DLSS 4.5 Ubah RTX 5050 Jadi Monster 1080p, 6x Frame Gen Tembus 431 FPS Tapi Ada Harga Visualnya

DLSS 4.5 dengan mode 6x Multi Frame Generation mulai menarik perhatian karena mampu mendorong performa kartu grafis kelas entry-level jauh di atas ekspektasi. Pada pengujian 1080p dengan Nvidia RTX 5050, teknologi ini menunjukkan lonjakan frame rate yang sangat besar di sejumlah game berat.

Bagi pembaca yang mencari jawaban singkat, hasil utamanya jelas. RTX 5050 masih sanggup menjalankan game modern di 1080p, lalu DLSS 4.5 6x menjadi pengungkit utama saat preset grafis tinggi dan ray tracing mulai membebani GPU.

DLSS 4.5 6x dan arti pentingnya untuk RTX 5050

DLSS 4.5 membawa opsi frame generation yang lebih agresif dibanding mode 4x yang lebih dulu dikenal. Pada RTX 5050, fitur ini dipakai untuk menambah frame hasil AI sehingga tampilan gerak terlihat jauh lebih mulus, terutama di game AAA yang berat.

Namun, angka FPS tinggi tidak selalu berarti pengalaman sempurna. Artikel referensi mencatat bahwa pada beberapa skenario, mode 6x juga memunculkan kompromi berupa loading tekstur dan shader yang lebih lambat, khususnya di area padat atau saat ray tracing aktif.

Benchmark Cyberpunk 2077 di 1080p

Cyberpunk 2077 menjadi tolok ukur penting karena terkenal berat untuk GPU modern. Di preset terendah, RTX 5050 mencatat rata-rata 93 FPS secara native, lalu melonjak ke 310 FPS dengan 4x frame generation dan mencapai 431 FPS saat 6x diaktifkan.

Kenaikan itu menunjukkan bahwa 1080p kompetitif atau high refresh gaming bukan hal mustahil untuk kartu ini. Meski begitu, kualitas visual pada preset rendah tetap menjadi catatan karena fokus utamanya bergeser ke kelancaran gerak, bukan detail gambar.

Di preset tertinggi dengan ray tracing aktif, beban GPU naik drastis. Performa native hanya berada di rata-rata 48 FPS, dengan 1% low turun ke 34 FPS, lalu naik ke 134 FPS dengan 4x dan mendekati 196 FPS dengan mode 6x.

Data itu memperlihatkan dampak besar DLSS 4.5 pada skenario yang semula nyaris tidak nyaman dimainkan. Akan tetapi, sumber yang sama juga mencatat adanya keterlambatan pemuatan tekstur dan shader di area ramai, sehingga peningkatan FPS belum sepenuhnya menghapus semua bottleneck pengalaman bermain.

Benchmark Hogwarts Legacy di 1080p

Hogwarts Legacy dikenal berat pada memori sistem dan VRAM. Karena itu, game ini relevan untuk menguji apakah RTX 5050 dengan DLSS 4.5 6x bisa mengurangi stutter saat eksplorasi dan perpindahan area.

Referensi tidak menampilkan angka rinci dalam teks untuk preset rendah dan tinggi seperti pada Cyberpunk 2077. Meski begitu, hasil pengujian menyebut native masih cukup stabil di pengaturan rendah, lalu 4x memberi lompatan besar ke kelas high refresh, dan 6x kembali mendorong FPS lebih tinggi.

Pada preset ultra dengan ray tracing, performa native disebut choppy atau tersendat. Saat 4x frame generation dinyalakan, respons combat dan eksplorasi meningkat signifikan, lalu mode 6x kembali menaikkan plafon performa, meski potensi lag pemuatan tekstur dan shader masih muncul.

Benchmark Gray Zone Warfare di 1080p

Gray Zone Warfare juga memberi gambaran menarik karena memakai lingkungan lebat dan fitur berat khas Unreal Engine 5. Di preset rendah, RTX 5050 berjalan di kisaran 60 FPS tanpa bantuan DLSS 4.5, lalu naik mendekati 300 FPS dengan 4x dan menembus 360 FPS dengan 6x.

Untuk game tembak-menembak taktis, peningkatan ini relevan karena respons visual sangat penting. FPS yang lebih tinggi membantu tracking dan sapuan aiming terasa lebih halus, meski manfaat nyatanya tetap bergantung pada latensi total sistem dan kualitas frame hasil generasi AI.

Pada setting tertinggi dengan ray tracing aktif, pengujian referensi menyebut performa native terasa sangat berat. Setelah 4x Multi Frame Generation aktif, rata-rata frame rate naik ke 182,2 FPS, lalu mode 6x mendorongnya ke atas 200 FPS, walau frame drop besar masih dilaporkan di beberapa area.

Ringkasan angka penting

  1. Cyberpunk 2077 preset rendah: 93 FPS native, 310 FPS pada 4x, 431 FPS pada 6x.
  2. Cyberpunk 2077 preset tertinggi RT: 48 FPS native, 134 FPS pada 4x, hampir 196 FPS pada 6x.
  3. Gray Zone Warfare preset rendah: sekitar 60 FPS native, hampir 300 FPS pada 4x, lebih dari 360 FPS pada 6x.
  4. Gray Zone Warfare setting tertinggi RT: sekitar 60 FPS native, 182,2 FPS pada 4x, lebih dari 200 FPS pada 6x.

Suhu dan konsumsi daya

Selain FPS, referensi juga menyoroti perilaku termal dan daya RTX 5050 saat DLSS 4.5 aktif. Hasilnya tergolong positif karena suhu hotspot tetap berada di kisaran pertengahan hingga akhir 60 derajat saat mode 6x dipakai di Cyberpunk 2077.

Stabilitas suplai daya juga disebut baik. Tegangan 12VHPWR berada dekat titik 12V tanpa lonjakan liar, sehingga peningkatan frame berbasis AI tidak langsung berarti konsumsi daya yang tidak terkendali.

Secara praktis, benchmark ini menunjukkan bahwa DLSS 4.5 6x dapat mengubah RTX 5050 menjadi kartu 1080p yang jauh lebih kompeten untuk game modern berat. Nilai tambah terbesarnya ada pada skenario ray tracing dan high refresh, meski pembeli tetap perlu memahami bahwa FPS tinggi dari frame generation belum selalu identik dengan kualitas visual paling bersih atau streaming aset yang sepenuhnya mulus.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version