
Penjualan CPU desktop untuk pasar rakit PC dilaporkan turun ke titik terendah dalam catatan terbaru di Eropa. Data pekan ke-13 dari peritel Jerman Mindfactory yang dibagikan TechEpiphany menunjukkan pelemahan tajam di tengah harga komponen yang terus naik.
Situasi ini memberi sinyal bahwa konsumen DIY PC mulai menahan belanja. Di saat CPU, GPU, RAM, dan media penyimpanan sama-sama lebih mahal, banyak calon pembeli dinilai memilih menunggu daripada merakit atau upgrade sekarang.
Penjualan CPU melemah saat biaya rakit PC naik
Data Mindfactory menjadi sorotan karena toko ini kerap dipakai sebagai acuan tren minat pasar enthusiast di Eropa. Meski bukan gambaran seluruh pasar global, angka penjualan dari peritel besar seperti ini sering dipakai untuk membaca arah permintaan komponen desktop.
Laporan tersebut menyebut penjualan CPU desktop mingguan jatuh ke level terendah yang pernah tercatat. Penurunan itu terjadi ketika biaya membangun PC ikut membengkak, sehingga total pengeluaran konsumen menjadi jauh lebih berat dibanding siklus sebelumnya.
Kenaikan harga tidak hanya menekan satu jenis komponen. CPU yang lebih mahal akan terasa semakin membebani ketika dipadukan dengan GPU mahal, memori yang ikut naik, serta SSD yang tidak lagi semurah beberapa waktu lalu.
Bagi pengguna yang hanya ingin upgrade sebagian, kondisi ini juga tidak ideal. Banyak platform baru menuntut komponen pendamping yang lebih modern, sehingga biaya akhir sering kali melampaui anggaran awal.
AMD masih dominan, Intel tertinggal jauh
Di tengah pasar yang melambat, AMD tetap memimpin telak dalam penjualan mingguan di Mindfactory. Pangsa penjualan AMD disebut mencapai sekitar 89 persen, sementara Intel hanya sedikit di atas 10 persen.
Angka itu menunjukkan preferensi pembeli masih sangat condong ke lini prosesor AMD, khususnya untuk segmen value dan gaming. Dominasi ini juga memperlihatkan bahwa ketika pasar lesu, konsumen cenderung memilih produk yang dianggap paling efisien secara harga dan performa.
Intel belum menunjukkan pemulihan permintaan yang berarti meski chip Core Ultra 200S Plus sudah hadir di pasar. Menurut data yang dikutip, Core Ultra 7 265K yang menjadi model Intel terlaris pada periode itu hanya terjual 10 unit.
Angka tersebut terbilang sangat rendah untuk produk unggulan mingguan. Hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran generasi baru belum cukup kuat untuk membalikkan sentimen pasar yang sedang berhati-hati.
Chip lama justru masih diminati
Salah satu pola yang paling jelas terlihat adalah kuatnya penjualan prosesor generasi lama yang lebih murah. AMD Ryzen 7 5700X dan Ryzen 5 5500 tetap laris karena menawarkan rasio harga dan kinerja yang masih menarik.
Daya tarik utama chip seperti ini bukan hanya pada harga prosesor itu sendiri. Platform pendukungnya masih memakai memori DDR4, yang umumnya lebih terjangkau dibanding DDR5 dan membantu menekan total biaya rakit.
Kondisi serupa juga terlihat di kubu Intel. Sebagian penjualan masih ditopang model generasi sebelumnya, meski beberapa chip baru mulai mendapatkan potongan harga.
Pola itu memperlihatkan konsumen tidak semata mengejar teknologi paling mutakhir. Dalam situasi harga komponen tinggi, nilai guna dan efisiensi anggaran menjadi faktor yang lebih menentukan.
Mengapa pembeli menunda upgrade
Ada beberapa alasan yang membuat pembeli lebih memilih menahan diri saat ini:
- Harga CPU naik sehingga selisih biaya dengan generasi lama makin terasa.
- GPU masih menjadi komponen mahal dalam banyak skenario rakit gaming.
- Platform baru sering menuntut DDR5 dan motherboard baru.
- Upgrade kecil sering berubah menjadi biaya besar karena efek berantai.
- Performa PC lama bagi banyak pengguna masih dianggap cukup.
Bagi pengguna gaming menengah dan produktivitas ringan, sistem lama sering masih memadai. Jika perangkat yang ada masih bisa menjalankan game populer atau aplikasi kerja harian, dorongan untuk upgrade memang menjadi lebih kecil.
Gambaran tren dari data yang tersedia
Berikut ringkasan data utama dari laporan yang beredar:
| Indikator | Temuan utama |
|---|---|
| Sumber data | Mindfactory, dibagikan TechEpiphany |
| Wilayah | Jerman/Eropa |
| Kondisi pasar | Penjualan CPU desktop mingguan terendah dalam catatan |
| Pangsa AMD | Sekitar 89 persen |
| Pangsa Intel | Sedikit di atas 10 persen |
| Model Intel terlaris | Core Ultra 7 265K |
| Unit terjual model Intel terlaris | 10 unit |
| Chip yang tetap diminati | Ryzen 7 5700X, Ryzen 5 5500 |
Perlu dicatat, data dari satu peritel tidak otomatis mewakili seluruh industri semikonduktor atau seluruh pasar PC global. Namun, ketika pelemahan terjadi di toko besar yang banyak dipantau penggemar hardware, sinyalnya tetap penting untuk dibaca.
Dalam konteks pasar yang lebih luas, tren ini sejalan dengan perilaku konsumen saat harga komponen naik bersamaan. Permintaan tidak hilang, tetapi bergeser ke produk yang lebih ekonomis dan platform lama yang masih relevan.
Selama harga CPU, GPU, memori, dan storage belum kembali lebih kompetitif, pasar rakit PC kemungkinan tetap bergerak lambat. Minat beli masih ada, tetapi keputusan pembelian tampak semakin selektif dan lebih fokus pada kombinasi performa serta biaya total yang paling masuk akal.
Source: www.gizmochina.com








