Vivo X300 Ultra Tampil Menggigit, Kamera 200MP-nya Bikin Galaxy S26 Ultra Terlihat Biasa

Vivo X300 Ultra resmi meluncur lebih dulu di China sebelum debut globalnya digelar pada paruh akhir tahun ini. Kehadiran ponsel ini langsung menarik perhatian karena spesifikasi kameranya berada di level yang sangat agresif, bahkan disebut mampu membuat persaingan dengan Galaxy S26 Ultra terlihat timpang.

Sorotan utamanya ada pada sistem kamera belakang yang membawa sensor utama 200MP berukuran 1/1.12 inci. Berdasarkan data peluncuran yang dibagikan Vivo dan laporan awal dari ajang MWC, ponsel ini memakai sensor Sony Lytia 901 dengan dukungan OIS serta focal length 35mm yang dipertahankan dari generasi sebelumnya.

Kamera jadi senjata utama

Langkah Vivo kali ini menunjukkan fokus yang sangat jelas pada fotografi dan videografi. Jika X200 Ultra dikenal sebagai salah satu ponsel kamera terbaik tetapi hanya tersedia di China, maka X300 Ultra hadir dengan ambisi yang lebih besar karena disiapkan untuk pasar global.

Kamera telefoto juga tidak kalah mencolok. Vivo menyematkan lensa tele 200MP berukuran 1/1.4 inci dengan focal length 85mm, OIS, dan modul baru ISOCELL HP0 yang ditujukan untuk meningkatkan detail jarak jauh.

Untuk kamera ultra-wide, Vivo memang tidak banyak mengubah formula. Perangkat ini tetap memakai sensor 50MP 1/1.28 inci pada lensa 14mm, tetapi kini dilengkapi OIS sehingga stabilisasi berlaku lebih merata di berbagai panjang fokus.

Pendekatan itu penting karena Vivo menempatkan perekaman video sebagai salah satu nilai jual terbesar X300 Ultra. Ponsel ini mendukung perekaman 4K120 dalam Dolby Vision, sebuah kombinasi yang masih sangat jarang ditemui di segmen smartphone premium.

Mengapa disebut membuat Galaxy S26 Ultra terlihat kalah

Pernyataan bahwa X300 Ultra membuat Galaxy S26 Ultra “terlihat seperti lelucon” jelas bernada provokatif. Namun jika dilihat dari angka dan pendekatan hardware, Vivo memang datang dengan paket kamera yang sangat ambisius dan sulit diabaikan.

Sensor utama 1/1.12 inci 200MP tergolong sangat besar untuk kelas smartphone. Di atas kertas, ukuran sensor ini memberi keuntungan pada penangkapan cahaya, detail, dan fleksibilitas pemrosesan gambar, terutama saat memotret dalam kondisi minim cahaya.

Keunggulan lain muncul pada konsistensi stabilisasi. Vivo menghadirkan OIS di kamera utama, telefoto, dan ultra-wide, lalu menekankan bahwa seluruh rentang fokal dirancang untuk mendukung pengalaman video yang stabil dan lebih serius.

Dalam laporan hands-on awal dari media teknologi internasional, Vivo juga disebut melakukan pembaruan pada color science dan algoritma imaging. Artinya, perusahaan tidak hanya mengandalkan sensor besar, tetapi juga mencoba memperbaiki karakter warna dan hasil akhir foto agar lebih kompetitif melawan Xiaomi, Samsung, dan Google.

Spesifikasi kunci Vivo X300 Ultra

Berikut poin penting spesifikasi yang sudah terungkap dari model China:

  1. Kamera utama 200MP, sensor Sony Lytia 901, ukuran 1/1.12 inci, OIS, 35mm.
  2. Kamera telefoto 200MP, sensor 1/1.4 inci, 85mm, OIS, modul ISOCELL HP0.
  3. Kamera ultra-wide 50MP, sensor 1/1.28 inci, 14mm, OIS.
  4. Rekam video 4K120 dengan Dolby Vision.
  5. Layar OLED 6,82 inci dengan refresh rate 144Hz.
  6. Chipset Qualcomm terbaru.
  7. RAM 12GB atau 16GB.
  8. Penyimpanan hingga 1TB.
  9. Baterai 6.600mAh.

Spesifikasi tersebut memperlihatkan bahwa Vivo tidak membangun X300 Ultra sebagai ponsel tipis yang sekadar mengandalkan desain. Perangkat ini justru diarahkan sebagai flagship besar dengan prioritas pada kamera, performa, dan daya tahan.

Aksesori tambahan jadi pembeda

Vivo juga menyiapkan dua kit lensa telefoto tambahan yang bisa dipasangkan ke perangkat ini. Jika kualitasnya mendekati aksesori tele pada generasi sebelumnya, aksesori ini berpotensi memperluas kemampuan zoom dan memberi nilai tambah bagi pengguna yang serius di fotografi mobile.

Strategi aksesori seperti ini masih jarang dilakukan oleh merek besar lain. Karena itu, Vivo punya peluang membangun identitas yang lebih kuat sebagai merek yang tidak hanya menjual spesifikasi kamera tinggi, tetapi juga ekosistem fotografi yang lebih lengkap.

Harga di China dan arah peluncuran global

Di pasar China, Vivo X300 Ultra dibuka mulai 6,999 RMB. Harga itu berlaku untuk varian awal, sementara versi dengan RAM dan penyimpanan lebih besar diperkirakan berada di level yang lebih tinggi.

Peluncuran globalnya sudah dikonfirmasi akan menyusul pada akhir tahun ini. Harga internasional belum diumumkan, tetapi banyak pengamat memperkirakan banderolnya akan lebih mahal dibanding harga China karena penyesuaian pasar, distribusi, dan pajak.

Dengan kombinasi sensor utama raksasa, telefoto 200MP, perekaman 4K120 Dolby Vision, baterai 6.600mAh, dan layar OLED 144Hz, Vivo X300 Ultra masuk ke pasar flagship dengan paket yang sangat agresif. Saat menunggu uji kamera secara langsung melawan Galaxy S26 Ultra, Xiaomi 17 Ultra, dan Pixel 10 Pro XL, perangkat ini sudah lebih dulu menempatkan diri sebagai salah satu ponsel kamera paling serius tahun ini.

Source: www.androidcentral.com

Berita Terkait

Back to top button