
Kabar soal iMac layar besar kembali mencuri perhatian setelah Apple merilis penyegaran iMac 24 inci dengan chip M3, tetapi belum juga memperkenalkan model pengganti iMac 27 inci atau iMac Pro. Laporan terbaru dari Mark Gurman di Bloomberg memberi sinyal bahwa proyek iMac berlayar besar belum benar-benar hilang dari radar Apple.
Bagi pengguna yang menginginkan komputer all-in-one dengan layar lega dan tenaga kelas atas, kabar ini penting. Apple disebut masih mengeksplorasi iMac dengan ukuran layar yang lebih besar, sehingga peluang kehadiran model baru masih terbuka meski belum masuk tahap rilis.
Masih dalam tahap pengembangan awal
Salah satu alasan utama iMac layar gede belum “wafat” adalah karena Apple masih mengerjakannya di fase awal. Artinya, proyek ini belum dibatalkan, hanya belum mencapai tahap siap produksi atau siap diumumkan.
Dalam laporan yang dikutip Bloomberg, Apple masih mencoba beberapa ukuran layar untuk perangkat tersebut. Ukuran yang paling banyak dibicarakan berada di kisaran 32 inci, jauh lebih besar dari iMac 24 inci yang saat ini beredar di pasar.
Apple tampak ingin membedakan kelas produknya
Alasan kedua berkaitan dengan strategi produk Apple. Model iMac berlayar besar kabarnya tidak akan diposisikan sebagai versi biasa, melainkan sebagai perangkat dengan performa “Pro”.
Berikut gambaran arah produknya:
- Layar lebih besar untuk kebutuhan kerja visual, multitasking, dan hiburan.
- Chip seri Pro atau Max untuk menangani beban kerja berat.
- Fokus pada pengguna profesional seperti editor video, desainer, dan kreator konten.
Pendekatan ini masuk akal karena Apple perlu memberi pembeda yang jelas antara iMac 24 inci untuk pengguna umum dan varian layar besar untuk kelas profesional.
Transisi dari Intel ke Apple Silicon belum selesai sepenuhnya
Apple juga memiliki alasan strategis lain untuk tidak terburu-buru. Setelah menghentikan iMac 27 inci berbasis Intel dan iMac Pro, perusahaan tampaknya ingin memastikan model layar besar berikutnya hadir dengan Apple Silicon yang matang.
Langkah ini penting karena Apple ingin menjaga konsistensi performa, efisiensi daya, dan integrasi ekosistem. Jika model besar dirilis kurang siap, Apple berisiko merusak citra produk all-in-one yang selama ini identik dengan desain rapi dan pengalaman pakai yang stabil.
Mengapa Apple memilih jalan pelan?
Ada beberapa faktor yang membuat Apple tampak berhati-hati dalam mengembangkan iMac layar besar.
-
Menjaga diferensiasi produk
Apple tidak ingin iMac besar terlalu dekat dengan Mac Studio dan Studio Display. -
Menunggu chip yang tepat
Model semacam ini butuh chip dengan performa tinggi agar layak dipakai profesional. - Memastikan pengalaman all-in-one tetap unggul
iMac dikenal bukan hanya karena kinerja, tetapi juga karena kesederhanaan setup.
Dengan strategi seperti itu, Apple terlihat mengutamakan kesiapan jangka panjang ketimbang sekadar cepat hadir di pasar.
Alternatif yang masih ditawarkan Apple
Sambil menunggu iMac layar besar, Apple masih mengarahkan pengguna berat ke kombinasi Mac Studio dan Studio Display. Pasangan ini memang bukan all-in-one, tetapi menawarkan fleksibilitas dan performa yang sangat tinggi untuk kebutuhan komputasi serius.
Meski begitu, daya tarik iMac tetap sulit tergantikan karena formatnya yang ringkas. Banyak pengguna masih menunggu kehadiran komputer Apple berlayar besar yang bisa menghadirkan layar luas, tenaga besar, dan desain minimalis dalam satu perangkat.
Laporan Bloomberg yang dikutip Mark Gurman menyebut Apple “masih mengeksplorasi ide untuk iMac yang lebih besar, namun pengembangan ini masih berada di tahap awal,” sehingga proyek ini belum bisa dianggap selesai. Selama Apple belum mengubah arah tersebut, iMac layar gede masih punya peluang untuk kembali, hanya saja waktunya tampak belum قريب.








