Xiaomi memperbarui lini perangkat streaming murahnya lewat TV Stick HD generasi kedua. Perangkat ini hadir dengan chipset lebih cepat, dukungan HDR10+, serta sistem operasi Google TV untuk kebutuhan hiburan di televisi yang belum mendukung smart TV modern.
Model ini tetap ditujukan untuk TV lawas atau pengguna yang belum membutuhkan resolusi 4K. Output videonya mentok di 1080p pada 60fps, sehingga posisinya jelas sebagai opsi lebih terjangkau untuk layanan streaming kelas dasar.
Fokus pada TV Full HD, bukan 4K
Xiaomi tidak mengubah karakter utama produk ini sebagai dongle streaming untuk layar Full HD. Artinya, TV Stick HD generasi kedua cocok bagi pengguna yang masih memakai televisi 1080p atau pelanggan layanan streaming yang tidak berlangganan paket 4K.
Pendekatan ini masuk akal karena banyak platform memang membedakan paket Full HD dan 4K. Dengan begitu, perangkat ini bisa menjadi pilihan praktis tanpa harus membayar lebih untuk fitur resolusi yang belum tentu dipakai.
Chipset baru, performa diklaim naik 38 persen
Pembaruan terbesar ada di sisi dapur pacu. Xiaomi menyematkan chipset baru dengan CPU quad-core Cortex-A55 dan GPU Mali-G31 MP2.
Menurut informasi dari artikel referensi, Xiaomi mengklaim ada peningkatan performa hingga 38 persen dibanding TV Stick HD generasi pertama. Model lama memakai empat inti Cortex-A53 dan GPU Mali-450, sehingga lompatan ini penting untuk navigasi antarmuka dan pemutaran konten yang lebih mulus.
Meski begitu, kapasitas memorinya tidak berubah. Perangkat ini masih membawa RAM 1GB dan penyimpanan internal 8GB, angka yang tergolong terbatas untuk standar perangkat streaming saat ini.
Keterbatasan ini bisa terasa saat pengguna memasang banyak aplikasi. Untuk pemakaian dasar seperti Netflix, YouTube, dan Prime Video, spesifikasi tersebut masih bisa memadai, tetapi ruang ekspansi tetap sempit.
Dukungan AV1 jadi nilai penting
Selain HDR10+, salah satu peningkatan yang paling relevan justru ada pada dukungan dekode AV1 berbasis hardware. Codec ini kini semakin penting karena banyak dipakai platform video untuk efisiensi kompresi dan kualitas streaming yang lebih baik.
Dalam konteks penggunaan harian, dukungan AV1 membantu pengalaman menonton YouTube dan Netflix menjadi lebih optimal. Fitur ini juga memberi perangkat umur pakai yang lebih baik karena selaras dengan arah perkembangan distribusi konten digital saat ini.
Google TV dan tombol pintas di remote
Xiaomi TV Stick HD generasi kedua menjalankan Google TV. Sistem ini memberi antarmuka yang lebih modern, dukungan rekomendasi konten, serta akses ke ekosistem aplikasi Android TV yang luas.
Perangkat ini juga sudah dibekali aplikasi populer seperti Netflix, Amazon Prime Video, dan YouTube. Xiaomi menyiapkan tombol khusus untuk layanan tersebut di remote, sehingga akses ke aplikasi utama bisa dilakukan lebih cepat.
Selain streaming, perangkat ini mendukung fitur cast untuk foto dan video dari ponsel. Fitur ini masih menjadi salah satu alasan kuat orang membeli TV stick karena bisa memperluas fungsi TV biasa tanpa proses instalasi rumit.
Desain diperbarui, port masih micro-USB
Dari sisi fisik, Xiaomi mengadopsi desain yang lebih membulat seperti TV Stick 4K generasi kedua. Penyegaran ini membuat tampilannya lebih seragam dengan lini produk streaming Xiaomi yang lebih baru.
Namun, ada satu keputusan lama yang dipertahankan, yaitu penggunaan port daya micro-USB. Di tengah tren USB-C yang makin luas, pemakaian micro-USB bisa dianggap tertinggal dan kurang praktis bagi sebagian pengguna.
Artikel referensi juga menyebut hanya ada satu port USB dan tidak tersedia slot microSD. Jika pengguna ingin menambah media penyimpanan eksternal, opsi itu lebih realistis ditemukan pada lini Xiaomi TV Box, bukan pada TV Stick ini.
Audio, konektivitas, dan kompatibilitas
Untuk audio, perangkat ini mendukung DTS:X dan Dolby Audio. Namun manfaat fitur tersebut bergantung pada kompatibilitas TV atau sistem audio yang dipakai pengguna.
Di sisi konektivitas, Xiaomi membekali perangkat ini dengan Wi-Fi dual-band 802.11ac atau Wi-Fi 5. Koneksi ini cukup umum untuk kebutuhan streaming Full HD dan lebih stabil dibanding Wi-Fi single-band pada jaringan rumah yang padat.
Remote-nya memakai Bluetooth 5.0. Xiaomi juga menambahkan IR blaster, yang memungkinkan remote menyalakan televisi secara langsung.
Ringkasan spesifikasi utama
- Resolusi maksimum: 1080p 60fps
- Sistem operasi: Google TV
- Prosesor: quad-core Cortex-A55
- GPU: Mali-G31 MP2
- RAM dan storage: 1GB + 8GB
- Dukungan video: HDR10+ dan AV1 hardware decoding
- Audio: DTS:X dan Dolby Audio
- Konektivitas: Wi-Fi 5 dual-band, Bluetooth 5.0
Ketersediaan dan posisi produk
Xiaomi disebut akan memasarkan TV Stick HD generasi kedua secara global dalam waktu dekat. Hingga informasi pada artikel referensi diterbitkan, harga resminya belum diumumkan.
Sebagai pembanding, Xiaomi TV Stick 4K generasi kedua telah banyak dijual dengan harga €50. Dengan spesifikasi yang lebih rendah dan fokus pada Full HD, TV Stick HD generasi kedua diperkirakan akan menempati segmen di bawah model 4K, terutama untuk pengguna yang mencari perangkat streaming ringkas dengan fitur modern seperti Google TV, AV1, dan HDR10+ tanpa harus berpindah ke kelas yang lebih mahal.
Source: www.gsmarena.com