MIUI Tamat Setelah 12 Tahun, Xiaomi Taruh Harapan Besar Pada HyperOS Yang Lebih Terintegrasi

Xiaomi resmi mengakhiri era MIUI setelah 12 tahun dan menggantinya dengan HyperOS sebagai sistem operasi baru yang lebih terintegrasi. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi perangkat lunak Xiaomi, bukan sekadar pembaruan tampilan di ponsel.

Keputusan tersebut juga mengakhiri perjalanan salah satu antarmuka Android paling dikenal di dunia. MIUI telah menjadi fondasi utama bagi jutaan perangkat Xiaomi, namun kini posisinya digantikan oleh HyperOS yang dirancang untuk menyatukan smartphone, perangkat pintar rumah, hingga kendaraan listrik dalam satu ekosistem.

Dari ROM kustom menjadi identitas Xiaomi

MIUI pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2010, saat Xiaomi belum memproduksi smartphone sendiri. Antarmuka itu awalnya hadir sebagai ROM kustom berbasis Android 2.2 Froyo dan bisa dipasang di berbagai perangkat Android.

Dari awal kemunculannya, MIUI langsung menarik perhatian karena menawarkan pendekatan yang berbeda dari antarmuka Android lain di masanya. Xiaomi rutin merilis pembaruan mingguan yang membawa fitur baru dan perbaikan performa, sehingga MIUI dikenal lincah dan mudah disesuaikan.

Fitur yang membuat MIUI populer

MIUI tumbuh berkat kombinasi kustomisasi tinggi dan fitur praktis untuk pengguna harian. Pengguna dapat mengubah ikon, font, hingga layar kunci lewat tema, sementara aplikasi bawaan seperti telepon, pesan, musik, dan galeri dibuat agar pengalaman terasa lebih menyatu.

Sejumlah fitur juga ikut memperkuat daya tarik MIUI, seperti Second Space untuk memisahkan ruang pribadi dan kerja, Dual Apps untuk memakai dua akun dalam satu aplikasi, serta App Lock untuk menambah lapisan keamanan data. Kombinasi itu membuat MIUI punya basis pengguna yang sangat besar di berbagai negara.

  1. Kustomisasi tampilan yang luas
  2. Pembaruan fitur yang rutin
  3. Aplikasi bawaan yang terintegrasi
  4. Fitur keamanan dan produktivitas seperti App Lock dan Dual Apps

Pertumbuhan pengguna MIUI juga mencerminkan penerimaannya di pasar. Pada 2015, jumlah pengguna aktif bulanannya tercatat sekitar 100 juta, lalu naik tajam hingga melampaui 500 juta pada 2021.

Redmi A2 dan A2+ menjadi penutup

Meski HyperOS sudah diperkenalkan, beberapa perangkat masih sempat bertahan dengan MIUI hingga tahap akhir. Redmi A2 dan Redmi A2+ menjadi dua perangkat terakhir yang menggunakan sistem ini sebelum dukungannya benar-benar berakhir.

Kedua ponsel tersebut menerima Android 13 sebagai pembaruan sistem operasi utama terakhir. Setelah itu, Xiaomi hanya memberi pembaruan minor dan patch keamanan untuk menjaga stabilitas serta keamanan perangkat.

Dukungan terakhir untuk Redmi A2 dan A2+ tercatat hadir pada Desember 2025 dengan firmware V14.0.44.0.TGOMIXM. Setelah itu, pada 24 Maret 2026, keduanya resmi berstatus End of Life atau EOL.

HyperOS jadi fondasi baru ekosistem Xiaomi

HyperOS diumumkan pada Oktober 2023 dan mulai hadir pertama kali melalui seri Xiaomi 14. Xiaomi merancang sistem ini agar lebih modern, ringan, dan terhubung lintas perangkat dalam satu ekosistem.

Berbeda dari MIUI yang fokus pada pengalaman ponsel, HyperOS dibangun dengan integrasi yang lebih dalam terhadap Android dan sistem Internet of Things milik Xiaomi. Pendekatan itu ditujukan untuk menghadirkan performa yang lebih efisien dan pengalaman yang lebih mulus di banyak perangkat.

Salah satu fitur pentingnya adalah HyperConnect, yang memungkinkan konektivitas real-time antarperangkat. Dengan fitur ini, pengguna bisa menghubungkan smartphone ke TV, mobil, dan perangkat smart home dengan lebih mudah.

Arah baru Xiaomi di bawah konsep ekosistem

HyperOS juga mendukung strategi besar Xiaomi yang dikenal sebagai konsep “Manusia x Mobil x Rumah”. Konsep ini menempatkan perangkat pribadi, mobilitas, dan rumah pintar dalam satu sistem terhubung.

Berikut gambaran perbedaannya secara ringkas:

Aspek MIUI HyperOS
Fokus utama Pengalaman smartphone Ekosistem lintas perangkat
Awal rilis 2010 2023
Basis teknologi Android dengan ROM kustom Android dan IoT Xiaomi
Konektivitas Terbatas pada perangkat tertentu Lebih luas lewat HyperConnect

Meski begitu, Xiaomi tetap menjaga sebagian elemen visual khas MIUI agar pengguna tidak merasa asing saat beralih. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transisi dilakukan secara bertahap, sambil membawa identitas lama ke platform baru.

Dengan berakhirnya MIUI, Xiaomi menutup salah satu bab terpenting dalam sejarah perangkat lunaknya. Kini, perhatian perusahaan tertuju pada HyperOS sebagai fondasi utama untuk pengalaman yang lebih terintegrasi di seluruh lini produk, dari ponsel hingga perangkat pintar yang saling terhubung.

Source: www.gadgetdiva.id

Berita Terkait

Back to top button