Crimson Desert Harus Mengorbankan Visual Demi Multiplayer, Kabar Buruknya Sudah Diuji Internal

Pearl Abyss memberi sinyal kuat bahwa mode multiplayer untuk Crimson Desert belum akan hadir dalam waktu dekat. Hasil pengujian internal menunjukkan fitur itu menuntut pengorbanan besar, terutama pada kualitas grafis di spesifikasi yang saat ini direkomendasikan.

Informasi ini muncul dari rapat pemegang saham terbaru Pearl Abyss yang dikutip media gaming internasional. Bagi pemain yang berharap ada mode co-op atau online saat perilisan, pesan utamanya cukup jelas: dukungan multiplayer belum menjadi prioritas karena dampaknya terlalu berat pada performa dan presentasi visual game.

Multiplayer dinilai mengorbankan kualitas visual

Menurut laporan dari uji coba internal, lingkungan multiplayer pada Crimson Desert akan memaksa studio menurunkan kualitas grafis. Kompromi itu diperlukan agar game tetap berjalan di perangkat yang masuk spesifikasi rekomendasi saat ini.

Hal ini penting karena Crimson Desert sejak awal dipromosikan sebagai game aksi dunia terbuka dengan detail visual tinggi. Jika mode online dipaksakan, beban pemrosesan akan naik dan hasil akhirnya bisa mengubah pengalaman yang sedang dijual Pearl Abyss sebagai daya tarik utama.

Crimson Desert berjalan di atas BlackSpace Engine buatan internal Pearl Abyss. Sejumlah analis teknologi game menilai engine ini sangat kompetitif untuk menangani visual skala besar, bahkan sering dibandingkan dengan engine AAA lain seperti Unreal Engine 5.

Namun efisiensi engine tidak otomatis menyelesaikan persoalan multiplayer. Fitur online tetap menambah overhead pemrosesan, sinkronisasi jaringan, simulasi dunia, dan kepadatan objek yang harus dikelola secara bersamaan.

Akar masalah berasal dari arah pengembangan game

Laporan referensi menyebut Crimson Desert sempat dikembangkan dengan arah yang dekat ke MMORPG, atau setidaknya kampanye dengan elemen MMO-lite. Di tahap berikutnya, proyek ini beralih menjadi game single-player penuh, dan studio menyatakan perubahan itu terjadi cukup awal.

Sejak perubahan arah tersebut, fondasi game dan arsitektur engine terus disempurnakan untuk pengalaman solo. Karena itu, desain teknis versi sekarang disebut tidak dibangun dengan multiplayer sebagai fokus utama.

Kondisi itu membuat penambahan mode online bukan sekadar membuka server lalu menyalakan fitur co-op. Pearl Abyss harus mempertimbangkan ulang banyak aspek, mulai dari kinerja CPU dan GPU hingga densitas NPC, pencahayaan, serta kualitas shader.

Kompromi yang mungkin terjadi jika multiplayer dipaksakan

Secara teori, versi PC masih punya peluang menjalankan mode online jika kebutuhan sistem dinaikkan. Akan tetapi, opsi itu tidak mudah diterapkan di konsol karena basis perangkatnya tetap dan tidak bisa ditingkatkan seenaknya.

Jika studio ingin mempertahankan tampilan visual yang sama pada mode multiplayer, sebagian pemain berpotensi tersisih karena perangkat mereka tidak lagi memenuhi syarat. Jika studio memilih menjaga akses yang luas, maka kualitas gambar kemungkinan harus diturunkan.

Beberapa bentuk kompromi yang paling mungkin terjadi antara lain:

  1. Penurunan preset shader dan efek pencahayaan.
  2. Pengurangan kepadatan NPC dan satwa di dunia game.
  3. Penyederhanaan kualitas bayangan, refleksi, atau detail lingkungan.
  4. Penyesuaian draw distance dan kompleksitas simulasi dunia.

Contoh yang sering dipakai untuk menjelaskan situasi ini adalah perbedaan antara Red Dead Redemption 2 dan Red Dead Online. Mode online pada game tersebut dikenal memakai sejumlah setelan visual yang lebih rendah serta kepadatan NPC dan hewan yang lebih sedikit dibanding pengalaman single-player.

Versi solo sudah menghadapi tantangan teknis

Laporan yang sama juga menyoroti bahwa Crimson Desert versi saat ini pun masih menunjukkan kompromi visual tertentu. Tanpa Ray Reconstruction, teknologi denoiser native yang dipakai disebut dapat memunculkan shimmering pada bayangan, pencahayaan yang kurang stabil, dan artifacting di area interior.

Artinya, mode solo saja masih menuntut optimasi lanjutan sebelum game mencapai hasil akhir terbaik. Dalam konteks itu, keputusan menahan multiplayer bisa dibaca sebagai langkah untuk menjaga kualitas inti produk utama lebih dulu.

Pendekatan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap Crimson Desert. Mayoritas perhatian publik saat ini tertuju pada kampanye single-player, kualitas dunia terbuka, dan performa teknis saat game meluncur.

Ada eksperimen untuk Switch 2, tetapi belum berarti rilis pasti

Dalam rapat yang sama, Pearl Abyss juga mengonfirmasi bahwa mereka mulai bereksperimen dengan versi Switch 2. Namun, tahap ini masih bersifat riset dan pengembangan, sehingga belum dapat dianggap sebagai kepastian rilis di platform tersebut.

Informasi itu relevan karena perangkat handheld Nintendo terbaru diyakini memiliki tenaga di bawah PS5 dasar. Jika versi konsol yang lebih kuat saja sudah memerlukan penyesuaian visual, maka adaptasi ke perangkat yang lebih lemah akan menjadi pekerjaan teknis yang lebih rumit.

Situasi ini memperlihatkan prioritas Pearl Abyss saat ini masih berkisar pada skalabilitas performa dan kestabilan visual di banyak platform. Dengan hasil uji internal yang menunjukkan multiplayer membutuhkan pengorbanan besar, fokus studio tampaknya tetap pada penyempurnaan pengalaman single-player Crimson Desert sebelum membuka pembahasan serius soal co-op atau mode online.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version