
Kebakaran terjadi saat subuh di Desa Pajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, dan membuat dua rumah warga terdampak. Satu rumah dilaporkan habis terbakar, sementara satu rumah lain mengalami kerusakan ringan.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 05.01 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Api muncul saat warga masih beraktivitas dini hari
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, laporan kebakaran masuk sekitar pukul 05.27 WIB. Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Mako Tebing Tinggi dikerahkan ke titik kebakaran. Saat petugas tiba sekitar pukul 05.45 WIB, kondisi api sudah mulai berangsur padam.
Meski api tidak lagi membesar, petugas tetap melakukan proses pendinginan. Langkah ini penting untuk mencegah titik panas kembali menyala dan memicu api susulan di area rumah yang terdampak.
Dugaan sementara dari korsleting listrik
Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Supriyadi, SH., MM., menyebut dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Ia menjelaskan petugas bergerak setelah menerima laporan warga dan segera melakukan penanganan di lokasi.
“Petugas menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi. Saat tiba, api sudah berangsur padam dan kami melakukan pendinginan. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik,” ujar Supriyadi.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa masalah instalasi listrik masih menjadi salah satu sumber risiko kebakaran rumah tangga yang paling sering terjadi. Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kabel, sambungan listrik, dan peralatan elektronik di rumah.
Dua rumah terdampak, satu keluarga kehilangan bangunan utama
Dalam peristiwa ini, rumah milik Sri yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa hangus terbakar. Sementara itu, rumah milik Yadi yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa mengalami kerusakan ringan.
Berikut rincian dampak kejadian yang tercatat dari laporan petugas:
- Rumah Sri: habis terbakar.
- Rumah Yadi: rusak ringan.
- Korban jiwa: tidak ada.
- Kerugian materi: sekitar Rp100 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran berlangsung cepat dan sempat mengancam dua bangunan di area permukiman. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya tetap besar bagi keluarga yang rumahnya terdampak langsung.
Imbauan untuk warga soal instalasi listrik
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penggunaan listrik di rumah. Imbauan ini relevan karena kebakaran akibat korsleting sering terjadi saat instalasi tidak dirawat dengan baik atau beban listrik dipaksa melebihi kapasitas.
Warga disarankan memeriksa kondisi kabel secara berkala, tidak menumpuk stopkontak, dan mengganti perangkat listrik yang sudah rusak. Kebiasaan sederhana seperti mematikan alat elektronik saat tidak digunakan juga dapat mengurangi potensi bahaya di rumah.
Kejadian di Desa Pajar Bakti menjadi pengingat bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, termasuk pada dini hari saat banyak warga belum sepenuhnya terjaga. Respons cepat warga, laporan yang segera diteruskan, dan kehadiran petugas di lapangan membantu mencegah api meluas ke lebih banyak rumah di kawasan permukiman tersebut.









