PinePhone Hampir Tak Punya Penerus, postmarketOS Mengubah Arah Linux Phone

PinePhone dan PinePhone Pro pernah jadi simbol penting bagi perangkat seluler berbasis Linux. Kini, peluang hadirnya penerus atau PinePhone 2 tampak makin kecil karena PineStore menilai risiko finansial untuk merilis ponsel baru terlalu tinggi.

Kondisi itu tidak lepas dari pergeseran minat komunitas Linux mobile. Banyak pengembang kini lebih tertarik mem-porting ponsel Android yang lebih murah dan lebih bertenaga ke proyek seperti postmarketOS, sehingga ponsel khusus Linux kehilangan sebagian daya tarik utamanya.

PinePhone yang sempat jadi tonggak

PinePhone pertama kali meluncur pada Januari 2020. Saat itu, pilihan ponsel yang bisa menjalankan Linux standar dengan driver terbuka masih sangat terbatas, sehingga perangkat ini segera menarik perhatian komunitas open source.

Setelah itu, Pine64 merilis sejumlah model Community Edition. Perusahaan kemudian memperkenalkan PinePhone Pro dengan peningkatan perangkat keras, dan perangkat tersebut mulai dikirim pada 2022.

Mengapa penerusnya sulit terwujud

Dalam tulisan di blog komunitas Pine64, disebutkan bahwa selain kelangkaan chip yang masih membayangi pasar, PineStore menilai peluncuran ponsel baru terlalu berisiko secara finansial. Faktor lain yang ikut menekan peluang itu adalah perubahan arah komunitas mobile Linux.

Pine64 menyebut minat komunitas kini bergeser ke perangkat Android yang lebih murah dan lebih kuat untuk dipasangi Linux. Proyek seperti Sailfish dan postmarketOS mendapat manfaat dari tren ini karena banyak perangkat lama masih tersedia di pasaran dengan harga lebih rendah.

postmarketOS mengubah peta persaingan

postmarketOS menjadi salah satu alasan utama mengapa model bisnis ponsel Linux khusus menjadi kurang menarik. Alih-alih membuat perangkat baru dari nol, komunitas kini bisa memanfaatkan ponsel Android yang sudah matang secara perangkat keras lalu menjalankan Linux di atasnya.

Berikut beberapa alasan mengapa pendekatan itu menarik bagi pengembang dan pengguna:

  1. Perangkat bekas lebih mudah ditemukan di pasar.
  2. Harga perangkat sering lebih terjangkau dibanding ponsel Linux khusus.
  3. Opsi perangkat keras lebih beragam, termasuk model yang punya spesifikasi lebih kuat.
  4. Dukungan pengembangan bisa difokuskan pada perangkat yang sudah populer.

Salah satu contoh yang disebut dalam sumber adalah OnePlus 6T. Perangkat ini termasuk salah satu perangkat yang paling baik didukung oleh postmarketOS saat ini, dan harganya di eBay berada di kisaran 100-200 dolar AS.

Stok PinePhone dan PinePhone Pro juga menipis

Masalah lain datang dari sisi produksi. Stok PinePhone dan PinePhone Pro yang ada saat ini juga dilaporkan mulai habis, dan Pine64 tidak ingin menaikkan harga perangkat secara signifikan akibat biaya produksi DRAM yang meningkat.

Itu berarti batch yang sedang beredar bisa menjadi gelombang terakhir untuk sementara waktu. Pine64 menyebut restock baru akan dipertimbangkan jika harga kembali normal atau perusahaan mengubah keputusan bisnisnya.

Dampaknya tidak hanya terasa pada ponsel. PineTab2 dan PineNote juga ikut terdampak, sementara PineTime, PineBuds, Pinecil, dan PineVoice tetap tidak terkena pengaruh yang sama.

Masih ada alternatif di pasar Linux phone

Meski PinePhone belum punya penerus yang jelas, pasar ponsel Linux belum sepenuhnya mati. Purism Librem 5 masih tersedia dengan harga 799 dolar AS, sedangkan Liberty Phone dari perusahaan yang sama dipasarkan seharga 1.999 dolar AS.

Di sisi lain, beberapa ponsel dari Volla juga bisa menjalankan Linux atau Ubuntu Touch lewat dual-boot. Namun, perangkat tersebut belum banyak tersedia di Amerika Utara, sehingga jangkauannya masih terbatas.

Arah pengembangan jika PinePhone 2 benar-benar lahir

Meski belum ada kepastian, Pine64 sempat membahas komponen potensial untuk penerus PinePhone. Kandidat SoC yang disebut adalah Rockchip RK3572/6, yang awalnya dirancang terutama untuk TV box dan bisa menggantikan RK3399S pada PinePhone Pro.

Perangkat itu juga berpotensi memakai modem RedCap 5G karena memiliki perintah yang mirip dengan modem Quectel EG25-G yang dipakai PinePhone dan PinePhone Pro. Untuk saat ini, komunitas Linux mobile tampaknya lebih realistis mengandalkan perangkat yang sudah ada dan sedang aktif didukung oleh postmarketOS, Mobian, atau distribusi serupa.

Berita Terkait

Back to top button