. Lapisan layar dapat mengurangi transmisi cahaya dan mengganggu akurasi sensor, sehingga hasil autentikasi bisa menurun bila teknologi belum matang.
Apple selama ini dikenal cenderung lambat mengadopsi teknologi baru jika standar reliabilitas belum terpenuhi. Pendekatan itu terlihat pada banyak fitur iPhone, di mana perusahaan memilih menunggu sampai teknologi dianggap siap untuk dipakai luas.
Karena itu, rumor keterlambatan Apple tidak otomatis berarti tertinggal secara teknologi. Bisa jadi perusahaan tersebut masih memprioritaskan akurasi, keamanan, dan pengalaman penggunaan harian sebelum menghilangkan Dynamic Island sepenuhnya.
Apakah Honor benar-benar “mengalahkan” Apple?
Jawaban singkatnya, belum bisa dipastikan. Honor baru berada pada tahap rumor, sementara belum ada demonstrasi resmi, jadwal peluncuran final, atau penjelasan detail soal cara kerja sistem pengenalan wajah yang disebut tersembunyi penuh di bawah panel.
Ada perbedaan besar antara menjadi yang pertama mengumumkan dan yang pertama menghadirkan teknologi matang. Produk komersial harus lolos uji performa, keamanan, kecepatan buka kunci, serta ketahanan penggunaan dalam situasi nyata.
Jika Honor benar-benar meluncurkan fitur itu lebih dulu, maka secara waktu perusahaan tersebut bisa dikatakan mendahului Apple. Namun, penilaian apakah Honor benar-benar “mengalahkan” Apple akan sangat bergantung pada kualitas implementasinya.
Berikut poin penting yang saat ini diketahui dari rumor yang beredar:
- Honor Magic 9 Pro Max dirumorkan memakai layar 6,9 inci 2K.
- Perangkat itu disebut akan membawa under-display Face ID penuh.
- Tech_Voyager juga menyebut ada sensor sidik jari ultrasonik 3D.
- Fitur privacy display ikut disebut dalam bocoran yang sama.
- Apple masih dikabarkan menguji under-display Face ID menurut Fixed Focus Digital dan Smart Pikachu.
- Dynamic Island disebut masih menjadi fokus desain Apple untuk saat ini.
Apa arti langkah ini bagi pasar ponsel premium
Persaingan menuju layar penuh tanpa gangguan visual kini masuk fase baru. Setelah industri lama mengejar kamera depan di bawah layar, arah berikutnya tampak mengarah ke pengenalan wajah 3D yang tidak lagi membutuhkan area sensor terlihat jelas.
Bagi produsen Android, momen ini membuka peluang untuk tampil sebagai inovator desain. Bagi Apple, tekanan datang dari ekspektasi tinggi bahwa iPhone generasi berikutnya harus membawa lompatan visual tanpa mengorbankan keamanan Face ID.
Dalam konteks pasar premium, keberhasilan teknologi ini bisa menjadi pembeda besar. Ponsel yang mampu menyembunyikan seluruh sensor biometrik di balik layar berpotensi menawarkan tampilan lebih imersif tanpa menghapus fitur keamanan kelas atas.
Sampai ada pengumuman resmi, klaim bahwa Honor telah mengalahkan Apple masih berada di wilayah spekulasi yang menarik. Namun, arah persaingan keduanya sudah terlihat jelas, yakni siapa yang lebih dulu bisa menghadirkan under-display Face ID yang bukan hanya futuristis di atas kertas, tetapi juga benar-benar andal saat dipakai setiap hari.
Source: tech.sportskeeda.com






