Samsung menghapus dukungan Bluetooth Low Energy atau BLE dari S Pen pada Galaxy S25 Ultra, lalu langkah itu tetap dipertahankan pada Galaxy S26 Ultra. Keputusan ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengguna setia S Pen: mengapa fitur yang dulu mendukung Air Actions, kontrol kamera jarak jauh, hingga navigasi di aplikasi tertentu justru dipangkas?
Samsung telah memberi jawaban yang cukup jelas kepada Android Police. Perusahaan menyebut BLE dihapus karena fitur tersebut “tidak banyak digunakan” dan karena fungsi serupa kini bisa digantikan lewat gestur pada Galaxy Ring dan Galaxy Watch untuk pengambilan foto tanpa sentuhan.
Alasan utama: fitur jarang dipakai
Dari sudut pandang produk, keputusan Samsung masuk akal jika melihat pola penggunaan massal. Fitur Bluetooth pada S Pen memang menawarkan kontrol tambahan, tetapi manfaatnya hanya dirasakan oleh pengguna yang benar-benar memanfaatkan Air Actions dan fungsi jarak jauh lainnya.
Dalam praktik sehari-hari, banyak pemilik ponsel cenderung memakai S Pen untuk menulis, mencatat, menggambar, atau memilih menu dengan presisi. Fungsi-fungsi itu tetap berjalan tanpa Bluetooth, sehingga Samsung tampaknya menilai biaya dan kompleksitas tambahan tidak sebanding dengan tingkat pemakaian fitur tersebut.
Apa saja yang hilang tanpa Bluetooth
Penghapusan BLE membuat sejumlah fitur yang bergantung pada koneksi Bluetooth ikut hilang. Beberapa di antaranya adalah kontrol Internet Browser dan Notes, perekaman catatan suara jarak jauh, serta Air Actions yang dulu memungkinkan pengguna mengendalikan ponsel dari jarak tertentu.
Berikut ringkasan sederhananya:
- Kontrol kamera jarak jauh melalui S Pen
- Navigasi tertentu di Internet Browser dan Notes
- Fitur Air Actions untuk gestur nirkabel
- Beberapa fungsi tambahan berbasis koneksi BLE
Meski begitu, S Pen tetap mempertahankan fungsi inti yang selama ini menjadi alasan utama banyak orang membeli seri Ultra.
Fungsi inti S Pen tetap dipertahankan
Samsung masih mempertahankan kemampuan S Pen untuk mendeteksi tingkat tekanan, yang penting untuk menulis dan menggambar secara presisi. Selain itu, fitur Air Command tetap tersedia sebagai pintasan cepat untuk membuka alat di layar.
S Pen juga tidak perlu dipasangkan atau diisi daya seperti aksesori Bluetooth pada umumnya. Hal ini membuat pengalaman pakai tetap praktis dan lebih sederhana, terutama bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas cepat tanpa urusan pengisian baterai tambahan.
Galaxy Watch dan Galaxy Ring jadi pengganti
Samsung menegaskan bahwa sebagian fungsi lama kini bisa digantikan lewat Galaxy Watch dan Galaxy Ring. Keduanya bisa dipakai untuk kontrol gestur tertentu, termasuk membantu pengambilan foto tanpa harus menyentuh perangkat.
Namun, pendekatan ini tidak sepenuhnya menggantikan pengalaman lama S Pen. Pengguna yang ingin mempertahankan kontrol jarak jauh kini harus masuk ke ekosistem perangkat Samsung yang lebih luas, dan itu berarti biaya tambahan yang tidak kecil.
Mengapa peluang Bluetooth kembali terlihat tipis
Kembalinya Galaxy S Ultra tanpa Bluetooth pada S Pen untuk kedua kalinya membuat peluang pemulihan fitur ini semakin kecil. Samsung memang dikenal berani menghidupkan kembali ide lama jika dinilai relevan, tetapi dalam kasus ini perusahaan tampak yakin bahwa penghapusan BLE adalah keputusan yang tepat.
Fokus Samsung juga sudah bergeser ke area lain, termasuk privacy display baru pada Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini memakai dua jenis piksel dan dapat mematikan piksel samping agar isi layar sulit dilihat dari sudut tertentu, yang menunjukkan arah pengembangan Samsung kini lebih diarahkan ke privasi dan pengalaman layar ketimbang fungsi Bluetooth pada S Pen.
Bagi pengguna, situasinya menjadi semacam pertukaran antara kemudahan klasik S Pen dan fitur nirkabel yang makin jarang dipakai. Selama Samsung melihat penggunaan BLE tetap rendah dan ekosistem wearable mereka bisa menutup sebagian kebutuhan itu, kecil kemungkinan Bluetooth kembali hadir di S Pen dalam waktu dekat.








