Perbandingan daya tahan baterai Galaxy S26 antara Exynos dan Snapdragon kembali menjadi sorotan karena hasil pengujian awal menunjukkan selisih yang sangat besar. Dalam pengujian penggunaan harian, varian Snapdragon 8 Elite Gen 5 mampu bertahan jauh lebih lama dibanding Exynos 2600, meski keduanya sama-sama dipakai pada perangkat dengan spesifikasi yang hampir identik.
Situasi ini menarik karena Samsung sebelumnya memberi harapan besar lewat Exynos 2600 yang sudah memakai fabrikasi 2nm. Secara teori, proses ini seharusnya membantu efisiensi daya dan kestabilan performa, tetapi hasil uji justru memperlihatkan bahwa teknologi yang lebih kecil tidak otomatis membuat baterai lebih awet.
Pengujian yang Membandingkan Dua Varian Galaxy S26
Pengujian datang dari kanal YouTube AndroidAddicts dan diunggah pada 27 Maret 2026. Metodenya cukup relevan karena meniru aktivitas harian, mulai dari telepon, merekam video, memakai navigasi Google Maps, sampai membuka media sosial dan YouTube.
Pendekatan itu penting karena banyak konsumen tidak hanya peduli skor benchmark. Mereka ingin tahu berapa lama ponsel bisa dipakai dalam kondisi nyata, terutama untuk perangkat kelas flagship yang harganya tinggi.
Hasil yang Menunjukkan Gap Besar
Dalam pengujian tersebut, Galaxy S26 dengan Exynos 2600 bertahan sekitar 6 jam 48 menit. Sementara itu, varian Snapdragon 8 Elite Gen 5 mampu mencapai 9 jam 26 menit pada skenario yang sama.
Selisih hampir 3 jam ini tergolong besar untuk sebuah ponsel premium. Angka itu berarti pengguna varian Exynos berpotensi lebih sering mencari charger, terutama jika aktivitas mereka padat sepanjang hari.
Berikut ringkasan hasilnya:
- Exynos 2600: 6 jam 48 menit
- Snapdragon 8 Elite Gen 5: 9 jam 26 menit
- Selisih daya tahan: hampir 3 jam
Perbedaan ini juga sejalan dengan pengujian lain yang disebut menunjukkan konsumsi daya Exynos lebih tinggi dibanding OnePlus 15. Dalam laporan tersebut, Galaxy S26 dengan Exynos 2600 tercatat mengonsumsi daya hingga 40 persen lebih besar, meski perangkat pembanding memiliki baterai lebih besar.
Fabrikasi 2nm Belum Jadi Jaminan
Banyak orang menganggap ukuran fabrikasi yang lebih kecil otomatis memberi efisiensi lebih baik. Kenyataannya, hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi daya juga dipengaruhi desain arsitektur chipset dan optimasi software.
Exynos 2600 memang memakai proses 2nm, sedangkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih menggunakan proses 3nm dari TSMC. Namun, Qualcomm tampak lebih matang dalam mengelola konsumsi daya pada pengujian nyata, sementara Samsung masih perlu menyempurnakan integrasi hardware dan software.
Apa Arti Hasil Ini untuk Konsumen
Bagi pengguna yang memprioritaskan baterai, hasil awal ini memberi sinyal jelas bahwa varian Snapdragon masih unggul. Untuk kebutuhan kerja, perjalanan, atau penggunaan intensif seharian, selisih hampir 3 jam bisa sangat menentukan kenyamanan.
Di sisi lain, Exynos 2600 tetap penting bagi Samsung karena menjadi langkah besar dalam pengembangan chipset internal. Namun, data awal ini memperlihatkan bahwa peningkatan fabrikasi saja belum cukup untuk mengejar efisiensi Snapdragon secara konsisten.
Faktor yang Perlu Diperhatikan Pembeli Galaxy S26
- Pola penggunaan harian, apakah lebih banyak streaming, navigasi, atau gaming.
- Prioritas utama, apakah performa mentah atau daya tahan baterai.
- Ketersediaan varian chipset di pasar masing-masing negara.
- Hasil pengujian lanjutan dari media independen setelah perangkat rilis lebih luas.
Pada tahap ini, Galaxy S26 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 tampil lebih meyakinkan untuk urusan daya tahan baterai, sementara Exynos 2600 masih harus membuktikan bahwa fabrikasi 2nm benar-benar bisa disertai efisiensi yang konsisten dalam pemakaian harian.
Source: www.idntimes.com