Vivo X300s Datang Brutal, Dimensity 9500 dan Kamera Zeiss Disokong Baterai 7100mAh

Vivo resmi memperkenalkan X300s di acara peluncuran musim semi di China. Ponsel ini datang dengan fokus utama pada fotografi, performa kelas atas, dan baterai besar 7100mAh yang menjadi salah satu daya tarik terbesarnya.

Model ini juga menandai beberapa peningkatan penting di lini X series. Salah satunya adalah layar 144Hz pertama di seri tersebut, serta penggunaan chipset MediaTek Dimensity 9500 yang dipadukan dengan chip pencitraan Vivo V3+.

Layar dan performa

Vivo X300s memakai layar AMOLED datar 6,78 inci dengan resolusi 1.5K atau 2800 x 1260 piksel. Panel ini punya rasio 20:9 dan dibangun dengan teknologi 8T LTPO serta substrat luminansi Q10 Plus.

Layar mendukung refresh rate hingga 144Hz, HDR10+, dan PWM dimming frekuensi tinggi 2160Hz. Vivo juga menyebut tingkat kecerahan puncaknya mencapai 4500 nits, sedangkan brightness global berada di 2000 nits.

Untuk pengalaman visual, panel ini mencakup 100 persen color gamut P3 dan dilindungi Armor Glass. Vivo menambahkan dukungan native 144FPS untuk Honor of Kings, yang memperjelas sasaran perangkat ini tidak hanya untuk fotografi tetapi juga gaming.

Di sektor dapur pacu, X300s ditenagai MediaTek Dimensity 9500. Chip ini dipasangkan dengan Vivo V3+ untuk membantu pemrosesan gambar secara real-time dan mendukung beban kerja fotografi komputasional.

Pilihan memorinya cukup luas, yakni RAM LPDDR5X 12GB dan 16GB. Sementara itu, ruang penyimpanan UFS 4.1 tersedia hingga 1TB.

Perangkat menjalankan Android 16 dengan antarmuka Origin OS 6. Kombinasi hardware dan software tersebut menempatkan X300s sebagai ponsel flagship yang menyasar pengguna produktif sekaligus pecinta kamera.

Sistem kamera Zeiss

Bagian kamera menjadi sorotan utama pada Vivo X300s. Ponsel ini mengusung sistem kamera bersertifikasi Zeiss dengan kamera utama 200MP berbasis sensor Samsung HPBr berukuran 1/1.4 inci dan aperture f/1.68.

Kamera utama itu sudah mendukung optical image stabilization dan disebut memiliki sertifikasi CIPA 4.5. Spesifikasi ini menunjukkan fokus Vivo pada kestabilan foto dan video, terutama dalam kondisi pemotretan yang menantang.

Kamera pendampingnya terdiri dari ultra-wide 50MP dengan aperture f/2.0 dan kamera periskop telefoto 50MP Sony LYTIA 602. Kamera telefoto ini mendukung 3,5x optical zoom, telephoto macro, OIS, sertifikasi Zeiss APO, serta lapisan Zeiss T* untuk mengurangi pantulan cahaya dan ghosting.

Di bagian depan, Vivo menyematkan kamera selfie 50MP dengan aperture f/2.0. Konfigurasi ini membuat X300s tampil kuat di hampir semua kebutuhan pengambilan gambar, dari selfie hingga zoom jarak menengah.

Vivo juga memperkenalkan Zoom Flash II pada perangkat ini. Menurut perusahaan, pembaruan material LED pada sistem flash tersebut meningkatkan reproduksi warna hingga 14 persen dan mendukung lebih dari sepuluh mode pencahayaan bergaya film.

Fitur AI untuk fotografi

X300s tidak hanya mengandalkan hardware kamera. Vivo menambah sejumlah alat berbasis perangkat lunak untuk memperluas fleksibilitas hasil foto.

Fitur Blueprint Color Palette memungkinkan pengguna mengatur filter secara manual lalu menyimpan preset khusus untuk dipakai kembali atau dibagikan. Pendekatan ini memberi ruang lebih besar untuk personalisasi tone warna, yang saat ini menjadi tren penting di kalangan pengguna mobile photography.

Ada juga AI Creation Camera yang dirancang menyesuaikan gaya pemotretan berbeda, termasuk tema cosplay dan perjalanan. Sistem ini diklaim memproses adegan secara real-time sambil tetap menjaga akurasi detail wajah.

Aksesori teleconverter G2

Selain ponsel, Vivo ikut memperkenalkan aksesori G2 teleconverter untuk kebutuhan zoom yang lebih jauh. Lensa tambahan ini berbobot 153 gram, panjang 96 mm, dan memakai struktur optik 15 elemen.

Vivo menyebut G2 teleconverter memenuhi standar Zeiss APO. Aksesori ini juga mendukung perekaman video portrait pada rentang 200mm, yang memperlihatkan upaya Vivo membangun ekosistem fotografi mobile yang lebih serius.

Baterai, audio, dan konektivitas

Salah satu nilai jual paling menonjol dari X300s adalah baterainya. Vivo membekali perangkat ini dengan kapasitas 7100mAh, angka yang besar untuk kelas flagship premium.

Baterai tersebut mendukung pengisian cepat kabel 90W, pengisian nirkabel 40W, dan reverse wireless charging. Kombinasi ini memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang tanpa mengorbankan kecepatan isi ulang.

Fitur lain yang hadir mencakup sensor sidik jari ultrasonik di dalam layar, speaker stereo, audio Hi-Fi, dan audio USB Type-C. Ponsel ini juga mengantongi rating IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu serta air.

Untuk konektivitas, Vivo X300s mendukung 5G SA/NSA, Wi‑Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, dan multi-system GPS termasuk NavIC. Dimensinya tercatat 161,98 x 75,48 x 8 mm dengan bobot 217 gram.

Harga dan ketersediaan

Vivo memasarkan X300s di China dengan harga awal 4,999 yuan untuk varian 12GB + 256GB. Varian 16GB + 512GB dibanderol 5,499 yuan dan 5,999 yuan tergantung konfigurasi, sedangkan model 16GB + 1TB dijual seharga 6,999 yuan.

Perangkat ini sudah tersedia untuk dipesan di China dan mulai dijual pada April. Dengan kombinasi layar 144Hz, kamera Zeiss 200MP, Dimensity 9500, dan baterai 7100mAh, Vivo X300s langsung masuk radar persaingan ponsel flagship yang mengutamakan fotografi sekaligus daya tahan.

Source: www.gizmochina.com
Exit mobile version