
Memasuki periode THR Lebaran, banyak pembeli mulai melirik ponsel flagship yang harganya sudah lebih masuk akal. Salah satu nama yang paling sering dibahas adalah Samsung Galaxy S24 FE, karena banderolnya kini berada di kisaran Rp7 jutaan dan terlihat jauh lebih ramah dibanding Samsung S25 FE yang masih di angka Rp8,7 jutaan.
Pertanyaannya, apakah harga Samsung Galaxy S24 FE yang turun drastis itu masih layak dibeli untuk kebutuhan harian, gaming, dan pemakaian jangka panjang? Jawabannya cenderung iya, selama Anda mencari smartphone premium yang seimbang dan tidak terlalu fokus pada pengisian daya super cepat.
Harga yang makin masuk akal untuk kelas flagship
Penurunan harga membuat Galaxy S24 FE jadi salah satu opsi paling agresif di kelasnya. Dengan selisih harga yang cukup lebar dari generasi penerusnya, perangkat ini menawarkan banyak fitur flagship tanpa harus mengeluarkan dana setinggi model terbaru.
Dalam konteks belanja THR, kondisi ini menarik karena banyak orang ingin memaksimalkan budget untuk perangkat yang awet dipakai beberapa tahun. Samsung juga masih memberi nilai tambah lewat ekosistem One UI, fitur keamanan Knox, dan integrasi antardevice yang biasanya jadi alasan utama pengguna tetap bertahan di lini Galaxy.
Desain premium masih terasa mahal
Walau berstatus Fan Edition, kualitas fisik Galaxy S24 FE tetap terasa solid. Ponsel ini memakai layar 6,7 inci, bingkai aluminium, proteksi Gorilla Glass Victus+, dan sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Desain flat dengan sudut membulat dan finishing matte membuat tampilannya tetap modern. Bagian belakangnya juga tidak mudah penuh sidik jari, sehingga cocok untuk pengguna yang ingin ponsel terlihat rapi tanpa sering dibersihkan.
Spesifikasi utama Samsung Galaxy S24 FE
Berikut ringkasan fitur penting yang masih relevan di kelasnya:
- Layar 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X
- Chipset Exynos 2400e
- RAM 8GB
- Kamera utama 50MP sensor ISOCELL GN3
- Kamera ultrawide 12MP
- Kamera telephoto 8MP dengan 3x optical zoom
- Baterai 4.700 mAh
- Pengisian daya 25W
Kombinasi ini membuat Galaxy S24 FE tetap kompetitif untuk pengguna yang butuh ponsel serbaguna. Dari sisi paket fitur, Samsung terlihat masih menjaga identitas seri FE sebagai jembatan antara kelas menengah atas dan flagship.
Kamera masih jadi salah satu daya tarik utama
Di sektor kamera, Galaxy S24 FE masih sangat kuat untuk kebutuhan media sosial dan dokumentasi harian. Sensor utama 50MP dengan dukungan ProVisual Engine membantu menjaga dynamic range tetap luas, detail highlight lebih aman, dan shadow tidak mudah tenggelam.
Untuk pemotretan malam, hasil fotonya juga masih bisa diandalkan karena noise tetap terkendali dan warna terlihat hidup. Ponsel ini bahkan mendukung perekaman hingga 8K 30fps atau 4K 60fps, sehingga masih relevan untuk pengguna yang sering membuat konten video.
Performa Exynos 2400e masih sanggup untuk gaming
Samsung membekali Galaxy S24 FE dengan Exynos 2400e yang disebut punya skor Antutu di kisaran 1,7 juta hingga 2,1 juta poin. Untuk penggunaan berat di tahun ini, angka tersebut masih tergolong kuat dan cukup aman untuk banyak skenario.
Dalam pengujian yang dirujuk sumber, Genshin Impact bisa berjalan stabil di 55-60 FPS pada pengaturan High. PUBG Mobile juga mampu tembus 90 FPS dengan suhu sekitar 44°C, sementara baterainya bisa memberi screen-on time hingga 7 jam untuk penggunaan harian.
Perbandingan singkat dengan kompetitor
| Model | Harga | Chipset | RAM | Charging |
|---|---|---|---|---|
| Samsung S24 FE | Rp7,0 Juta | Exynos 2400e | 8GB | 25W |
| Samsung S25 FE | Rp8,7 Juta | Exynos 2400 | 8GB/12GB | 45W |
| Xiaomi 15T | Rp7,6 Juta | Dimensity 8400 Ultra | 12GB | 67W |
Dari tabel itu terlihat bahwa Xiaomi 15T unggul di RAM dan kecepatan isi daya. Namun Samsung masih punya kelebihan pada stabilitas antarmuka, keamanan, dan konsistensi pengalaman pemakaian, terutama bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Galaxy.
Dukungan update jadi nilai jual besar
Salah satu alasan terkuat memilih Galaxy S24 FE adalah janji update software selama 7 tahun. Di tahun ini, perangkat tersebut sudah berjalan dengan Android 17 dan One UI 9, dan masih diproyeksikan menerima pembaruan sampai Android 21.
Setelah harga turun ke level Rp7 jutaan, nilai jual Galaxy S24 FE terasa makin kuat untuk pembeli yang ingin ponsel awet, kameranya bagus, dan performanya masih relevan. Untuk penggunaan sehari-hari, gaming, hingga kebutuhan kerja ringan, perangkat ini masih punya posisi yang sangat menarik di tengah banyaknya pilihan baru di kelas harga yang mirip.
Source: pemmzchannel.com








