Permintaan terhadap TWS terus naik karena perangkat ini praktis dipakai saat bekerja, berolahraga, hingga bepergian. Namun, banyak pilihan di pasaran membuat pembeli perlu menyesuaikan fitur, kenyamanan, dan anggaran agar TWS yang dibeli benar-benar cocok dengan kebutuhan harian.
Tech reviewer perangkat audio, Fernanda Gunsan, menekankan bahwa langkah pertama sebelum membeli TWS adalah memahami tujuan pemakaian. Ia menyebut, kebutuhan pengguna umumnya terbagi ke dalam tiga skenario utama, yaitu olahraga, perjalanan harian atau commute, dan penggunaan sehari-hari di rumah maupun kantor.
Sesuaikan TWS dengan aktivitas utama
Untuk aktivitas luar ruang, TWS dengan desain terbuka atau model clip-on bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena pengguna tetap bisa mendengar suara sekitar. Sementara itu, untuk penggunaan di gym atau ruang dalam yang bising, TWS dengan active noise cancellation atau ANC lebih cocok karena dapat membantu meredam suara dari luar.
Pilihan ini penting karena karakter perangkat audio nirkabel kini semakin beragam. Pembeli yang hanya mengejar fitur populer tanpa melihat konteks penggunaan berisiko mendapatkan perangkat yang kurang nyaman dipakai dalam rutinitas harian.
Perhatikan kenyamanan sebelum membeli
Kenyamanan menjadi faktor besar dalam memilih TWS karena perangkat ini dipakai langsung di telinga dalam durasi cukup lama. Fernanda menjelaskan bahwa material, ukuran eartips, dan bentuk bodi earbuds sangat memengaruhi rasa nyaman saat digunakan.
Mayoritas produsen menyediakan beberapa ukuran eartips, mulai dari XS hingga L, agar pengguna bisa mencari ukuran yang paling pas. Jika ukuran tidak sesuai, kualitas suara juga bisa ikut turun karena seal tidak terbentuk dengan baik.
“Kalau salah pilih eartips, biasanya bass-nya hilang. Suaranya jadi tipis, dominan treble. Selain itu, kalau sealing-nya tidak pas, noise cancellation juga jadi tembus,” kata Fernanda.
Cek kesesuaian eartips agar suara maksimal
Banyak pembeli fokus pada merek atau spesifikasi utama, tetapi mengabaikan eartips yang justru menentukan hasil akhir. Ukuran yang pas membantu suara terdengar lebih penuh, sementara seal yang baik membuat ANC bekerja lebih efektif.
Berikut panduan sederhana yang bisa dijadikan acuan saat mencoba TWS:
- Coba lebih dari satu ukuran eartips sebelum membeli.
- Pastikan earbuds terasa stabil saat digoyangkan ringan.
- Dengarkan apakah bass, vokal, dan treble terdengar seimbang.
- Periksa apakah suara luar masih terlalu banyak masuk.
- Pilih ukuran yang tidak menimbulkan nyeri setelah dipakai beberapa menit.
ANC bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga pendengaran
Fitur ANC kini menjadi salah satu alasan utama banyak orang memilih TWS. Selain membuat musik atau podcast terdengar lebih jelas, ANC juga bisa membantu pengguna menjaga pendengaran karena volume tidak perlu dinaikkan berlebihan untuk melawan kebisingan sekitar.
Fernanda menyebut, saat berada di jalan raya atau kafe, orang cenderung menaikkan volume bila perangkat tidak punya peredam bising. Dengan ANC, volume 50%–60% sering kali sudah cukup untuk mendengar audio dengan jelas.
“Kalau sudah ada ANC, volume 50%–60% sebenarnya sudah cukup. Tidak perlu kencang-kencang untuk nutupin suara luar,” ujarnya.
Ikuti durasi pakai agar telinga tidak cepat lelah
Selain kualitas perangkat, kebiasaan pemakaian juga memengaruhi kesehatan pendengaran. Mengacu pada panduan World Health Organization (WHO), ada tiga hal yang perlu dijaga, yakni durasi penggunaan, tingkat volume, dan frekuensi pemakaian harian.
Fernanda menyarankan pengguna memberi jeda setiap satu jam pemakaian untuk memberi waktu istirahat pada telinga. Kebiasaan kecil ini bisa membantu mengurangi rasa lelah pada telinga, terutama bagi pengguna yang sering memakai TWS untuk bekerja atau belajar dalam waktu lama.
Fitur premium dan kelas harga di pasar TWS
Perkembangan Bluetooth dan efisiensi baterai ikut mendorong minat masyarakat terhadap TWS. Fernanda memprediksi segmen harga di bawah Rp1 juta masih akan mendominasi pasar karena dianggap paling terjangkau untuk pengguna umum.
Di kelas premium, merek seperti Sony, Bose, Sennheiser, dan AirPods dari Apple tetap menarik bagi konsumen yang mengejar kualitas suara dan ANC lebih baik. Persaingan di segmen atas kini juga mengarah pada inovasi teknologi, termasuk ANC adaptif dan fitur kesehatan seperti pemantauan detak jantung.
“AiPods itu biasanya sudah mulai masuk ke ranah health, jadi mereka bisa deteksi heartbeat, terus juga noise cancellation-nya benar-benar adaptif. Kalau Bose sama Sony biasanya saing-saingan di noise cancellation dan sound quality,” kata Fernanda.
Harga murah bukan selalu masalah utama
TWS murah yang banyak dijual di marketplace memang menarik dari sisi harga, tetapi pembeli tetap perlu waspada pada kualitas perangkat dan daya tahannya. Fernanda menilai risiko utama dari produk kelas bawah lebih banyak menyangkut performa audio dan ketahanan penggunaan, bukan pada aspek keselamatan yang langsung.
Meski begitu, pengguna tetap disarankan memperhatikan keamanan dasar, seperti memakai charger yang sesuai, menjaga instalasi listrik dengan grounding yang baik, serta memilih produk yang punya layanan purna jual resmi. Langkah ini penting agar pembeli tidak hanya mendapat TWS yang sesuai kebutuhan, tetapi juga perangkat yang aman dan mudah dirawat dalam jangka panjang.
Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com