
Samsung dilaporkan mulai menutup dukungan font pihak ketiga di One UI 8.5. Perubahan ini memicu keluhan pengguna Galaxy yang selama bertahun-tahun terbiasa mengganti font secara bebas melalui aplikasi di luar ekosistem resmi Samsung.
Informasi ini mencuat setelah pengguna di forum Reddit, khususnya komunitas r/OneUI, melaporkan bahwa font dari layanan seperti zFont tidak lagi bisa diterapkan di perangkat yang memakai One UI 8.5. Temuan tersebut pertama kali ikut disorot oleh PiunikaWeb, lalu memancing diskusi luas karena fitur kustomisasi font sudah lama menjadi salah satu nilai tambah ponsel Samsung.
Dukungan font masih ada, tetapi opsinya dipersempit
Perubahan ini bukan berarti Samsung menghapus menu pengaturan font sepenuhnya. Pengguna masih bisa mengganti jenis huruf, tetapi pilihannya kini dibatasi pada font yang tersedia lewat Galaxy Store atau layanan resmi yang diizinkan Samsung.
Dengan kata lain, yang hilang adalah jalur pemasangan font dari sumber luar. Aplikasi pihak ketiga yang sebelumnya dipakai untuk memasang font kustom kini terdampak langsung dan tidak lagi berjalan seperti sebelumnya di One UI 8.5.
Beberapa pengguna mengaku baru mengetahui perubahan ini setelah memperbarui sistem. Reaksi di forum komunitas menunjukkan banyak pengguna merasa langkah ini dilakukan tanpa penjelasan yang cukup terlihat di sisi konsumen.
Alasan keamanan yang dikutip Samsung
Samsung menyebut alasan keamanan sebagai dasar perubahan ini. Dalam buletin keamanan resminya, perusahaan mengungkap adanya kerentanan tingkat moderat terkait “improper verification of cryptographic signature in Font Settings”.
Secara sederhana, masalah itu berkaitan dengan verifikasi tanda tangan kriptografis pada pengaturan font. Samsung menyatakan celah tersebut berpotensi memungkinkan penyerang dengan akses fisik memanfaatkan mekanisme font kustom untuk melakukan eksploitasi.
Rujukan keamanan ini menjadi penjelasan paling kuat mengapa Samsung memilih memblokir font tidak resmi. Dalam konteks keamanan perangkat, vendor memang sering menutup jalur modifikasi yang dinilai berisiko, meski konsekuensinya mengurangi fleksibilitas pengguna.
Apa yang berubah bagi pengguna Galaxy
Bagi pengguna biasa, dampaknya paling terasa pada kebebasan personalisasi. Selama era TouchWiz hingga One UI, Samsung dikenal sebagai salah satu merek Android yang paling longgar dalam urusan tampilan antarmuka, termasuk penggantian font.
Kini, ruang itu menyempit. Pengguna yang ingin tetap mengganti font harus bergantung pada katalog resmi Samsung, bukan lagi memasang file atau font dari aplikasi eksternal.
Berikut perubahan utamanya:
- Menu penggantian font tetap tersedia.
- Font resmi dari Galaxy Store masih bisa digunakan.
- Font dari aplikasi pihak ketiga tidak lagi dapat diterapkan.
- Dukungan aplikasi seperti zFont disebut tidak kompatibel dengan One UI 8.5.
Konfirmasi soal zFont juga datang dari pengembang aplikasi tersebut. Mereka menyatakan One UI 8.5 tidak lagi didukung, yang memperkuat dugaan bahwa pembatasan ini memang diterapkan di level sistem, bukan sekadar bug sementara.
Nasib font lama setelah pembaruan
Ada satu detail penting yang juga dilaporkan pengguna. Jika sebuah perangkat sudah memakai font kustom sebelum diperbarui, font itu dalam beberapa kasus masih tetap tampil setelah proses reboot selesai.
Namun kondisi itu tampaknya hanya sementara. Saat pengguna kembali masuk ke menu pengaturan font dan mencoba melakukan perubahan, sistem akan memaksa font kembali ke opsi bawaan atau pilihan resmi yang didukung.
Situasi ini menunjukkan bahwa One UI 8.5 bukan sekadar menyembunyikan akses, melainkan aktif menolak penerapan font yang tidak lolos mekanisme verifikasi baru. Dari sudut pandang sistem operasi, Samsung tampaknya ingin memastikan hanya font dengan jalur distribusi tepercaya yang bisa digunakan.
Mengapa langkah ini menuai kontroversi
Dari sisi keamanan, keputusan Samsung cukup mudah dipahami. Vendor perangkat besar memang berada di bawah tekanan untuk menutup setiap celah yang bisa dimanfaatkan, termasuk celah yang tampak sepele seperti modul font.
Namun dari sisi pengalaman pengguna, keputusan ini dinilai merugikan salah satu fitur personalisasi yang justru membuat ponsel Galaxy berbeda. Selama ini, banyak pengguna memilih Samsung karena ekosistemnya memberi ruang kustomisasi lebih luas tanpa harus melakukan modifikasi ekstrem.
Perdebatan akhirnya bergerak pada satu titik utama: apakah peningkatan keamanan sepadan dengan hilangnya kebebasan personalisasi. Jawabannya bisa berbeda pada tiap pengguna, terutama antara pengguna umum yang memprioritaskan keamanan dan pengguna enthusiast yang mengutamakan fleksibilitas.
Peta dampak perubahan di One UI 8.5
| Aspek | Status di One UI 8.5 |
|---|---|
| Ganti font lewat pengaturan | Masih tersedia |
| Font dari Galaxy Store | Masih didukung |
| Font dari pihak ketiga | Diblokir |
| Dukungan zFont | Tidak didukung |
| Font lama setelah update | Bisa tetap tampil, tetapi tidak stabil saat diubah |
Langkah Samsung ini menandai perubahan penting dalam arah One UI, dari antarmuka yang sangat terbuka untuk personalisasi menjadi sistem yang lebih ketat pada jalur distribusi konten. Bagi pengguna Galaxy yang selama ini mengandalkan font nonresmi, pembaruan ke One UI 8.5 berpotensi mengubah pengalaman penggunaan sehari-hari secara langsung, terutama pada tampilan teks yang selama ini menjadi bagian dari identitas visual perangkat.
Source: gadgets.beebom.com








