
Apple kembali merombak lini produknya dengan menghentikan penjualan 14 perangkat keras pada periode ini. Langkah tersebut mencakup iPhone, iPad, MacBook, hingga perangkat desktop profesional seperti Mac Pro dan Pro Display XDR.
Keputusan ini mengikuti pola Apple yang kerap membersihkan katalog lama setelah menghadirkan perangkat baru. Dalam sejumlah kasus, penghentian itu datang bersamaan dengan peluncuran model yang lebih segar, namun ada juga produk yang berakhir tanpa penerus langsung.
Daftar perangkat yang dihentikan
Melansir 9to5Mac, Apple menghentikan produksi dan penjualan produk berikut:
- iPhone 16e
- iPad Air M3 ukuran 11 inci
- iPad Air M3 ukuran 13 inci
- MacBook Air M4 ukuran 13 inci
- MacBook Air M4 ukuran 15 inci
- MacBook M4 Pro ukuran 14 inci
- MacBook M4 Pro ukuran 16 inci
- MacBook M4 Max ukuran 14 inci
- MacBook M4 Max ukuran 16 inci
- Mac Pro
- Pro Display XDR
- Apple Studio Display versi 2022
- AirPods Max versi USB-C
- Opsi RAM 512GB pada Mac Studio
Langkah ini menandai berakhirnya masa edar sejumlah perangkat yang selama ini masih dipasarkan Apple. Beberapa di antaranya memang tergolong produk baru, tetapi Apple tampaknya ingin menyederhanakan jajaran perangkat agar lebih fokus pada model yang paling relevan di pasar.
Produk yang dihentikan tanpa pengganti langsung
Dari daftar tersebut, dua nama menonjol karena tidak memiliki kepastian penerus, yaitu Pro Display XDR dan Mac Pro. Pro Display XDR selama ini dikenal sebagai monitor profesional kelas atas yang menjadi acuan sejak diperkenalkan pada 2019.
Sementara itu, penghentian total Mac Pro menjadi langkah yang lebih mengejutkan. Komputer desktop profesional itu dihentikan sepenuhnya tanpa tanda-tanda akan digantikan dalam waktu dekat.
Mac Studio ikut terdampak krisis memori
Apple juga memangkas opsi RAM 512GB pada Mac Studio. Keputusan ini diduga berkaitan dengan krisis pasokan memori global yang masih memengaruhi industri perangkat keras.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan komponen kini ikut menentukan nasib produk premium. Dalam kondisi pasokan yang ketat, produsen biasanya memprioritaskan model yang paling efisien secara produksi dan paling stabil permintaan pasarnya.
Kenapa Apple rutin menghentikan produk lama
Apple kerap menghentikan model lama setelah generasi baru hadir di pasaran. Strategi ini membantu perusahaan menjaga fokus lini produk, mengurangi tumpang tindih spesifikasi, dan menyederhanakan pilihan bagi konsumen.
Di sisi lain, pendekatan itu juga memperkuat posisi Apple dalam pemasaran produk berbasis fitur terbaru, termasuk dukungan kecerdasan buatan dan efisiensi chip generasi baru. Karena itu, penghentian belasan produk ini tidak hanya soal pengurangan katalog, tetapi juga soal arah pengembangan perangkat keras Apple ke depan.
Dampak bagi konsumen dan pasar
Bagi konsumen, penghentian penjualan ini bisa memicu perubahan harga di pasar ritel dan kanal pembelian pihak ketiga. Perangkat yang tidak lagi dijual resmi biasanya akan makin sulit ditemukan dalam kondisi baru, meski stok lama masih bisa beredar di beberapa toko.
Bagi pengguna profesional, keputusan ini juga memberi sinyal bahwa Apple sedang memusatkan perhatian pada perangkat yang lebih sesuai dengan kebutuhan komputasi modern. Dengan semakin ketatnya pasokan komponen dan semakin cepatnya siklus pembaruan produk, pasar Apple kemungkinan akan terus bergerak dinamis dalam waktu dekat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: voi.id







