Samsung kembali menyiapkan dua model baru di lini kelas menengahnya, yakni Galaxy A57 dan Galaxy A37. Bocoran video hands-on yang beredar memberi gambaran yang lebih jelas soal desain, konfigurasi, dan perkiraan harga jual kedua perangkat ini sebelum peluncuran resminya.
Kedua ponsel itu dijadwalkan meluncur pada 25 Maret, dan informasi yang muncul sejauh ini menunjukkan Samsung masih mempertahankan formula yang familiar. Namun, ada beberapa penyegaran kecil yang bisa membuat Galaxy A57 dan Galaxy A37 tetap menarik di segmen menengah, terutama dari sisi desain, layar, daya tahan perangkat lunak, dan pilihan chip.
Desain Masih Familiar, Tapi Lebih Tipis
Bocoran video yang disebut direkam di Vietnam memperlihatkan bahwa Galaxy A57 dan Galaxy A37 masih membawa bahasa desain khas seri Galaxy A. Keduanya tetap memakai pendekatan visual yang mirip pendahulunya, termasuk desain Key Island yang selama ini menjadi identitas seri Galaxy A.
Meski begitu, Samsung disebut melakukan penyempurnaan pada bodi. Kedua ponsel tampak lebih tipis dari model yang dirilis pada lini sebelumnya, tetapi area modul kamera justru memiliki tonjolan yang sedikit lebih tegas.
Harga Awal dan Isi Kotak
Informasi yang muncul dari video hands-on juga mengungkap perkiraan harga varian dasar 8/128GB untuk kedua model tersebut. Berikut ringkasannya:
- Galaxy A37 8/128GB: 10.990.000 VND
- Galaxy A57 8/128GB: 12.490.000 VND
Sebagai pembanding, harga peluncuran Galaxy A36 dan A56 masing-masing berada di 8.290.000 VND dan 9.990.000 VND. Selisih tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga, meski Samsung masih mempertahankan konfigurasi dasar 8/128GB untuk seri A.
Kotak penjualan yang terlihat dalam video hanya memuat aksesori standar. Di dalamnya ada kabel, alat pelepas SIM, dan buku panduan pengguna, sesuai kebiasaan Samsung pada banyak perangkat barunya.
Perbedaan Utama di Sektor Performa
Untuk Galaxy A37, Samsung dikabarkan mengganti Snapdragon 6 Gen 3 dengan Exynos 1480. Chip ini bukan nama baru di ekosistem Samsung karena sebelumnya sudah dipakai pada Galaxy A55 yang meluncur dua tahun lalu.
Pergantian chip ini menarik karena memberi sinyal bahwa Samsung lebih memilih efisiensi dan konsistensi ketimbang lompatan besar di kelas menengah. Pada praktiknya, performa Galaxy A37 kemungkinan akan tetap cukup kompetitif untuk kebutuhan harian, media sosial, streaming, dan gim kasual.
Galaxy A57 justru mendapat peningkatan yang lebih segar. Ponsel ini disebut menggunakan Exynos 1680 baru dan menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5. Kombinasi ini berpotensi memberi pengalaman yang lebih modern, terutama bila Samsung mampu mengoptimalkan kestabilan sistem dan manajemen daya.
Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Beberapa spesifikasi Galaxy A57 dan A37 tampak dibuat seragam untuk menjaga posisi keduanya di kelas menengah. Di sisi layar, keduanya sama-sama membawa panel 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz.
Untuk Galaxy A37, layar tersebut juga didukung tingkat kecerahan 1.200 nits. Kapasitas baterainya tetap 5.000mAh dan mendukung pengisian cepat kabel 45W, yang masih tergolong kompetitif di segmen harga menengah.
Galaxy A57 hadir dengan bingkai logam, sementara A37 tetap memakai bingkai plastik. Perbedaan ini membuat posisi A57 terasa sedikit lebih premium, setidaknya dari sisi material dan kesan visual saat digenggam.
Kamera Serupa, Fitur Video Tetap Relevan
Di sektor kamera, Samsung tampaknya menyamakan konfigurasi pada dua model ini. Keduanya disebut memakai kamera utama 50MP, ultrawide 8MP, makro 5MP, dan kamera depan 12MP.
Konfigurasi tersebut memang tidak terdengar revolusioner, tetapi masih cukup relevan untuk pengguna yang menginginkan hasil foto harian yang stabil. Kedua perangkat juga mendukung perekaman video 4K pada 30 frame per detik, fitur yang tetap penting bagi pengguna yang aktif membuat konten singkat atau dokumentasi harian.
Dukungan Software Jadi Nilai Jual Penting
Samsung juga disebut akan memberikan pembaruan sistem operasi selama 6 tahun untuk Galaxy A57 dan A37. Kebijakan ini menjadi salah satu daya tarik utama seri Galaxy A, karena memberi umur pakai yang lebih panjang dibanding banyak pesaing di kelas yang sama.
Dengan kombinasi desain yang lebih tipis, layar 120Hz, baterai 5.000mAh, dan dukungan software jangka panjang, Galaxy A57 dan A37 tampak diposisikan sebagai opsi aman bagi pengguna yang mencari ponsel menengah dengan pengalaman yang stabil. Jika harga resmi nantinya tidak meleset jauh dari bocoran, keduanya masih punya peluang kuat untuk bersaing di pasar yang semakin padat.
