Vivo resmi memperkenalkan X300 Ultra sebagai ponsel flagship yang menonjolkan kemampuan fotografi profesional. Perangkat ini datang dengan sistem kamera Zeiss Master Lens, dukungan video 4K 120fps, dan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai fondasi performanya.
Fokus utama Vivo pada model ini terlihat jelas dari pendekatan desain hingga pemrosesan gambar. X300 Ultra tidak hanya mengejar spesifikasi tinggi, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman pemotretan yang lebih dekat ke kamera profesional.
Desain dan ketahanan
Vivo mengusung bahasa desain yang terinspirasi dari lensa pancake pada kamera. Modul kamera dibuat dominan, sementara bodi depan memakai layar datar 2.5D untuk memberi kesan rapi dan fungsional.
Detail fisik seperti tekstur knurled dan aksen perak di sisi rangka menegaskan identitas perangkat ini sebagai ponsel berorientasi kamera. Vivo juga menyiapkan tiga pilihan warna, yakni Film Green, Silver Tone, dan Black.
Varian Film Green disebut memiliki efek kilap berminyak yang terinspirasi lensa vintage. Sementara Silver Tone memakai tekstur belakang yang memantulkan cahaya secara berbeda, sedangkan Black hadir sebagai opsi standar.
Untuk ketahanan, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, ponsel ini dirancang tahan debu dan memiliki perlindungan tinggi terhadap air dalam skenario tertentu.
Performa flagship dan pendinginan baru
Di sektor dapur pacu, Vivo X300 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB.
Kombinasi tersebut menempatkan X300 Ultra di kelas flagship premium untuk kebutuhan berat. Beban seperti perekaman video resolusi tinggi, pemrosesan foto komputasional, dan multitasking intensif menjadi target utama perangkat ini.
Vivo juga memperbarui sistem pendingin melalui teknologi Ice Pulse Fluid VC. Perusahaan mengklaim sistem ini meningkatkan pembuangan panas keseluruhan sebesar 14 persen.
Selain itu, ruang uap dibuat 22 persen lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Saluran pengembalian cairan juga didesain ulang agar suhu permukaan tetap lebih stabil saat ponsel dipakai dalam durasi panjang.
Sistem kamera Zeiss Master Lens
Nilai jual terbesar X300 Ultra ada pada susunan kamera belakangnya. Vivo menyebut sistem ini sebagai Zeiss Master Lens array yang dirancang untuk menjaga konsistensi kualitas gambar di berbagai panjang fokus.
Perangkat ini mendukung output 25MP sebagai bagian dari pendekatan pemrosesan gambar multi-lensa. Pendekatan ini penting karena ponsel flagship modern tidak hanya dinilai dari kamera utama, tetapi juga dari konsistensi ultra-wide hingga telefoto.
Berikut konfigurasi kameranya:
-
Kamera ultra-wide 14mm
Memakai sensor 50MP Sony LYTIA 818 dengan aperture f/2.0, OIS, dan teknologi VCS bionic spectrum generasi ketiga. -
Kamera utama 35mm
Menggunakan sensor 200MP Sony LYTIA 901 dengan aperture f/1.85, kapasitas cahaya yang ditingkatkan, serta reflektivitas yang dikurangi. - Kamera telefoto 85mm
Mengandalkan sensor 200MP Samsung HP0 dengan stabilisasi setara gimbal dan dukungan hingga 60 kali operasi autofocus per detik.
Konfigurasi ini menunjukkan bahwa Vivo tidak lagi hanya mengandalkan angka megapiksel. Pemilihan focal length 14mm, 35mm, dan 85mm juga terlihat lebih dekat dengan preferensi fotografer, terutama untuk lanskap, street photography, dan potret.
Untuk kemampuan zoom, Vivo menyiapkan dua modul teleconverter eksternal. Zeiss G2 Teleconverter menawarkan focal length 200mm dengan sekitar 8,7x optical zoom, sedangkan Zeiss G2 Ultra Teleconverter memperluasnya hingga 400mm lewat struktur optik 15 elemen.
Video 4K 120fps dan fitur kelas profesional
Vivo melengkapi X300 Ultra dengan sistem Blueprint Original Color Camera. Sistem ini membawa 12 saluran spektral dan sensor khusus untuk meningkatkan akurasi warna.
Pemrosesan warnanya mencakup Smooth EV compression dan model tampilan warna khusus. Tujuannya adalah menjaga transisi kecerahan dan tone agar lebih natural dalam berbagai kondisi cahaya.
Di sisi video, spesifikasinya tergolong sangat agresif untuk kelas ponsel. X300 Ultra mendukung perekaman 4K 120fps Dolby Vision dan 4K 120fps 10-bit Log di semua lensa.
Semua kamera juga dibekali OIS untuk membantu stabilitas rekaman. Vivo menambahkan empat mikrofon, dukungan impor 3D LUT, serta integrasi alur kerja ACES yang lazim dipakai pada penyuntingan profesional.
Perangkat ini juga membawa mode sinematik bawaan. Pengguna bisa memilih gaya film 24fps atau format modern 60fps sesuai kebutuhan produksi konten.
Layar, baterai, dan perangkat lunak
Di bagian depan, Vivo X300 Ultra memakai layar LTPO AMOLED 6,82 inci beresolusi 2K. Panel ini mendukung refresh rate 144Hz, HDR10+, dan PWM dimming 2160Hz.
Spesifikasi layar tersebut mengarah pada pengalaman visual yang tajam dan mulus. Bagi kreator, panel seperti ini juga penting untuk pratinjau warna dan framing saat memotret atau merekam video.
Ponsel ini menjalankan Android 16 dengan Origin OS 6. Untuk daya, Vivo menanam baterai 6600mAh yang didukung pengisian cepat 90W, pengisian nirkabel 40W, dan reverse wireless charging.
Harga dan ketersediaan
Vivo memasarkan X300 Ultra mulai dari 6,999 yuan untuk varian 12GB + 256GB. Model tertinggi 16GB + 1TB Satellite Edition yang dibundel dengan photography kit dibanderol 11,999 yuan.
Perangkat ini sudah dibuka untuk pre-order di China dan dijadwalkan mulai dijual pada April. Dengan kombinasi kamera Zeiss, perekaman 4K 120fps di semua lensa, serta teleconverter tambahan, Vivo X300 Ultra diposisikan sebagai salah satu ponsel kamera paling ambisius di kelas flagship saat ini.
Source: www.gizmochina.com