AT&T kembali menyesuaikan harga untuk pelanggan yang masih memakai paket ponsel unlimited lawas, dan kenaikannya tidak berlaku seragam. Pada halaman dukungan yang muncul bersamaan dengan pengenalan paket unlimited “2.0”, operator ini menyebut tarif untuk paket “retired” atau yang sudah dihentikan bisa naik hingga $20 mulai April.
Yang membuat situasi ini membingungkan, AT&T menampilkan beberapa skema kenaikan yang berbeda di halaman dukungannya. Untuk satu akun dengan satu lini pada paket lawas, kenaikannya disebut $10, sedangkan akun dengan dua lini atau lebih dibatasi naik maksimal $20 per akun.
Kenaikan Tidak Seragam di Tiap Paket
Masalah utama dari kebijakan ini bukan hanya soal harga yang naik, tetapi juga soal cara AT&T menjelaskannya. Di satu halaman, perusahaan menyebut pelanggan tertentu akan mendapat tambahan 20GB hotspot berkecepatan tinggi tiap bulan sebagai penyeimbang biaya.
Namun, pada pemeriksaan akun yang berbeda, muncul halaman dukungan lain yang menyatakan harga naik $5 per lini smartphone serta tambahan 10GB data hotspot berkecepatan tinggi. Halaman ini tidak menyebut paket “retired”, melainkan hanya menuliskan bahwa biaya bulanan untuk unlimited plan akan meningkat mulai April 2026.
Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan soal paket mana yang terkena kenaikan tertentu. Ketidakjelasan tersebut penting karena pelanggan AT&T lama masih memakai berbagai generasi paket, termasuk Unlimited Elite, Unlimited Extra EL, serta Unlimited Starter SL yang sudah masuk kategori lama.
Paket Lama yang Masih Terdampak
AT&T menyebut perubahan ini hanya berlaku untuk paket nirkabel yang diaktifkan sebelum 24 Juli 2025. Artinya, pelanggan yang mendaftar pada AT&T Value Plus VL, Unlimited Starter SL, Unlimited Extra EL, atau Unlimited Premium PL pada paruh kedua 2025 tidak akan terkena penyesuaian tarif ini.
Daftar paket yang terdampak juga mencakup paket lama yang sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya, termasuk paket unlimited yang kembali ke periode 2016. Dengan cakupan seperti itu, AT&T tampaknya ingin mendorong pelanggan lama beralih ke paket baru 2.0 yang disebut lebih sesuai dengan pola penggunaan saat ini.
Berikut ringkasan perubahan yang disebut dalam materi dukungan AT&T:
| Jenis paket / kondisi | Kenaikan harga | Tambahan hotspot |
|---|---|---|
| Paket unlimited “retired”, 1 lini | $10 | 20GB |
| Paket unlimited “retired”, 2 lini atau lebih | Maksimal $20 per akun | 20GB |
| Paket pada halaman dukungan lain | $5 per lini smartphone | 10GB |
| Retired Mobile Share, data di bawah 6GB | $5 per bulan | Tidak disebut |
| Retired Mobile Share, data di atas 6GB | $10 per bulan | Tidak disebut |
Alasan Resmi AT&T
AT&T menjelaskan kenaikan ini dengan alasan menjaga kualitas layanan. Di halaman dukungan, perusahaan menulis bahwa perubahan tersebut membantu mereka terus menyediakan layanan jaringan yang andal, produk berkualitas, dan pengalaman pelanggan yang baik.
Dalam pernyataan sebelumnya kepada CNET, juru bicara AT&T mengatakan, “We recognize that any price increase matters to our customers and their budgets. This increase reflects the real cost of continuing to deliver the speed, reliability, and support our customers expect every day.”
Pernyataan itu mempertegas bahwa AT&T menilai biaya operasional dan peningkatan layanan menjadi alasan utama. Meski begitu, bagi pelanggan, argumen tersebut tidak otomatis membuat struktur kenaikan yang membingungkan menjadi lebih mudah dipahami.
Mengapa Banyak Pelanggan Perlu Mengecek Tagihan
Kenaikan ini bisa membuat paket lama justru menjadi kurang menarik dibanding paket baru. Saat paket Premium 2.0 diumumkan, paket itu memang terlihat lebih mahal daripada Unlimited Premium PL versi lama, yaitu $90 per bulan untuk satu lini dibanding $86, atau $220 untuk empat lini dibanding $204.
Setelah kenaikan baru ini berlaku, menjaga Unlimited Premium PL justru bisa lebih mahal, yakni $96 per bulan untuk satu lini dan $240 untuk empat lini. Dengan perbandingan itu, pelanggan lama yang selama ini bertahan karena merasa paketnya lebih hemat kini perlu menghitung ulang nilai langganannya.
AT&T juga menegaskan bahwa harga paket barunya sudah kompetitif dibanding operator lain dan lebih selaras dengan cara pelanggan memakai layanan. Klaim ini penting karena pasar operator besar di AS memang sedang bergerak agresif dalam penetapan harga.
Persaingan Operator Makin Ketat
Langkah AT&T muncul di tengah perubahan strategi dari pesaing utamanya. Verizon baru saja menurunkan harga di berbagai lini setelah pergantian CEO, sementara T-Mobile memperkenalkan paket Better Value waktu terbatas dengan berbagai bonus tambahan untuk menarik keluarga.
Situasi ini menunjukkan bahwa persaingan tidak lagi hanya soal cakupan jaringan, tetapi juga soal harga, bonus data, dan fleksibilitas paket. Karena itu, pelanggan AT&T yang menerima pemberitahuan kenaikan tarif sebaiknya membandingkan kembali paketnya, terutama jika masih memakai paket lawas yang mudah terdampak penyesuaian harga.
Bagi pelanggan yang ingin menghindari biaya tambahan, langkah paling penting adalah memeriksa detail paket di akun masing-masing, melihat apakah termasuk kategori “retired”, dan membandingkannya dengan paket baru yang ditawarkan AT&T. Dalam banyak kasus, perubahan kecil pada struktur harga dan benefit seperti hotspot tambahan bisa menentukan apakah bertahan pada paket lama masih masuk akal atau justru sudah waktunya beralih.
