Ray-Ban Meta Optics Styles Resmi, Lebih Nyaman Namun Makin Mahal

Meta resmi memperluas lini kacamata pintarnya lewat Ray-Ban Meta Optics Styles yang kini mendukung lensa progresif dan lensa transisi. Kehadiran model baru ini menegaskan arah pasar smart glasses yang tidak lagi hanya mengandalkan fitur AI, tetapi juga kenyamanan penggunaan sehari-hari bagi pengguna dengan kebutuhan lensa resep.

Peluncuran yang diumumkan pada Selasa waktu Amerika Serikat itu menjadi pembaruan penting dari kolaborasi Meta dan EssilorLuxottica. Dua model anyar, Ray-Ban Meta Blayzer Optics dan Ray-Ban Meta Scriber Optics, dirancang untuk menawarkan pilihan frame yang berbeda sambil tetap mempertahankan fungsi kamera, audio, dan kecerdasan buatan yang menjadi ciri khas produk Ray-Ban Meta.

Dua model baru, dua karakter desain

Ray-Ban Meta Blayzer Optics hadir dengan bentuk kotak yang sekilas mirip Wayfarer. Model ini menyasar pengguna yang menyukai desain klasik namun lebih tegas, sehingga tetap cocok dipakai untuk aktivitas formal maupun santai.

Sementara itu, Ray-Ban Meta Scriber Optics membawa frame yang lebih bulat mirip Headliner. Desain ini memberi pilihan bagi pengguna yang ingin tampil lebih ringan secara visual dan cenderung menyukai model yang lebih lembut di wajah.

Keduanya tidak hanya berbeda pada tampilan, tetapi juga pada pendekatan ergonomi. Meta menyebut lini Ray-Ban Meta Optics Styles sebagai kacamata paling nyaman yang pernah dibuat perusahaan, dengan rancangan yang lebih ramping dan lebih ringan dibanding generasi sebelumnya.

Dukungan lensa resep yang lebih luas

Pembaruan terbesar pada seri ini ada pada dukungan lensa. Jika sejak akhir 2023 kacamata Ray-Ban Meta telah mendukung lensa minus, plus, dan silinder, kini cakupannya menjadi lebih luas.

Model baru ini sudah mendukung lensa progresif, yang memungkinkan pengguna melihat dekat dan jauh dalam satu lensa. Selain itu, tersedia dukungan untuk lensa transisi atau photochromic, yang dapat berubah gelap ketika terkena sinar ultraviolet.

Bagi pengguna yang membutuhkan kacamata setiap hari, fitur itu penting karena smart glasses kini dapat dipakai tanpa mengorbankan fungsi penglihatan. Berikut ringkasannya.

  1. Lensa minus untuk rabun jauh.
  2. Lensa plus untuk rabun dekat.
  3. Lensa silinder untuk astigmatisme.
  4. Lensa progresif untuk beberapa jarak pandang sekaligus.
  5. Lensa transisi yang menyesuaikan intensitas cahaya.

Fokus pada kenyamanan pemakaian

Meta juga menyematkan sejumlah elemen fisik yang mendukung pemakaian jangka panjang. Engsel fleksibel, bantalan hidung yang bisa diganti, serta tangkai yang dapat disesuaikan oleh optisi menjadi bagian dari pendekatan desain yang lebih personal.

Langkah ini menunjukkan bahwa pasar smart glasses kini bergerak ke arah yang lebih matang. Perangkat tidak lagi hanya diposisikan sebagai gawai gaya hidup, tetapi juga sebagai alat bantu penglihatan yang harus nyaman dipakai dalam durasi panjang.

Harga lebih tinggi, fitur AI ditambah

Untuk harga, Ray-Ban Meta Blayzer Optics dan Scriber Optics dipasarkan mulai 499 dollar AS atau sekitar Rp 8,4 juta. Angka ini berada di atas model sebelumnya, Wayfarer Gen 2 standar, yang dijual mulai 379 dollar AS atau sekitar Rp 6,4 juta.

Perlu dicatat, harga tersebut belum termasuk lensa resep. Biaya tambahan untuk lensa diperkirakan berada di kisaran 200 hingga 300 dollar AS, tergantung jenis lensa yang dipilih.

Meta tampaknya ingin menyeimbangkan kenaikan harga dengan penambahan fitur berbasis AI. Salah satu yang menonjol adalah pencatatan nutrisi yang bisa dijalankan lewat perintah suara atau foto makanan, lalu sistem akan menganalisis kandungan gizinya dan menyimpannya sebagai catatan harian.

Selain itu, tersedia ringkasan pesan WhatsApp berbasis suara agar pengguna bisa memahami isi percakapan tanpa membuka ponsel. Ada juga fitur Neural Handwriting, yang memungkinkan balasan chat ditulis lewat gerakan jari di permukaan apa pun secara diam-diam.

Dukungan bahasa dan arah penggunaan harian

Pembaruan lain yang menarik adalah dukungan terjemahan bahasa baru seperti Jepang, Mandarin, dan Arab. Fitur ini memungkinkan pengguna memahami percakapan secara real time, sehingga kacamata pintar tidak hanya berguna untuk komunikasi digital, tetapi juga untuk interaksi lintas bahasa.

Dengan kombinasi desain yang lebih ergonomis, dukungan lensa yang lebih lengkap, dan fitur AI yang makin luas, Ray-Ban Meta Optics Styles memperjelas strategi Meta dalam memperkuat pasar perangkat wearable. Produk ini diposisikan bukan sekadar aksesori teknologi, melainkan perangkat harian yang menggabungkan fungsi penglihatan, komunikasi, dan asisten digital dalam satu bingkai kacamata.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button