Samsung Galaxy S26 Plus hadir sebagai pembaruan yang lebih berfokus pada penyempurnaan ketimbang perubahan besar. Dibanding Galaxy S25 Plus, perbedaan utamanya ada pada chipset, efisiensi daya, pemrosesan kamera, dan pengisian daya nirkabel yang kini lebih cepat.
Bagi calon pembeli yang mencari jawaban singkat, Galaxy S26 Plus memang lebih unggul secara teknis. Namun, Galaxy S25 Plus masih sangat kompetitif karena desain, kapasitas baterai, konfigurasi kamera, dan pengisian kabelnya tetap setara.
Apa yang benar-benar berubah?
Secara umum, Samsung tidak mengubah fondasi seri Plus ini secara drastis. Kedua ponsel masih mengusung pendekatan flagship dengan layar besar, baterai 4900 mAh, dan pengisian kabel 45W.
Perubahan paling penting justru terjadi di area yang memengaruhi pengalaman harian. Ini mencakup performa yang lebih tinggi, efisiensi yang lebih baik, serta pemrosesan foto dan video yang lebih cerdas pada Galaxy S26 Plus.
Performa jadi peningkatan terbesar
Berdasarkan data spesifikasi yang beredar, Galaxy S26 Plus memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600 berfabrikasi 2nm. Galaxy S25 Plus masih menggunakan Snapdragon 8 Elite dengan proses 3nm.
Lompatan generasi ini membuat Galaxy S26 Plus lebih unggul dalam CPU dan GPU. Kombinasi Oryon V3 dengan Adreno 840, atau Xclipse 960 untuk varian Exynos, diposisikan di atas Oryon V2 dan Adreno 830 milik Galaxy S25 Plus.
Dalam penggunaan nyata, peningkatan ini biasanya terasa pada tiga hal berikut:
- Buka aplikasi lebih cepat.
- Multitasking lebih stabil.
- Gaming lebih mulus dalam sesi panjang.
Sumber referensi menyebut peningkatan ini sebagai upgrade paling bermakna pada model baru. Dengan kata lain, Galaxy S26 Plus bukan sekadar refresh tahunan, melainkan perangkat yang lebih siap untuk beban kerja berat dan penggunaan jangka panjang.
Desain mirip, rasa premium sedikit naik
Dari sisi tampilan, perbedaan visual antara kedua model tergolong tipis. Galaxy S26 Plus disebut membawa penyempurnaan kecil pada finishing bodi, ketahanan frame, dan treatment kaca.
Material yang disebut sebagai Armor Aluminum 2 ikut memberi kesan lebih premium pada model baru. Meski begitu, Galaxy S25 Plus tetap berada di kelas flagship dan tidak tertinggal jauh dalam kualitas rancang bangun.
Untuk layar, spesifikasi intinya disebut masih sangat mirip. Namun, Galaxy S26 Plus mendapat tuning panel yang lebih baik dan reproduksi visual yang sedikit lebih tajam serta lebih terkontrol di kondisi cahaya ekstrem.
Baterai tidak bertambah, tapi lebih efisien
Kapasitas baterai keduanya sama, yaitu 4900 mAh. Pengisian kabel juga tidak berubah karena sama-sama mendukung 45W.
Perbedaan muncul pada efisiensi daya dan pengisian nirkabel. Galaxy S26 Plus disebut mendukung wireless charging 20W berbasis Qi2.2, sedangkan Galaxy S25 Plus ada di 15W dengan Qi2 Ready.
Efisiensi chipset yang lebih baru juga memberi dampak langsung pada daya tahan. Walau kapasitas baterainya sama, Galaxy S26 Plus dinilai bisa bertahan sedikit lebih lama dalam pemakaian sehari-hari.
Kamera hardwarenya sama, hasilnya tidak sepenuhnya sama
Galaxy S26 Plus dan S25 Plus sama-sama memakai sistem kamera belakang triple yang serupa. Artinya, Samsung tidak memberi sensor baru atau perubahan optik besar pada generasi terbaru ini.
Meski begitu, peningkatan software tetap berpengaruh besar pada hasil akhir. Referensi menyebut Galaxy S26 Plus membawa HDR yang lebih baik, stabilisasi video yang lebih halus, serta fitur Horizon Lock untuk perekaman video.
Pada foto, peningkatan utamanya ada pada dynamic range dan konsistensi HDR saat menghadapi pencahayaan sulit. Di kamera depan, tuning warna dan HDR juga disebut lebih natural pada Galaxy S26 Plus.
Situasi ini penting untuk dipahami pembeli. Jika fokusnya pada spesifikasi kamera di atas kertas, keduanya terlihat serupa, tetapi jika yang dicari adalah hasil jadi dan pemrosesan modern, Galaxy S26 Plus punya keunggulan yang lebih nyata.
Software dan konektivitas ikut diperbarui
Galaxy S26 Plus hadir dengan Android 16 dan One UI 8.5. Galaxy S25 Plus memulai langkahnya dari Android 15 dengan One UI 8.
Model baru juga disebut sudah memakai Bluetooth 6.0, sementara Galaxy S25 Plus masih Bluetooth 5.4. Jenis penyimpanan internal pada Galaxy S26 Plus juga diklaim sebagai UFS 4.X yang sedikit lebih cepat dibanding UFS 4.0 pada Galaxy S25 Plus.
Pembaruan seperti ini memang tidak selalu langsung terasa pada hari pertama. Namun, untuk penggunaan jangka panjang, software yang lebih baru dan konektivitas yang lebih mutakhir biasanya memberi nilai tambah.
Perbandingan singkat
| Aspek | Galaxy S26 Plus | Galaxy S25 Plus |
|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 / Exynos 2600 | Snapdragon 8 Elite |
| Fabrikasi | 2nm | 3nm |
| OS bawaan | Android 16, One UI 8.5 | Android 15, One UI 8 |
| Wireless charging | 20W | 15W |
| Baterai | 4900 mAh | 4900 mAh |
| Wired charging | 45W | 45W |
| Kamera hardware | Sama | Sama |
| Bluetooth | 6.0 | 5.4 |
| Harga | ~$1100 / ₹120,000 | ~$1000 / ₹100,000 |
Soal harga, S25 Plus masih menarik
Dari data referensi, Galaxy S26 Plus dibanderol sekitar $1100 atau ₹120,000. Galaxy S25 Plus berada di kisaran $1000 atau ₹100,000.
Selisih harga itu menunjukkan Samsung menjual peningkatan generasi, bukan desain ulang total. Karena itu, pilihan terbaik sangat bergantung pada prioritas pembeli.
Galaxy S25 Plus lebih menarik untuk pembeli yang mengejar value. Galaxy S26 Plus lebih cocok untuk pengguna yang ingin performa terbaru, efisiensi lebih baik, software lebih baru, dan kualitas pemrosesan kamera yang lebih matang.
Dalam peta persaingan flagship, perubahan pada Galaxy S26 Plus memang tampak kecil jika hanya melihat daftar spesifikasi. Namun, data perbandingan menunjukkan bahwa peningkatan yang diberikan Samsung justru berada di area yang paling sering dipakai setiap hari, yakni kecepatan, daya tahan, pengisian nirkabel, serta hasil foto dan video yang lebih konsisten.
Source: www.gizmochina.com